Mengintip Pola Latihan Petenis Janice Tjen hingga Berprestasi Internasional
02 December 2025 |
20:17 WIB
Performa gemilang petenis muda asal Indonesia, Janice Tjen, di turnamen internasional bukan datang secara kebetulan. Di balik servis cepat dan pukulan akuratnya, Janice adalah sosok atlet yang disiplin terhadap jadwal latihan dan pola makannya untuk mendukung performanya di atas lapangan.
Janice mengungkapkan bahwa jadwal latihannya tidak selalu sama setiap hari, karena disesuaikan dengan kemampuan atau aspek permainan yang ingin ia tingkatkan. Namun, untuk latihan harian yang bersifat rutin, ia biasanya mengalokasikan waktu hingga lima jam.
Baca juga: Petenis Indonesia Janice Tjen Raih Juara Kedua di WTA Sao Paulo Brasil 2025
Durasi tersebut bukan berarti lima jam penuh berada di lapangan tenis. Dirinya biasanya membagi waktu tersebut ke dalam beberapa bagian latihan yang berbeda, sehingga setiap sesi punya fokus dan intensitasnya masing-masing.
"Satu jam sebelum latihan, aku biasanya mulai penasaran. Ini aku lakukan buat body preparation," ungkapnya dalam acara pengumuman kolaborasi Japfa Food Indonesia dengan Janice Tjen bertajuk The Champion’s Choice: Where Protein Meets Performance di Jakarta.
Pemanasan yang dilakukan dengan durasi cukup panjang bukan tanpa tujuan. Sebab, menurut petenis yang kini peringkat 53 dunia tersebut, tahap ini merupakan bagian penting dari keseluruhan latihan. Dalam sesi ini, Janice biasanya menggabungkan berbagai jenis gerakan untuk mempersiapkan tubuhnya secara optimal.
Rangkaian pemanasan tersebut dimulai dari mobility, stretching, hingga muscle activation. Setelah itu, dia melanjutkannya dengan dynamic warm-up, seperti jogging dan gerakan side step, sebelum masuk ke latihan inti.
"Setelah itu, baru ke menu latihan utamanya. Biasanya latihan tenis itu sekitar 2 jam, kadang 2,5 jam, atau bisa sampai 3 jam," imbuhnya.
Latihan tidak berhenti sampai di sesi teknik saja. Setelah itu, Janice biasanya mengambil waktu untuk beristirahat dan makan siang terlebih dulu sebelum melanjutkan latihan yang berfokus pada penguatan fisik. Sesi tambahan ini umumnya berlangsung sekitar satu jam.
Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, ia selalu menutupnya dengan cooling down sebagai tahap yang wajib dilakukan untuk membantu tubuh kembali rileks dan mencegah cedera.
Selain latihan, ia juga berusaha meningkatkan performanya dengan menjaga pola makan secara konsisten. Nutrisi yang tepat menjadi bagian penting dari latihannya.
“Nutrisi yang tepat sangat penting untuk performa saya, baik saat latihan intens maupun masa pemulihan. Produk JAPFA memberikan asupan protein hewani berkualitas yang saya butuhkan untuk menjaga daya tahan dan performa,” tambahnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Janice mengungkapkan bahwa jadwal latihannya tidak selalu sama setiap hari, karena disesuaikan dengan kemampuan atau aspek permainan yang ingin ia tingkatkan. Namun, untuk latihan harian yang bersifat rutin, ia biasanya mengalokasikan waktu hingga lima jam.
Baca juga: Petenis Indonesia Janice Tjen Raih Juara Kedua di WTA Sao Paulo Brasil 2025
Durasi tersebut bukan berarti lima jam penuh berada di lapangan tenis. Dirinya biasanya membagi waktu tersebut ke dalam beberapa bagian latihan yang berbeda, sehingga setiap sesi punya fokus dan intensitasnya masing-masing.
"Satu jam sebelum latihan, aku biasanya mulai penasaran. Ini aku lakukan buat body preparation," ungkapnya dalam acara pengumuman kolaborasi Japfa Food Indonesia dengan Janice Tjen bertajuk The Champion’s Choice: Where Protein Meets Performance di Jakarta.
Pemanasan yang dilakukan dengan durasi cukup panjang bukan tanpa tujuan. Sebab, menurut petenis yang kini peringkat 53 dunia tersebut, tahap ini merupakan bagian penting dari keseluruhan latihan. Dalam sesi ini, Janice biasanya menggabungkan berbagai jenis gerakan untuk mempersiapkan tubuhnya secara optimal.
Rangkaian pemanasan tersebut dimulai dari mobility, stretching, hingga muscle activation. Setelah itu, dia melanjutkannya dengan dynamic warm-up, seperti jogging dan gerakan side step, sebelum masuk ke latihan inti.
"Setelah itu, baru ke menu latihan utamanya. Biasanya latihan tenis itu sekitar 2 jam, kadang 2,5 jam, atau bisa sampai 3 jam," imbuhnya.
Latihan tidak berhenti sampai di sesi teknik saja. Setelah itu, Janice biasanya mengambil waktu untuk beristirahat dan makan siang terlebih dulu sebelum melanjutkan latihan yang berfokus pada penguatan fisik. Sesi tambahan ini umumnya berlangsung sekitar satu jam.
Setelah seluruh rangkaian latihan selesai, ia selalu menutupnya dengan cooling down sebagai tahap yang wajib dilakukan untuk membantu tubuh kembali rileks dan mencegah cedera.
Selain latihan, ia juga berusaha meningkatkan performanya dengan menjaga pola makan secara konsisten. Nutrisi yang tepat menjadi bagian penting dari latihannya.
“Nutrisi yang tepat sangat penting untuk performa saya, baik saat latihan intens maupun masa pemulihan. Produk JAPFA memberikan asupan protein hewani berkualitas yang saya butuhkan untuk menjaga daya tahan dan performa,” tambahnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.