rangkaian perjalanan KOL Familiar ke Bandung (sumber : Air Asia Move)

Gen Z dan Millenial Malaysia Gandrungi Wisata ke Indonesia, dari Kuliner Lokal hingga Brand Indie

30 October 2025   |   20:30 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Tren wisata lintas negara antara Indonesia dan Malaysia terus menunjukkan peningkatan positif. Gelombang wisatawan Malaysia ini didominasi Gen Z dan millennial. Menariknya kehadiran mereka bulan sekadar berlibur tetapi merasakan pengalaman autentik sebagai “orang lokal”, mencicipi kuliner khas, hingga berburu brand fesyen dan kosmetik indie buatan anak negeri.

Tren ini terekam dari hasil kolaborasi antara AirAsia MOVE dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam kampanye terpadu bertajuk #MacamLokal, yang dijalankan sejak Juli hingga Oktober 2025 sebagai bagian dari inisiatif “Wonderful Indonesia”.

Baca juga: Jelajah Kuliner di Old Dubai: Daging Domba Hingga Es Krim Populer

Hasilnya terjadi kenaikan peningkatan sebanyak 2.636 turis asal Malaysia, dengan total kunjungan mencapai lebih dari 68 ribu orang dalam 50 hari.

Kampanye tersebut mengajak wisatawan Malaysia merasakan pengalaman autentik sebagai “lokal Indonesia” dengan menikmati kuliner, budaya, alam, hingga keramahan masyarakat secara langsung.

Program ini menggabungkan pendekatan digital dan luring (offline) yang saling melengkapi mulai dari familiarisation trip bersama KOL Malaysia, promo tiket dan hotel eksklusif di aplikasi AirAsia MOVE, hingga konten digital bertema keindahan Nusantara.

Kampanye mencakup kota-kota utama seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya, serta kota wisata populer Bandung dan Yogyakarta. Tak hanya mendongkrak angka kunjungan, sinergi ini juga berkontribusi pada penguatan industri pariwisata lokal dan pelestarian budaya di tengah dinamika kawasan ASEAN.

“Melalui sinergi antara data, teknologi, dan promosi digital, kami dapat mendorong peningkatan wisatawan asing sekaligus mendukung pertumbuhan industri lokal secara berkelanjutan. Ke depan, AirAsia MOVE berkomitmen memperluas visibilitas pariwisata Indonesia ke lebih banyak daerah dan menarik lebih banyak turis dari kawasan ASEAN,” ujar Arbi Wienandar, Country Head AirAsia MOVE Indonesia.

Data AirAsia MOVE menunjukkan bahwa 74 persen wisatawan Malaysia yang datang ke Indonesia berasal dari kelompok usia 20–44 tahun generasi Milenial dan Gen Z.

Mereka dikenal aktif mencari pengalaman baru dan gemar membagikan momen perjalanan di media sosial, menciptakan efek promosi organik yang kuat untuk destinasi Indonesia.

Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf mengataakn kemitraan dengan AirAsia MOVE menjadi contoh sinergi publik-swasta yang efektif. “Dengan peningkatan lebih dari dua ribu wisatawan Malaysia, kami bisa membaca pola perjalanan dengan lebih tajam dan merancang strategi pemasaran yang lebih relevan,” ujarnya.

Menurut Ayu, pencapaian tersebut bukan hanya soal angka tetapi membangun citra Indonesia sebagai destinasi yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global.

Temuan menarik lainnya adalah meningkatnya minat wisatawan Malaysia terhadap produk lokal Indonesia. Brand kosmetik dan fesyen indie Tanah Air tengah naik daun di kalangan masyarakat Negeri Jiran, bahkan sebagian wisatawan datang khusus untuk berburu kain dan kerajinan lokal.

Tren ini mencerminkan bahwa wisata belanja berbasis pengalaman seperti berinteraksi langsung di pasar tradisional atau mencoba kuliner khas kini menjadi salah satu alasan utama wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia.

Selama periode kampanye, AirAsia MOVE mencatat lebih dari 5.300 pencarian tiket pesawat per hari dari Malaysia menuju kota-kota utama Indonesia seperti Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

Wisatawan Malaysia umumnya menghabiskan waktu 2–3 malam di Indonesia, dengan rata-rata pengeluaran Rp730 ribu per malam untuk akomodasi.

Pola ini menegaskan preferensi terhadap liburan singkat yang tetap ramah di kantong, sekaligus menunjukkan bahwa kemudahan digital kini menjadi faktor utama. Penggunaan platform OTA seperti AirAsia MOVE mempermudah wisatawan dalam mengatur tiket, hotel, hingga aktivitas perjalanan hanya melalui satu aplikasi.

Berdasarkan hasil kampanye #MacamLokal, terlihat jelas bahwa pendekatan berbasis data dan teknologi mampu menghasilkan dampak nyata dalam peningkatan jumlah wisatawan. Selain memperkuat hubungan bilateral di sektor pariwisata, kolaborasi ini juga menjadi model kemitraan publik-swasta yang berkelanjutan.

AirAsia MOVE dan Kemenparekraf berencana melanjutkan sinergi ini ke wilayah ASEAN lainnya, dengan strategi yang lebih personal, digital, dan berbasis pengalaman.

Baca juga: Gastrodiplomasi Bisa Angkat Identitas Kuliner Nusantara ke Panggung Dunia
 

SEBELUMNYA

Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Oat dan Gandum untuk Mulai Hidup Sehat

BERIKUTNYA

Jangan Asal Motret di Ruang Publik, Kementerian Komdigi Ingatkan Bisa Kena UU PDP

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga