Roblox (dok. Roblox Corp)

Roblox Tutup Aplikasi Versi Lokal di China 

11 January 2022   |   22:27 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Permainan video gim Roblox diketahui telah menutup aplikasi seluler versi China di negara tersebut yang dinamai LouBuLeSi, baik untuk para pengguna iOS maupun Android. Ini memperpanjang daftar penutupan sejumlah gim populer di pasar Negeri Panda tersebut. 

Laporan TechCrunch menyatakan bahwa aplikasi LouBuLeSi akhirnya ditutup setelah beroperasi sekitar 5 bulan setelah peluncurannya di China. Aplikasi tersebut merupakan kerjasama Roblox dengan Tencent selaku perusahaan gim lokal. 

Gim tersebut secara resmi dikeluarkan dari toko aplikasi pada pengujung tahun lalu dalam sebuah postingan di situs web China. Postingan itu berisi ucapan terima kasih kepada para pemain karena telah berpartisipasi dalam perilisan produk. 

Juru bicara Roblox James Kay menyatakan bahwa tahun lalu, perusahaannya meluncurkan Roblox China yang juga dikenal sebagai LuoBuLeSi dengan visi untuk membangun dunia virtual dengan pengalaman tiga dimensi yang imersif. 

“Sangat penting bahwa kami sekarang melakukan investasi yang diperlukan, termasuk investasi dalam arsitektur data untuk mewujudkan visi jangka panjang LuoBuLeSi,” katanya kepada The Verge. 

Sayangnya, dia tidak banyak mengungkap alasan di balik penghapusan aplikasi tersebut di wilayah China. Hanya saja, perusahaan menyatakan bahwa platform akan dibangung kembali dan berpotensi dirilis ulang pada masa mendatang. 

Sementara itu, laporan dari Financial Times menyatakan bahwa aplikasi Roblox versi China menghadapi tantangan yang besar. Ini termasuk persaingan dengan kompetitor seperti Reworld yang dikembangkan oleh ByteDance. 

Selain itu, tentunya platform itu menghadapi tantangan yang lebih besar terkait dengan standar peraturan industri gim China yang kian ketat dalam beberapa waktu terakhir. Diketahui, Roblox versi negara itu juga mendapatkan sejumlah penyensoran fitur. 

Sebagai informasi, penutupan Roblox China menandai penghentian tiba-tiba gim populer lainnya di negara tersebut. Belum lama ini, raksasa permainan video Epic Games juga menutup permainan Fortnite lokal tanpa banyak penjelasan. 

[Baca juga: Game Fortnite China tutup server

Lebih lanjut, versi global dari layanan distribusi gim digital yakni Steam juga tampaknya dilarang di China pada tahun lalu. Ini menyisakan akses terhadap platform Steam lokal yang baru memiliki sedikit portofolio permainan. 

[Baca juga: China banned layanan Steam global] 

Sejumlah penutupan gim dan pengetatan ekstra terhadap industri di dalam negerinya, dilakukan oleh regulator China yang menyatakan bahwa video gim merupakan candu spiritual bagi kelompok anak-anak dan remaja. 

Upaya pengetatan ini diterjemahkan dalam berbagai kebijakan praktis termasuk pembatasan waktu layar anak-anak hanya 3 jam per minggu, pemberlakuan jam malam bagi para pengguna kelompok anak untuk mengakses konten gim. 

Raksasa teknologi negara itu, seperti Tencent juga sebelumnya diketahui tengah mengembangkan verifikasi wajah sebelum bermain gim untuk produk di bawah naungannya. Hal ini dilakukan untuk mematuhi pemerintah dalam upayanya mengekang dan mengurangi fenomena kecanduan video gim. 


Editor : Gita

SEBELUMNYA

6 Pilihan Investasi Syariah yang Aman untuk Pemula

BERIKUTNYA

TikTok x Najwa Shihab Ajak Berbagi Kebahagiaan lewat Konten

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: