Ilustrasi perlengkapan ibu dan bayi Kuma-Kuma. (Sumber foto: Hypeabis.id/Dewi Andriani)

Bisnis Kebutuhan Ibu & Anak Kian Prospektif Didorong Perubahan Perilaku Konsumen Ibu Muda

03 December 2025   |   12:36 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pasar kebutuhan ibu dan anak menjadi salah satu kategori ritel yang paling resilien di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, segmen ini terus mencatat pertumbuhan stabil di tengah perekonomian yang melambat, perubahan perilaku konsumen hingga meningkatnya kompetisi brand lokal maupun global

Kris Geminianto, Direktur PT Kusuma Kencana Khatulistiwa (Kuma-Kuma) mengatakan, kategori ibu dan anak mengalami perubahan drastis dibanding 10–20 tahun lalu. Jika sebelumnya keputusan belanja cenderung praktis dan mengutamakan barang warisan dari anak pertama ke anak berikutnya, kini pola konsumsi jauh lebih independen.

Baca juga: Cara Bijak Menggunakan Paylater untuk Kebutuhan Rumah Tangga

“Ibu-ibu cerdas sekarang spend money-nya lebih berani. Selesai anak pertama, mereka beli lagi untuk anak kedua dan ketiga. Tidak lagi semua diwariskan. Ini membuat industri bayi berkembang sangat positif,” ujarnya.

Dia mencontohkan kategori produk saat itu masih sangat sederhana misalnya saja gendongan tradisional, bedong satu tipe, hingga handuk konvensional. Namun, saat ini, semua kategori memiliki inovasi dan rentang harga yang luas.

“Gendongan dari yang Rp80.000 sampai jutaan juga ada. Bedong pun jenisnya banyak: instan, otomatik, berbahan khusus. Variasinya semakin besar dan itu sangat baik untuk industri,” katanya.

Kuma-Kuma, brand lokal yang sudah beroperasi 25 tahun dan hadir di gerai besar seperti Sogo, Metro, Aion, hingga Baby & Kids, melihat kepercayaan konsumen lokal terhadap brand lokal meningkat.

“Kami tidak terlalu khawatir dengan brand luar yang masuk secara resmi. Kualitas kami sudah terbukti. Justru produk luar kadang tidak cocok untuk iklim tropis Indonesia,” jelas Kris.

Menurutnya, banyak produk luar negeri dikembangkan untuk negara 4 musim, sehingga materialnya kurang sesuai untuk suhu lembap panas di Indonesia. “Brand luar memang kuat secara nama, tapi itu tidak otomatis berarti lebih cocok untuk bayi Indonesia,” tegasnya.

Produk terlaris Kuma-Kuma saat ini adalah handuk bayi non-aromatic dan bantal guling Tencel, yang diminati karena kelembutannya dan keamanan bagi kulit sensitif. Konsumen juga menunjukkan loyalitas tinggi sehingga banyak yang kembali membeli saat anak bertambah besar.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Mengintip Pola Latihan Petenis Janice Tjen hingga Berprestasi Internasional

BERIKUTNYA

Manfaat Tersembunyi Multilingualisme untuk Menjaga Kesehatan Otak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga