7 Tanda Gangguan Leher Ini Harus Diwaspadai
23 January 2022 |
15:16 WIB
Gangguan pada tulang leher tidak boleh disepelekan. Kondisi ini bisa menyebabkan disabilitas yaitu ketidakmampuan melakukan aktivitas sehari-hari mulai dari ringan hingga berat seperti tidak mampu menggenggam barang sekalipun pulpen, hingga tidak mampu berjalan.
Untuk itu, kita harus waspada terhadap gangguan leher yang biasanya dipicu karena terlalu banyak duduk, menunduk melihat layar gawai, ditambah kurangnya aktivitas. Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang dr. Didik Librianto mengatakan ada beberapa tanda gangguan pada tulang leher yang perlu diwaspadai dan harus segera mendapat penanganan dokter.
Apa saja tanda atau kondisi yang perlu diwaspadai dan bisa berdampak pada gangguan tulang leher? Berikut daftarnya.
Untuk itu, kita harus waspada terhadap gangguan leher yang biasanya dipicu karena terlalu banyak duduk, menunduk melihat layar gawai, ditambah kurangnya aktivitas. Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Tulang Belakang dr. Didik Librianto mengatakan ada beberapa tanda gangguan pada tulang leher yang perlu diwaspadai dan harus segera mendapat penanganan dokter.
Apa saja tanda atau kondisi yang perlu diwaspadai dan bisa berdampak pada gangguan tulang leher? Berikut daftarnya.
1. Cedera hebat
Riwayat jatuh, kecelakaan, tertibkan benda berat, kontak fisik, cedera olahraga yang mendahului munculnya nyeri punggung, merupakan penanda kemungkinan cedera tulang belakang dan struktur di sekitarnya.
2. Berat badan turun
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya kata Didik merupakan tanda penyakit infeksi kronis atau tumor ganas.
3. Gangguan saraf
Biasanya timbul nyeri punggung disertai gejala saraf terjepit seperti baal, kesemutan, kelemahan otot, gangguan buang air besar dan kecil, hingga disfungsi seksual.
4. Lansia yang terjatuh
Nyeri punggung pada usia lanjut perlahan terjadi akibat penuaan tulang belakang yang mengakibatkan saraf terjepit. Namun apabila nyeri punggung hebat terjadi setelah cedera ringan seperti jatuh duduk, patut dicurigai patah tulang punggung karena tulang keropos.
5. Demam
Nyeri yang disertai demam hebat dapat dicurigai adanya infeksi pada tulang belakang.
6. Pengguna Narkotika
Pengguna narkotika suntik berisiko mengalami infeksi yang bisa menyebar ke tulang belakang. Diketahui, struktur tulang belakang terdiri dari daerah servikal atau leher, torakal atau punggung tengah, dan lumbar atau punggung bawah alias pinggang.
7. Penggunaan steroid
Didik menyampaikan bahwa penggunaan steroid dalam waktu lama berisiko pengeroposan tulang yang mengakibatkan patah tulang. Steroid juga menyebabkan turunnya daya tahan tubuh yang berisiko infeksi. Kedelapan atau yang terakhir adalah kanker. “Kanker atau tumor ganas dapat menyebar ke tulang belakang,” sebut Didik.
Cara Pengobatan
Untuk pengobatan gangguan pada leher, Didik mengatakan bisa dengan tindakan injeksi di rongga saraf dan akar saraf. Pasien sangat disarankan untuk melakukan senam tulang belakang.
Tindakan lainnya berupa operasi untuk membebaskan saraf terjepit akibat tonjolan bantalan sendi (diskus). Endoskopi juga menjadi opsi untuk membebaskan saraf terjepit di leher. Didik menyebut masa pemulihan dan rawatnya terbilang cepat. “Angka keberhasilan 90-95 persen,” ungkapnya.
Editor: Fajar Sidik
Tindakan lainnya berupa operasi untuk membebaskan saraf terjepit akibat tonjolan bantalan sendi (diskus). Endoskopi juga menjadi opsi untuk membebaskan saraf terjepit di leher. Didik menyebut masa pemulihan dan rawatnya terbilang cepat. “Angka keberhasilan 90-95 persen,” ungkapnya.
Editor: Fajar Sidik
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.