Penandatanganan MoU pertukaran hak cipta antara Gramedia Pustaka Utama dan Legasi Oakheart (Sumber gambar: Hypeabis.id/Dewi Andriani)

Pertukaran Karya Sastra Indonesia dan Malaysia, Upaya Diplomasi Budaya ala Gramedia

24 September 2025   |   18:31 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Gramedia Pustaka Utama (GPU) kian aktif memperluas jejaring internasional untuk membawa karya sastra Indonesia ke panggung global. Melalui berbagai inisiatif, GPU menegaskan komitmennya untuk menjadikan sastra sebagai jembatan diplomasi budaya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Legasi Oakheart dari Malaysia melalui Rimau Rights Agency dalam ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025.

Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon dan dihadiri oleh perwakilan penerbit, inisiator rights exchange dari Gramedia International dan Rimau Rights.  

Baca juga: Gramedia Jalma Diresmikan, Jadi Ruang Asyik & Kekinian Buat Para Pencinta Buku 

Sistem kerja sama kedua belah pihak adalah pertukaran hak cipta (rights exchange). GPU akan menerbitkan karya Kakak Saya Hidup Semula dari penulis Malaysia Hanif Yusoff, sementara Legasi Oakheart akan menerbitkan buku Tak Ada Asu di Antara Kita karya Joko Pinurbo di Malaysia.

Keduanya merupakan buku yang berisi cerpen yang di dalamnya berisi cerita tentang gejolak sosial, kegelisahaan keluarga, hingga isu kemanusiaan yang dihadapi Masyarakat di negara masing-masing. 

“Kerja sama ini bukan sekadar menerbitkan buku antar dua negara dalam bahasa masing-masing. Lebih dari itu, buku bisa menjadi cara yang lebih organik untuk mempertemukan pembaca, jauh melampaui diplomasi formal,” ujar Mirna Yulistianti, Editor Senior Sastra GPU. 
 

Hypeabis.id/Arief Hermawan P  GRAMEDIA IIBF 2025 Senior Editor Gramedia Pustaka Utama Mirna Yulistianti berpose saat pameran Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025 di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Senior Editor Gramedia Pustaka Utama Mirna Yulistianti berpose saat pameran Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025 di Jakarta, Rabu (24/9/2025). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan) 

Selain buku tersebut, Gramedia Pustaka Utama juga menandatangani MoU dengan PTS Media Group untuk pertukaran hak cipta buku Welcoming Feelings & Booming Gracefully karya Rara Noormega. Serta kerja sama dengan Biblio Press untuk karya berjudul Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring karya Andreas Kurniawan.

Perwakilan Gramedia International, Wedha Stratesti menekankan bahwa inisiatif ini menghadirkan nilai yang lebih luas dari sekadar pertukan hak cipta. Sebab, ketika dua penerbit dari dua budaya bersatu maka bukan hanya buku yang berpindah tangan tapi juga harapan, pemahaman, dan semangat kemanusiaan yang melintasi batas bahasa. 

“Kami percaya, setiap buku yang ditukar adalah jembatan baru yang menghubungkan bangsa,” tuturnya.

Melalui pertukaran hak cipta ini, Indonesia dan Malaysia kembali menegaskan peran sastra sebagai medium diplomasi kultural bukan hanya memperkaya dunia literasi, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa di kawasan Asia Tenggara. 
 

Gramedia Jajaki Pasar Sastra Eropa 

Tak hanya dengan Malaysia, Gramedia juga menjajaki pasar Eropa. Pada Oktober 2025, kumpulan cerita pendek, Budak Setan akan diterbitkan di Italia oleh penerbit Add Editore. Novel Gadis Kretek bahkan tengah dipersiapkan untuk pasar Korea Selatan dan Jepang pada 2026. 

“Setiap bulan, Gramedia International selalu mengeluarkan buletin tentang buku mana yang sudah deal, masih negosiasi, atau tahap review. Rata-rata ada lima sampai sepuluh judul yang masuk tahap kerja sama internasional,” jelas Mirna.

GPU juga berperan aktif dalam persiapan Indonesia sebagai guest of honor di Abu Dhabi Book Fair 2026. Bersama Kementerian Kebudayaan, GPU menyiapkan 20 hingga 30 judul karya sastra Indonesia untuk diterjemahkan ke bahasa Arab.

Buku-buku ini akan dipajang di booth Indonesia sebagai upaya memperkenalkan sastra nusantara di pasar Timur Tengah. “Dengan begitu, karya kita akan lebih mudah dikenali oleh pembaca di negara-negara Arab,” tambah Mirna.

Langkah-langkah ini memperlihatkan strategi Gramedia dalam memperluas pasar sastra Indonesia ke berbagai kawasan dunia, dari Asia Tenggara hingga Eropa dan Timur Tengah. Melalui kolaborasi internasional, sastra Indonesia diharapkan bisa semakin dikenal sekaligus mempererat hubungan antarbangsa lewat diplomasi kultural. 

Baca juga: Gramedia & Kementerian Hukum Gaungkan #LiterasiKaryaAsli Lawan Pembajakan Buku 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Menjadi Bintang Utama Booth AHM di IMOS 2025, Cek Spesifikasi & Fitur New ADV 160

BERIKUTNYA

Tantangan Elang El Gibran Bangun Akting Stillness di Film The Verdict: Keadilan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga