ilustrasi (sumber : Keegan Evans/pexels)

Sering Disalahartikan, Ini Perbedaan Oat dan Gandum untuk Mulai Hidup Sehat

30 October 2025   |   21:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Tren hidup sehat tengah menjadi gaya hidup baru masyarakat urban Indonesia. Mulai dari maraknya olahraga padel, maraton, hingga pola makan berbasis clean eating, kesadaran akan pentingnya menjaga tubuh secara holistik semakin meningkat.

Meski demikian, di tengah gempuran informasi dan tren kesehatan yang tak ada habisnya, banyak orang justru merasa bingung harus mulai dari mana. Sebetulnya, cara paling mudah memulai gaya hidup sehat adalah sesederhana memilih bahan makanan yang tepat setiap hari.

Baca juga: Genhype, Konsumsi Gandum Kurangi Risiko Penyakit Jantung Lho

Salah satu sumber protein yang biasanya dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani hidup sehat adalah biji-bijian utuh, salah satunya oat. Namun, masih banyak masyarakat yang menilai oat sama dengan gandum.

Memang keduanya sama-sama tergolong biji-bijian utuh, tetapi oat dan gandum berasal dari tanaman yang berbeda dan memiliki profil nutrisi yang tidak sama.

Gandum adalah bahan dasar tepung terigu yang umum digunakan untuk membuat roti, mi, dan kue. Sementara itu, oat berasal dari tanaman Avena sativa yang biasanya dikonsumsi utuh dalam bentuk oatmeal, granola, atau bubur.

Esti Nurwanti, S.Gz, RD, MPH, Ph.D, ahli gizi dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, mengatakan bahwa oat termasuk super grain dengan kandungan gizi yang lebih unggul dibanding banyak biji-bijian lainnya.

“Banyak orang belum tahu bahwa oat berbeda dengan gandum. Oat secara alami tinggi protein, kaya serat, rendah gula, dan dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Inilah yang membuat oat sangat cocok bagi mereka yang ingin hidup aktif dan sehat,” jelasnya.

Salah satu kandungan istimewa dari oat adalah beta-glucan, sejenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi oat secara rutin sebagai bagian dari pola makan rendah lemak jenuh dan kolesterol dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Selain itu, kandungan serat pada oat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, mendukung pengelolaan berat badan, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil  sehingga menjadikannya pilihan tepat untuk sarapan maupun camilan sehat.

“Tidak cukup hanya dengan olahraga. Asupan bergizi seperti oat membantu tubuh tetap bertenaga, baik untuk pecinta olahraga seperti padel maupun pekerja kantoran yang butuh menu cepat namun sehat,” tambah Esti.

Sebagai bagian dari komitmen untuk memudahkan gaya hidup sehat, Quaker memperkenalkan Quaker 3in1 sebagai produk inovatif yang menghadirkan kebaikan oat dalam bentuk praktis dan lezat. Hadir dalam tiga varian rasa favorit.

Dengan kandungan tinggi serat, vitamin B kompleks, kalsium, dan vitamin D, serta kadar gula yang lebih rendah, Quaker 3in1 menjadi pilihan tepat untuk sarapan, camilan sebelum olahraga, atau bahan resep sehat sehari-hari.

“Kami percaya gaya hidup sehat harus bisa diakses semua orang dengan cara yang mudah dan menyenangkan,” ujar Rika Sandi, Marketing Director Quaker Indonesia.

Perbedaan kecil dalam memilih bahan makanan ternyata bisa berdampak besar bagi kesehatan. Jika gandum lebih umum digunakan sebagai bahan olahan tepung, oat justru unggul dalam kandungan serat dan protein alami yang mendukung jantung sehat dan energi tahan lama.

 

SEBELUMNYA

Fakta Menarik Ratu Sirikit, Sosok di Balik Takhta Raja Bhumibol Adulyadej

BERIKUTNYA

Gen Z dan Millenial Malaysia Gandrungi Wisata ke Indonesia, dari Kuliner Lokal hingga Brand Indie

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga