Ilustrasi ban mobil (dok: Unsplash/Obi Onyeador)

Wajib Tahu, Pentingnya Rotasi Ban Mobil untuk Kenyamanan & Keamanan Berkendara

29 October 2021   |   10:50 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Ban merupakan bagian mobil yang memerlukan perawatan secara berkala. Rotasi ban mobil menjadi salah satu hal yang perlu kalian perhatikan agar pengalaman berkendara lebih aman dan nyaman serta menghemat biaya perawatan dan ban mobil menjadi lebih awet.

Merotasi ban maksudnya adalah menukar posisi ban yang awalnya berada di depan menjadi di belakang, atau sebaliknya. Biasanya ban depan memiliki usia pemakaian yang lebih pendek dibandingkan dengan ban belakang karena roda depan berkaitan dengan mekanisme pengemudi.

Namun, perlu kalian ketahui bahwa tidak semua jenis ban dapat dirotasi. Ban yang dapat dirotasi yaitu ban mobil dengan jenis full size. Sementara untuk ban yang tidak bisa dirotasi yaitu ban mobil jenis temporary atau ban serep.

(Baca juga: Pilih Mobil FWD atau RWD? Simak Dulu Kelebihan dan Kekurangannya)

Ban full size merupakan ban yang memiliki kesamaan dari segi bentuk, ukuran, dimensi, hingga pelek yang digunakan dengan ban yang sudah terpasang. Ban cadangan jenis full size ini juga dapat dilibatkan untuk merotasi ban pada mobil. 

Ban temporary merupakan jenis ban yang sangat berbeda dengan ban utama yang sudah terpasang pada mobil mulai dari bentuk, ukuran, dan dimensi. Umumnya, ban temporary memiliki pelek yang lebih kecil. Ban ini biasanya digunakan sebagai ban cadangan untuk keadaan yang darurat.

Adapun, tujuan utama melakukan merotasi ban yaitu untuk meratakan keausan. Ban yang memiliki tingkat keausan tidak merata akan berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan bagi pengendara. Tingkat aus yang berbeda disebabkan karena penggunaan ban depan dan belakang yang berbeda.

(Baca juga: Musim Hujan Tiba, Kapan Waktu yang Tepat untuk Ganti Ban Mobil?)

Ban yang sudah mengalami keausan akan mudah selip yang disebabkan karena kondisi jalan licin dan jarak pengeremannya menjadi panjang. Ban yang sudah aus akan membahayakan pengemudi mobil dan orang lain.

Titik keausan yang merata akan membuat ban seimbang dan membuat pengendara mobil lebih nyaman.

Biasanya, ban mobil depan lebih cepat aus daripada ban mobil belakang. Hal ini disebabkan karena ban mobil depan lebih banyak digunakan untuk pengereman sehingga lebih banyak gesekan.

Ban yang tidak dirotasi ketika sudah aus, maka usia pemakaiannya tidak akan bertahan lama. Merotasi ban berfungsi untuk menambah usia pemakaian ban menjadi lebih panjang.

(Baca juga: 5 Penyebab Kopling Mobil Bunyi)

Tujuan lain dari merotasi ban yaitu agar mengetahui tekanan ban dan kerusakan yang terjadi pada ban tersebut.

Ban yang digunakan secara bersamaan tidak menjamin tingkat keausan akan merata. Tingkat keausan pada mobil tergantung dengan cara Anda saat mengemudi, beban kendaraan, serta kondisi pada kaki-kaki mobil. Semakin berat beban kendaraan, maka tingkat keausannya semakin cepat.

Rotasi ban dilakukan ketika tingkat keausan sudah terlihat. Waktu normal untuk merotasi ban ketika penggunaan sudah mencapai enam bulan atau disesuaikan dengan kondisi ban.

Rotasi ban mobil dapat dilakukan ketika mobil sudah menyentuh jarak 10.000 km untuk kecepatan normal. Namun, untuk mobil yang digunakan dengan kecepatan tinggi sebaiknya melakukan rotasi ketika mencapai jarak 5.000 km.

Ban mobil yang dipakai dengan kecepatan tinggi, membuat tingkat keausannya akan lebih cepat. Merotasi ban juga dapat dilakukan bersamaan dengan servis berkala.

Semakin sering merotasi ban maka akan semakin baik. Merotasi ban juga dapat dilakukan sebelum mobil menempuh jarak 5.000 km. Ban mobil yang jarang diperiksa kelurusan dan keseimbangannya sebaiknya lebih sering untuk merotasi bannya.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Tips Mudah Memasak Pasta ala Chef Martin Praja

BERIKUTNYA

Intip Penampakan Daratan Planet Mars dari Dekat

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: