Billy Gamaliel, Program Manager Indonesia Kaya, Bathara Saverigadi Dewandoro, Koreografer Indonesia Menari 2025, Rianto, Maestro Tari Lengger, dan Gianti Giadi, Koreografer dan Pendiri Gigi Art of Dance. (Sumber gambar: Abdurachman/Bisnis)

Sempat Vakum, Indonesia Menari 2025 Kembali Digelar dengan Konsep Baru

30 September 2025   |   18:09 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Sempat vakum sejak 2022, tahun ini Indonesia Kaya kembali menghadirkan ajang tahunan Indonesia Menari 2025. Pada penyelenggaraan yang menjadi edisi ke-10 ini, Indonesia Menari akan hadir serentak di 11 kota di Indonesia pada 12 Oktober 2025. 

Indonesia Menari merupakan gerakan menari bersama di pusat perbelanjaan yang digagas Indonesia Kaya. Sejak pertama kali digelar pada 2012, program ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali dekat dengan beragam tari tradisional Nusantara.

Konsepnya dirancang modern dan menyenangkan, dengan perpaduan irama, gerak, serta kostum yang dikemas kekinian. Hal ini bertujuan agar tari-tarian Indonesia tetap relevan dan dapat diterima oleh generasi muda saat ini. 

Baca juga: Konduktor Wishnu Dewanta Ungkap Tantangan Pertunjukan Beauty and The Beast in Concert 

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, menjelaskan bahwa tahun ini mereka mengusung tema "Menari di Mall". Seluruh rangkaian acara akan dipusatkan di mal-mal indoor di 11 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Tahun ini, kota-kota yang menjadi penyelenggara mencakup Jakarta, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Palembang, Surabaya, Balikpapan, Manado, Bekasi, dan Karawang. Lima di antaranya, yakni Balikpapan, Manado, Bekasi, Karawang, dan Palembang, merupakan lokasi baru yang belum pernah menjadi tuan rumah sebelumnya.

Billy mengaku tak sabar dengan penyelenggaraan edisi ini. Sebab, gelaran kali ini cukup spesial karena sekaligus bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-12 Galeri Indonesia Kaya. 

"2019 kemarin ada di 7 kota, 2020 vakum, 2021 sempat diadakan tetapi virtual, dan 2022 sampai 2024 vakum kembali, lalu kembali hadir tahun ini. Kalau ditanya apa yang membedakan tahun ini, sekarang kotanya lebih banyak, ada 11 kota," ungkap Billy.

Billy menyebut sebenarnya ada rencana membawa acara ke 12 kota, termasuk Bali. Akan tetapi, karena banjir yang terjadi baru-baru ini, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan untuk membatalkan rencana di Bali. 

Kendati demikian, hal itu tak mengurangi antusiasme. Dia menyebut ada sekitar 35 ribu orang yang mendaftar untuk mengikuti Indonesia Menari 2025 di 11 kota tersebut. Namun, karena alasan kuota, nantinya akan ada seleksi hingga menjadi sekitar 9.000 peserta yang akan terpilih. Secara demografis, peserta yang mendominasi berada pada rentang usia 21 hingga 35 tahun.

"Melalui konsep yang segar, inklusif, dengan sentuhan kekinian pada irama, gerak, dan kostum, Indonesia Menari 2025 mencoba membuktikan bahwa warisan budaya dapat terus hidup, relevan, dan dicintai oleh generasi masa kini," imbuhnya.
 

Indonesia Menari 2025 (Sumber gambar: Abdurachman/Bisnis)

Indonesia Menari 2025 (Sumber gambar: Abdurachman/Bisnis)

Koreografer Indonesia Menari 2025, Bathara Saverigadi Dewandoro, menjelaskan bahwa konsep tahun ini akan berbeda dari sebelumnya. Formatnya berupa tarian kelompok dengan jumlah minimal lima orang dan maksimal tujuh orang. 

Dalam kegiatan ini, siapa saja bisa ikut berpartisipasi, baik penari profesional maupun masyarakat umum. Akan tetapi, katanya, ada syaratnya khusus, yaitu peserta mampu mengikuti koreografi yang sudah ditetapkan sesuai dengan konsep awal. 

Pria yang karib disapa Ara ini menyebut nantinya sesi bebas masih bisa dilakukan, tetapi untuk di gerakan pola lantai. Di gerakan tersebut, penampil bisa bebas berekspresi sesuai dengan keinginan. Namun, di luar itu, penari mesti mengikuti konsep awal.

Tahun ini, katanya, Indonesia Menari juga akan makin menarik karena koreografi para penari akan diiringi medley lagu-lagu daerah yang diaransemen oleh musisi Alffy Rev. Terdapat delapan lagu daerah yang dipilih, antara lain "Sinanggar Tulo" dari Sumatera Utara, "Kicir-kicir" dari Jakarta, "Cing Cangkeling" dari Jawa Barat, hingga "Rasa Sayange" dari Maluku.

"Fokus koreografi Indonesia Menari tahun ini, saya ingin memperkenalkan beberapa perbedaan atau detail kecil tarian dari setiap daerah dalam wujud yang hampir serupa, seperti gerakan memutar pergelangan tangan dan posisi jari yang menjadi ciri khas tiap daerah," imbuhnya. 

Setiap kota akan menghadirkan juri yang berbeda, mulai dari maestro tari Rianto di Jakarta hingga seniman senior Didik Nini Thowok di Manado. Kehadiran para juri dari latar belakang yang beragam menunjukkan keterlibatan banyak tokoh penting dalam mendukung acara ini.

Keragaman tersebut juga memperkuat semangat kolaborasi untuk menjaga kelestarian budaya tari Nusantara. Dengan begitu, Indonesia Menari 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang apresiasi seni lintas generasi.

Baca juga: Rangga Riantiarno Pertahankan Tradisi Lagu dan Tari di Pentas Teater Koma Mencari Semar 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Menengok Koleksi Mahasiswa dan Alumni ESMOD Jakarta di Fashion Nation XIX

BERIKUTNYA

Ramai Buku Disita, Simak Sejarah Pelarangan Buku di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga