Ilustrasi bermain media sosial (dok. Freepik)

Riset: Snapchat hingga TikTok Bisa Tingkatkan Depresi pada Orang Dewasa

30 November 2021   |   11:10 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Semenjak kehadirannya, media sosial kerap dikaitkan dengan kesehatan mental. Penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa menggunakan platform sosial media seperti Snapchat, Facebook, atau TikTok memiliki kaitan dengan kemungkinan yang lebih besar mengalami gejala depresi.

Peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa model algoritma yang disesuaikan, yang digunakan Snapchat, Facebook, dan Tiktok secara signifikan terkait dengan peningkatan gejala depresi yang dilaporkan responden.

Dalam survei tersebut, lebih dari 5.000 orang dengan gejala minimal pada survel awal melaporkan penggunaan Snapchat, Facebook, atau TikTik lebih mungkin melaporkan peningkatan gejala depresi pada survei selanjutnya.

"Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial tertentu mendahului memburuknya gejala depresi," catat para peneliti.

(Baca juga: Wow, TikTok Makin Banyak Diadaptasi dalam Smart TV)

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open itu, tim memasukkan data dari 13 gelombang survei yang dilakukan kira-kira setiap bulan antara Mei 2020 sampai Mei 2021 dengan peserta individu berusia 18 tahun ke atas.

Dalam penelitian ini, responden ditanyai apakah mereka menggunakan situs atau aplikasi media sosial seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, Pinterest, TikTok, Twitter, Snapchat, hingga YouTube.

Responden juga diminta untuk mengidentifikasi sumber berita terkait Covid-19 yang mereka konsumsi dalam 24 jam terakhir, yang digunakan sebagai proksi untuk sumber berita secara lebih umum.

Mereka juga diminta untuk mengidentifikasi dukungan sosial yang tersedia di sekitar mereka serta pertemuan tatap muka denagn non-anggota rumah tangga, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang penggunaan media sosial dan dampaknya.

Hasilnya menunjukkan di antara responden survei yang pada awalnya tidak melaporkan gejala depresi, penggunaan media sosial dikaitkan dengan kemungkinan peningkatan gejala depresi berikutnya, setelah penyesuaian indikator sosiodemografi dan sumber berita.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Tom Holland Tetap Jadi Spider-Man, Tak Berakhir di Spider-Man: No Way Home

BERIKUTNYA

Yuk Coba Brain Gym untuk Melatih Tubuh & Pikiran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: