Museum Nasional Indonesia memiliki target kinerja Rp14,01 miliar (sumber gambar: Hypeabis.id/Yudi Supriyanto)

Jadi BLU, Ini Target Museum Nasional Indonesia Sepanjang Tahun 2022

21 May 2022   |   06:56 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Museum Nasional Indonesia memiliki target kinerja sebesar Rp14,01 miliar sepanjang tahun ini. Berbagai upaya dilakukan oleh museum guna mencapai target tersebut, dari memberikan layanan yang prima, menggandeng investor, hingga menetapkan tarif untuk sejumlah layanan mengingat status museum yang telah menjadi BLU.
 
Plt. Kepala Museum Nasional Indonesia Sri Hartini mengatakan target tersebut tidak akan tercapai jika museum hanya mengandalkan karcis masuk dan sewa aset yang dimiliki oleh Museum Nasional Indonesia guna meraih target kinerja.
 
“Tahun ini [Target] Rp14,010 miliar,” katanya kepada Bisnis.
Baca juga: Status Museum Nasional Jadi BLU, Ini Kata Kurator 

Dia menuturkan Museum Nasional Indonesia  tengah meyakinkan sejumlah pihak untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi di Museum Nasional Indonesia dalam bentuk kerja sama untuk mencapai target kinerja sepanjang tahun ini.
 
Museum akan “menjual” produk-produk yang ada di museum dan meyakinkan apa saja yang akan didapat oleh pihak-pihak tertentu ketika menanamkan modal yang dimiliki di Museum Nasional Indonesia.
 
Salah satu contoh perusahaan yang dapat diajak kerja sama adalah perusahaan produsen layar monitor atau televisi. Perusahaan tersebut dapat menjadi bagian dengan menyediakan layar monitor untuk menampilkan video presentasi koleksi yang dimiliki oleh Museum Nasional Indonesia.
 
Melalui penyebutan bahwa layar yang digunakan dalam presentasi dari perusahaan tertentu, maka pengunjung akan aware terhadap produk layar yang digunakan tersebut.
 
Museum Nasional Indonesia telah merekrut sumber daya manusia – sumber daya manusia profesional yang mumpuni untuk menarik investor menanamkan modal yang mereka miliki di Museum Nasional Indonesia, dan menjalin kerja sama.
 
Saat ini, Museum Nasional Indonesia juga telah memberlakukan tarif bagi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan aset-aset dimiliki oleh museum, seperti ruang pameran temporer, teater, atau zona-zona tertentu yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pemasukan.
 
Dia mencontohkan zona 1 di ruang kaca memiliki tarif sebesar Rp3 juta per meter. Sementara ruang temporer sebesar Rp6 juta per hari.
 
Selain pemanfaatan aset, Museum Nasional Indonesia juga akan memberikan tarif terhadap sejumlah layanan-layanan yang ada, seperti pameran tetap yang ada di Gedung A dan B, Ruang Imersif, pameran temporer, layanan teater, perpustakaan, dan layanan-layanan lainnya.
 
Saat ini usulan besaran tarif layanan yang akan diterapkan kepada masyarakat untuk layanan-layanan tersebut sudah disetujui di Kementerian Keuangan, dan tinggal menunggu penetapan dari menteri keuangan.
 
Dia menuturkan usulan besaran tarif layanan yang diajukan ke Kementerian Keuangan memiliki rentang untuk setiap layanan. Setelah rentang usulan tarif disetujui, Museum Nasional Indonesia akan kembali melakukan penetapan tarif untuk layanan sesuai dengan rentang tarif tersebut.
 
Museum Nasional Indonesia mengadakan riset selama 6 bulan sebelum mengajukan besaran tarif yang telah diajukan ke Kementerian Keuangan. Dalam riset tersebut, Museum mengambil lebih dari 1.000 sampel dan dari berbagai daerah di luar Jakarta, seperti Yogyakarta.
 
 “Lebih [1.000 sampel], makanya sampai berbulan-bulan enggak selesai. Memang mengolah itu lama juga,” katanya.
 
Jadi, lanjutnya, rentang usulan tarif layanan yang diusulkan oleh Museum Nasional Indonesia ke Kementerian Keuangan sudah memperhatikan kemampuan dan keinginan masyarakat untuk membayar ketika masuk ke Museum Nasional Indonesia.
 
Dalam riset tersebut, ujarnya, terdapat penilaian responden bahwa tiket masuk Museum Nasional Indonesia sebesar Rp5.000 sangat kecil mengingat tidak jarang responden tersebut mengeluarkan uang sebesar Rp5.000 ketika harus ke toilet umum.
 
Responden dalam survei menyebutkan kesanggupan untuk membeli tiket beragam, seperti Rp20.000, Rp25.000, Rp50.000, dan sebagainya.
 
Dia menuturkan Museum Nasional Indonesia dengan koleksi-koleksi yang ada adalah sebuah rumah peradaban Nusantara yang harus diapresiasi oleh masyarakat betapa luhurnya warisan para leluhur Indonesia pada zaman dahulu.
 
Baca juga: Hari Museum Nasional, Ini 5 Alasan Pentingnya ke Museum

Saat ini, lanjutnya, tarif masuk di salah satu museum swasta yang ada di Indonesia lebih tinggi dari Museum Nasional Indonesia. Tidak hanya itu, di sejumlah negara seperti Singapura, tarif yang dikenakan kepada pengunjung untuk masuk museum juga tidak murah.
 
Kemudian, strategi lainnya agar target kinerja yang telah ditetapkan dapat tercapai adalah dengan memberikan layanan yang prima kepada masyarakat sehingga masyarakat merasa puas ketika berkunjung.
 
Salah satu contoh kecil adalah terkait dengan petugas keamanan. Petugas keamanan perlu mengetahui apa saja yang ada di museum dan harus mampu bersikap ramah terhadap setiap pengunjung.
 
“Apalagi pemandu. Tidak bisa [Jika tidak ramah]. Ini luar biasa untuk perubahan, tidak hanya perubahan pengelolaan keuangan. Tapi perubahan mindset kita,” katanya.
 
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda berharap penetapan Museum Nasional Indonesia menjadi BLU dapat membuat layanan museum mengalami peningkatan, sangat prima, dan mampu memperoleh pendapatan untuk menghidupkan museum.
 
“Kita berharap Museum Nasional Indonesia tata kelolanya menjadi internasional. Tentu akan lebih mudah ketika menggunakan pola BLU,” katanya.  
 
Alasan Museum Nasional Indonesia mendapatkan status sebagai badan layanan umum di antara yang lainnya lantaran memiliki sejumlah potensi, seperti gedung dan koleksi-koleksi yang ada di Museum Nasional Indonesia - yang sangat banyak dan dari periode yang sangat lama.
 
Gedung-gedung yang dimiliki oleh Museum Nasional Indonesia bisa menjadi tempat bagi sejumlah pihak untuk melakukan kegiatan, seperti rapat atau kegiatan lainnya.
 
Sementara  koleksi-koleksi yang terdapat di Museum Nasional Indonesia, yang selama ini belum terekspos, bisa dikembangkan. Koleksi-koleksi itu akan dinarasikan ulang menjadi pengembangan pengetahuan pada saat ini.


Editor: Gita Carla

SEBELUMNYA

Car Free Day Jakarta Mulai Lagi Akhir Pekan Ini, Catat Lokasinya

BERIKUTNYA

Suara Kayu Gandeng Fiersa Besari Merilis Single 'Tak Perlu Ada Senja'

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: