Ilustrasi kuliner Indonesia (Sumber gambar: Unsplash)

Gastrodiplomasi Bisa Angkat Identitas Kuliner Nusantara ke Panggung Dunia

25 August 2025   |   18:07 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Jika dulu kuliner hanya dipandang sebagai sajian tradisional, kini perannya makin penting. Gastronomi diakui sebagai aset yang mendorong ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra bangsa. Data Kementerian Ekonomi Kreatif menempatkan subsektor kuliner konsisten di tiga besar bersama fesyen dan kriya.
 
Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif RI Andy Ruswar mengatakan, pada 2024, kontribusi kuliner terhadap PDB ekonomi kreatif tercatat mencapai 42 persen dengan nilai tambah yang melonjak dari Rp224 triliun pada 2013 menjadi Rp644 triliun.

Andy menyebut, angka ini mencerminkan daya saing kuliner Indonesia yang makin kuat di tengah dinamika global. Ini menunjukkan bahwa kuliner tidak hanya menjadi urusan cita rasa, tetapi juga penggerak utama roda ekonomi kreatif nasional.

Baca juga: Punya Potensi Besar, Begini Saran Ekonom agar Kuliner Indonesia Mengglobal
 
Namun, tak menampik, Andy menyebut popularitas kuliner Indonesia kerap menghadapi tantangan berupa klaim dari negara lain atas makanan khas Nusantara. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlindungan melalui kekayaan intelektual menjadi langkah penting.

Pemerintah melalui berbagai lembaga telah memfasilitasi pendaftaran hak paten agar kuliner tradisional tidak mudah ditiru atau diambil alih pihak luar. Proses yang sebelumnya dianggap rumit kini dipersingkat dengan jalur daring dan estimasi waktu kurang dari satu tahun.

“Badan ekonomi kreatif ini juga memfasilitasi IP atau hak paten. Kalau sudah ada IP atau hak patennya itu akan susah [ditiru atau diambil],” katanya.
 
Selain perlindungan hukum, upaya penguatan ekosistem kuliner juga dijalankan melalui kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan sektor swasta. Kerja sama dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, hingga lembaga keuangan dilakukan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat branding kuliner Indonesia.
 
Salah satu program unggulan adalah Indonesia Spice Up The World yang bertujuan menghadirkan bumbu dan menu otentik Indonesia ke restoran-restoran di luar negeri. Andy menyebut, tantangan Indonesia menjadikan gastronomi sebagai alat diplomasi memang masih banyak ditemui. Salah satunya adalah upaya untuk menyamakan standar cita rasa satu jenis makanan yang seragam.

“Sehingga kuliner Indonesia dapat dikenali dengan karakter yang konsisten di berbagai negara,” katanya.
 
Andy mengatakan, strategi gastrodiplomasi sendiri kini menjadi pendekatan yang digunakan dalam diplomasi budaya Indonesia. Makanan digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas bangsa di forum internasional yang menggantikan pendekatan tradisional yang biasanya berfokus pada politik atau seni.

Praktik ini telah diwujudkan dalam berbagai kegiatan seperti jamuan makan bersama para duta besar, hingga penyajian kuliner Nusantara dalam perayaan besar di luar negeri.
 
Kegiatan semacam festival kuliner juga menjadi salah satu bentuk sosialisasi kuliner Nusantara kepada generasi muda agar mereka lebih mengenal ragam makanan tradisional dengan cita rasa autentik. Upaya ini penting sebagai tameng terhadap gempuran budaya kuliner asing yang makin masif.
 
Ke depan, gastrodiplomasi diharapkan dapat menjadikan kuliner Indonesia sebagai wajah bangsa di mata dunia. Andy menyebut, melalui kombinasi perlindungan hukum, penguatan ekosistem, dan strategi promosi yang tepat, kuliner Nusantara berpotensi menyaingi Thailand atau bahkan Korea Selatan yang lebih dahulu sukses dalam diplomasi rasa.

“Indonesia memiliki keunggulan dalam keragaman bumbu dan tradisi yang jika dikemas dengan baik dapat menjadi kekuatan diplomasi budaya yang berkelanjutan,” jelasnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Ada Demo di Gedung DPR/MPR, KRL Arah Rangkasbitung Tunda Perjalanan

BERIKUTNYA

Mobil China Changan Siap Ramaikan Pasar Indonesia dengan Lumin dan Deepal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga