Diskusi bertema Come Back Stronger: The Smarter The Recovery, The Better The Comeback! pada acara IdeaFest 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

IdeaFest 2025 Angkat Pentingnya Recovery sebagai Bagian Penting dalam Berolahraga

01 November 2025   |   12:53 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Dalam dunia olahraga yang serba kompetitif, banyak orang beranggapan bahwa kunci peningkatan performa terletak pada seberapa keras seseorang berlatih. Padahal, rahasia di balik tubuh yang kuat dan performa meningkat adalah recovery yang dilakukan dengan baik.

Dalam dunia olahraga yang serba kompetitif, banyak orang beranggapan bahwa kunci peningkatan performa terletak pada seberapa keras seseorang berlatih. Padahal, rahasia di balik tubuh yang kuat dan performa meningkat adalah recovery yang dilakukan dengan baik.

Baca juga: Belajar dari Thailand & Korea, Diplomasi Kuliner Indonesia Mendapat Sorotan di IdeaFest 2025

Proses pemulihan ini bukan hanya soal istirahat, tetapi bagian penting dari perjalanan tubuh untuk beradaptasi dan akhirnya punya daya tahan yang lebih baik.  Topik ini menjadi sorotan menarik dalam sesi di IdeaFest 2025 dengan menghadirkan para ahli lintas disiplin.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik Universitas Indonesia Clements mengatakan ketika seseorang melakukan aktivitas seperti olahraga, latihan, atau kegiatan lain yang melibatkan fisik yang sedang ke berat, sesungguhnya tubuh tidak menyukai kondisi tersebut. Tubuh manusia, katanya, secara fisiologis ingin selalu berada dalam kondisi seimbang atau homeostasis.

Clements mengatakan saat berolahraga, sebenarnya kita sedang memaksa tubuh keluar dari keseimbangan itu. Misalnya, dalam latihan beban terjadi perubahan struktural mikroskopik pada sel otot, begitu pula pada latihan endurance. Semua hal itu menyebabkan stres fisiologis pada tubuh.

Jika stres tersebut berlangsung terus-menerus tanpa pengelolaan yang baik, efeknya bisa muncul risiko cedera. Namun, bila diberikan dalam dosis yang sesuai, tubuh akan beradaptasi. Adaptasi ini, katanya, terjadi justru lebih banyak pada saat recovery.

"Selama latihan, kita sebenarnya sedang 'menyiksa' tubuh, tetapi saat recovery, tubuh beristirahat untuk menjadi lebih kuat, cepat, dan tangguh. Jadi, pertumbuhan dan peningkatan performa justru terjadi saat recovery, bukan saat latihan," ungkap Clements.
 

Medical Doctor, Physical Medicine & Rehabilitation Specialist, Lecturer at Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Clements

Medical Doctor, Physical Medicine & Rehabilitation Specialist, Lecturer at Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Clements. (Sumber foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Dia menambahkan, hal yang sama berlaku dalam injury recovery, proses penyembuhan dan perbaikan jaringan tubuh berlangsung selama masa pemulihan. Oleh karena itu, recovery memiliki peran krusial dalam olahraga, baik bagi atlet profesional maupun penggemar kebugaran.

Sementara itu, Pendiri Rehab Physiotherapy Iqbal mengatakan recovery sering kali masih disalahpahami oleh masyarakat. Banyak yang menganggap pemulihan berarti berhenti total dari aktivitas fisik. Padahal, dalam fisioterapi modern, pendekatan yang digunakan justru sebaliknya, yakni active recovery

“Dalam era rehabilitasi modern, kami tidak lagi hanya menyarankan pasien untuk beristirahat total ketika berada pada fase akut atau fase inflamasi,” ujarnya.

Menurut Iqbal, fase awal cedera atau inflamasi justru menjadi momen penting bagi fisioterapis untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Saat ini, katanya, fisioterapis tidak hanya berfokus pada menghilangkan rasa nyeri, tetapi juga menjaga agar kekuatan otot tidak menurun, serta mempertahankan koordinasi tubuh.

Dengan pendekatan ini, pasien memang tidak boleh pasif menunggu pulih, melainkan tetap harus bergerak, tetapi dalam batas aman dan terukur. Dia mencontohkan bahwa dalam olahraga dikenal istilah regresi, yakni proses menyederhanakan gerakan tanpa menghentikan aktivitas sepenuhnya. 

“Dalam olahraga ada istilah regresi. Artinya, saat cedera, gerakan latihan bisa disederhanakan tanpa berhenti total. Dengan cara ini, fungsi otot tidak menurun secara signifikan selama masa pemulihan," ujarnya. 


Recovery Kunci Pertumbuhan Latihan

Pengajar di Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia Teuku Aufra Maretto menilai masih banyak masyarakat, terutama mereka yang baru memulai latihan, belum memahami pentingnya recovery dalam proses kebugaran. Padahal, antusiasme berlebihan justru sering menjadi bumerang. 

Menurutnya, saat ini banyak orang terlalu bersemangat, berlatih setiap hari tanpa jeda, mengikuti berbagai kelas sekaligus, hingga bermain padel berjam-jam. Padahal, recovery merupakan bagian integral dari program latihan yang tidak boleh diabaikan.

Teuku Aufra menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan keseimbangan antara latihan dan istirahat agar dapat beradaptasi secara optimal. “Stimulus latihan yang diberikan terlalu banyak tanpa pemulihan yang seimbang membuat tubuh tidak akan beradaptasi secara positif. Justru yang terjadi bisa stagnasi atau cedera karena beban melampaui kapasitas tubuh,” katanya. 

Fenomena too much too soon atau latihan berlebihan dalam waktu singkat menjadi salah satu penyebab cedera yang paling umum ditemuinya di lapangan. Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa volume latihan memiliki batas optimal, menyerupai bentuk kurva lonceng. 

Artinya, ada titik jenuh yang peningkatan intensitas justru menurunkan performa. Setelah mencapai titik tersebut, tambahan latihan bukan lagi memberikan manfaat, melainkan memperbesar risiko kelelahan dan cedera. Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya memberikan waktu pemulihan agar tubuh dapat menyesuaikan diri dan berkembang dengan sehat.

"Recovery bukanlah jeda yang memperlambat progres, melainkan fase penting untuk memperkuat hasil latihan. Melalui pemulihan yang cukup, tubuh memiliki kesempatan untuk membangun kembali jaringan yang rusak, menyesuaikan sistem metabolisme, serta meningkatkan kemampuan fisik secara menyeluruh," imbuhnya.

Baca juga: Persiapan Sebelum Marathon untuk Hindari Risiko Cedera sampai Kematian Mendadak

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Lakon Pasien No.1, Cermin Satir Negeri yang Sakit dari Indonesia Kita

BERIKUTNYA

Gusti Bhre Ajak Masyarakat Kelola Warisan Budaya Jadi Aset Ekonomi di IdeaFest 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga