Valencia Nathania, pemilik Harlette Beauty (sumber : Harlette Beauty)

Harlette Beauty, Brand Skincare Lokal Berkonsep Superfood yang Tembus Pasar Internasional

04 October 2025   |   15:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah maraknya industri kecantikan Tanah Air, Harlette Beauty hadir dengan mengusung konsep superfood skincare. Brand ini lahir dari pengalaman pribadi sang founder, Valencia Nathania yang sempat berjuang melawan jerawat hingga akhirnya menemukan keajaiban bahan alami, khususnya oat.

Dari pengalaman itulah muncul gagasan untuk menghadirkan produk perawatan kulit dengan konsep superfood skincare, sebuah pendekatan yang menggabungkan nutrisi tinggi bahan pangan dengan inovasi formulasi kecantikan modern.

Tidak butuh waktu lama bagi Harlette Beauty untuk mendapatkan tempat di hati konsumen. Melalui produk andalan seperti Oatmilk Facial Wash dan Oat Probiotic Lightweight Sunscreen, Harlette membuktikan bahwa inovasi berbasis bahan alami bisa bersaing dengan produk skincare besar sekalipun. Dengan harga yang masih ramah di kantong namun kualitas yang terjaga, Harlette menjelma menjadi jenama yang relevan bagi remaja hingga dewasa muda yang mencari skincare clean beauty, aman, dan efektif.

Baca Juga: Tren Konsumsi Matcha Sebagai Superfood, Ini Manfaatnya Menurut Ahli Nutrisi

Dalam wawancara berikut, Valencia bercerita tentang perjalanan awal Harlette, keistimewaan konsep superfood skincare, hingga strategi membawa brand lokal ini bersaing di panggung internasional.


Apa yang membuat Anda tertarik mengembangkan bisnis skincare? Bagaimana Anda melihat prospek bisnis ini di tengah persaingan yang kian ketat?

Aku memulai karena pengalaman pribadi. Dulu aku mengalami masalah kulit berjerawat yang sulit sembuh, hingga akhirnya menemukan manfaat bahan alami buat kulit. Aku coba cari-cari ternyata "oat" bagus banget buat kulit yang berjerawat. Karena aku juga suka makan oatmeal buat sarapan, aku kepikiran untuk menggunakannya di wajah dan ternyata efektif mengurangi jerawat sehingga lahirlah Harlette dengan konsep superfood skincare.

Menurutku, prospek bisnis skincare masih sangat menjanjikan. Kebutuhan masyarakat akan perawatan kulit tidak pernah berhenti, bahkan terus meningkat. Tantangannya adalah bagaimana brand bisa menghadirkan produk yang efektif sekaligus relevan dengan tren masa kini dengan kata lain, inovasi.

Apa yang menjadi keistimewaan Harlette dibandingkan produk sejenis? Bisa dijelaskan konsep superfood skincare?

Keistimewaan Harlette ada pada kombinasi clean beauty, inovasi formulasi, dan kekuatan komunitas. Konsep superfood skincare berarti kami menggunakan bahan-bahan kaya nutrisi seperti antioksidan, vitamin, hingga ekstrak alami yang bukan hanya menyehatkan tubuh, tapi juga terbukti bermanfaat untuk kulit. Jadi, produk kami tidak sekadar skincare, tapi juga memberikan asupan gizi penting untuk kesehatan kulit jangka panjang.

Mengapa memilih oat sebagai bahan utama?

Oat adalah skin whisperer. Kandungan beta-glucan melembapkan, avenanthramides menenangkan kemerahan, dan lipid membantu memperbaiki skin barrier. Dari pengalaman pribadi, jerawat saya membaik setelah rutin menggunakan oat. Itu yang kemudian saya formulasikan menjadi produk skincare agar manfaatnya lebih efektif dan mudah diserap kulit.

Bagaimana Harlette memastikan kualitas, efektivitas, dan keamanan produknya tetap terjaga meski menggunakan bahan alami?

Kami melakukan sourcing ketat dengan memilih bahan-bahan dengan sangat teliti, memilih bahan yang sudah grade kosmetik, dan memiliki data efficacy di setiap bahannya terutama oats. selain itu kami juga menguji stabilitas dari setiap produk dan setiap batch dilakukan quality control agar tetap menjaga kestabilan dan keamanan produk.

Produk apa yang paling inovatif dari Harlette sejauh ini, dan bagaimana penerimaan konsumen?

Ada dua produk unggulan yakni Harlette Oatmilk Facial Wash yakni sabun pembersih wajah dengan butiran oat asli, pertama di dunia yang menghadirkan konsep ini. Meski harganya Rp100 ribu, konsumen tetap setia karena memang cocok untuk kulit sensitif.

Kedua, adalah Harlette Oat Probiotic Lightweight Sunscreen yang menggunakan teknologi encapsulated sunscreen sehingga teksturnya ringan, aman untuk kulit sensitif, sekaligus menjaga skin barrier. Hingga saat ini, respons konsumen sangat positif. Bahkan, facial wash dan sunscreen menjadi produk terlaris hingga kini.

Produk kami juga aman dan dapat digunakan mulai dari umur 10 tahun terutama produk basic karena Harlette diformulasikan dengan bahan yang lembut dikulit, superfood-based skincare dan tidak ada bahan chemical yang terlalu keras untuk remaja

Adapun range harganya mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000 sehingga masih bisa diakses banyak konsumen tanpa mengorbankan kualitas.

Bagaimana strategi marketing yang digunakan Harlette?

Kami mengandalkan pendekatan berbasis komunitas dan konten. Sebagai content creator, saya punya kedekatan dengan audiens, sehingga pemasaran terasa lebih autentik. Kami juga aktif di media sosial, berkolaborasi dengan influencer, serta memaksimalkan platform e-commerce lokal maupun internasional.

Berapa rata-rata penjualan Harlette Beauty per bulan?

Rata-rata produk Harlette Beauty yang terjual kurang lebih 100.000 paket  per bulan dengan produk yang terlaris adalah facial wash dan sunscreen.

Bagaimana Anda melihat peluang bisnis skincare lokal di pasar ekspor, khususnya Eropa dan Amerika?

Potensinya sangat besar. Produk Indonesia kini sudah mampu bersaing dengan brand internasional. Saya memilih langsung ke pasar Eropa dan Amerika karena keduanya merupakan pusat tren kecantikan global. Jika Harlette bisa diterima di sana, peluang menjadi brand global akan terbuka semakin luas. Selain itu, tren Asian Beauty tengah naik, dan ini jadi kesempatan emas bagi brand lokal seperti Harlette.

Persiapan apa saja yang dilakukan untuk membawa Harlette go global?

Kami menyiapkan registrasi legalitas sesuai standar internasional, seperti FDA di Amerika dan regulasi Eropa. Dari sisi kemasan, kami menyesuaikan desain agar sesuai kebutuhan konsumen global. Untuk distribusi, kami bekerja sama dengan partner logistik dan e-commerce terpercaya. Tapi yang paling menantang, saya harus rela tinggal di luar negeri untuk mempelajari pasar dan sistem bisnis, sementara meninggalkan operasional Harlette di Indonesia.

Persaingan di luar negeri sangat ketat. Apa yang membuat Anda yakin Harlette bisa diterima?

Sejak awal, Harlette memang dibangun dengan mimpi go global. Kami percaya diri karena kualitas produk setara dengan brand internasional. Selain itu, tren Asian Beauty yang sudah lebih dulu populer lewat Korea, membuka jalan bagi brand dari Asia Tenggara untuk dilirik.

Apa target dan harapan ke depan untuk Harlette?

Target kami adalah menjadikan Harlette sebagai salah satu brand skincare clean beauty yang dikenal secara global, khususnya di Amerika dan Eropa. Saya juga berharap Harlette bisa menjadi inspirasi bahwa brand lokal punya potensi bersaing di panggung internasional.
 
Baca Juga: Skincare dari Dapur, Cek 6 Nutrisi yang Bikin Kulit Glowing Alami

SEBELUMNYA

Dari Hulu ke Hilir, Kopi Kintamani Berjuang Jaga Kualitas dan Keberlanjutan

BERIKUTNYA

Bandung Design Biennale 2025 Digelar, Cek Jadwal, Tema, dan Rangkaian Acaranya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga