Tampak depan Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Gramedia Jalma Diresmikan, Jadi Ruang Asyik & Kekinian Buat Para Pencinta Buku

04 July 2025   |   20:59 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Setelah sempat mencuri perhatian khususnya para pencinta buku, Gramedia Jalma akhirnya diresmikan pada hari ini, Jumat (4/7/2025). Gramedia Jalma merupakan wajah baru dari toko buku Gramedia Melawai, Jakarta Selatan, yang telah berdiri sejak tahun 1970-an. 
 
Kini, toko buku tersebut hadir lebih kekinian, estetis, sekaligus nyaman bukan hanya untuk membeli buku, tapi juga berinteraksi, diskusi hingga bekerja. Berlokasi di jantung Blok M, Gramedia Jalma memperluas fungsi toko buku menjadi cultural hub, sebagai tempat membaca, berdiskusi, mencipta, dan berjejaring. 
 
Lebih dari sekadar rak-rak buku, Jalma menghadirkan ruang-ruang yang mengundang manusia untuk melambat, meresapi ide, dan bertemu. Dengan harapan, geliat literasi akan terus hidup berpadu dengan seni, musik, film, dan ekspresi kreatif lainnya. 

Baca juga: Cerita Gramedia x Toko Buku Akik Mengembangkan Makarya, Utamakan Browsing Experience 
 

Tampak depan Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Acara grand launching Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Business Development Gramedia Pustaka Utama, Immaculata Adhista, mengatakan Gramedia Jalma merupakan bagian dalam rangka menyambut ulang tahun Gramedia yang ke-55 dan mengangkat narasi 'tumbuh bersama'. Sejalan dengan semangat itu, Gramedia berevolusi dari toko buku konvensional menuju ruang yang lebih relevan dengan ekosistem kreatif masa kini. 

Semangat ini juga hadir dalam proyek sebelumnya, Makarya, yang telah lebih dulu memperkenalkan bentuk toko buku baru yang terbuka dan kolaboratif. Meskipun berbeda bentuk dan lokasi, Jalma dan Makarya berbagi jiwa yang sama yakni menjadikan toko buku sebagai ruang hidup yang berpihak pada manusia, literasi, dan kreasi. 
 
Buku, kata Adhis, bukan lah semata sebuah komoditas jual melainkan awal dari sebuah percakapan. "Buku itu diciptakan oleh orang-orang yang memang ingin menyampaikan sebuah narasi, dan pastinya yang ngerasain hal itu bukan hanya mereka [penulis] tapi juga pembaca. Makanya disitu lah percakapan terjadi," katanya dalam acara grand opening di Gramedia Jalma, Jakarta, Jumat (4/7/2025). 
 

Tampak depan Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Suasana di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Nama 'jalma' diambil dari bahasa Sunda yang berarti manusia. Adhis menjelaskan nama ini lahir dari keinginan Gramedia untuk memberikan ruang bagi tiap individu yang terhubung lewat buku. Setiap pengunjung diajak untuk merasakan pengalaman yang lebih dari sekadar membeli buku, tapi juga bisa bersantai, berkoneksi, dan berekspresi. Sebuah ruang dari dan untuk manusia. 
 
Dia menambahkan Gramedia Jalma juga hadir sebagai upaya untuk mendekatkan lagi pihaknya dengan kalangan pencinta buku khususnya para generasi muda. Bukan menghadirkan toko buku yang kaku, melainkan ruang yang nyaman, estetis, sekaligus inklusif. 

"Jadi ruang itu kita ciptakan di Jalma sehingga orang mau berkenalan lagi dengan buku, dengan cara yang lebih less intimidating gitu," imbuhnya. 
 
Berdasarkan pengamatan Hypeabis.id, Gramedia Jalma benar-benar menghadirkan transformasi total dari toko buku Gramedia konvensional sebelumnya. Rak-rak buku yang biasa ditemukan berubah menjadi lebih besar dan menjulang tinggi yang memberikan kesan penyegaran tersendiri.  

Baca juga: Gramedia & Kementerian Hukum Gaungkan #LiterasiKaryaAsli Lawan Pembajakan Buku
 

Suasana di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Suasana di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Dari pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan ruang khusus yang menyediakan sejumlah peralatan tulis dan crafting lainnya. Di antara rak-rak buku yang ada, hadir sebuah sofa yang bisa digunakan oleh pengunjung baik untuk membaca ataupun sekadar bersantai.
 
Pada bagian kanan dan kiri, terdapat rak-rak buku yang disertai dengan ruang untuk membaca. Selain itu, ada pula ruang khusus untuk anak-anak yang tak hanya menyediakan bacaan, tetapi juga meja dan kursi untuk si kecil dan para orang tua.
 
Di ruang selanjutnya, selain masih dilengkapi dengan rak-rak buku dengan pengaturan yang menarik, ada juga ruang khusus yang bisa difungsikan sebagai co-working space. Termasuk, ruang yang bisa digunakan untuk berbagai acara seperti diskusi.
 

Suasana di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Ruang khusus anak di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Tak ketinggalan, Gramedia Jalma juga terhubung dengan kafe Kopi Aloo yang terhubung dengan connecting door. Selain itu, dihadirkan juga sejumlah book advisor yang akan membantu kebutuhan para pembaca dalam mencari buku yang tepat, bahkan teman untuk berdiskusi bacaan.
 
Salah satu yang menarik, kategorisasi buku di Gramedia Jalma sangat berbeda dengan toko-toko Gramedia konvensional. Pengkategoriannya lebih mengalir berusaha mengikuti kebutuhan preferensi para pencinta buku, seperti nama penulis, genre, hingga isu-isu sosial yang berkembang. Semua pengaturan itu semakin menarik dengan suasana toko buku yang lebih cerah dan segar.
 
Adhis mengatakan setiap segmen atau departemen buku punya pengaturan masing-masing untuk diperkenalkan dan disuarakan kepada para pembaca. Menurutnya, diperlukan penanda-penanda yang menarik untuk mengundang rasa penasaran publik.
 
Dia pun menambahkan bahwa pengaturan tersebut datang dari upaya kolektif, seperti internal Gramedia, penerbit, hingga book advisor. Hal itu dilakukan guna mendapatkan perspektif yang luas dalam menyajikan pengkategorian buku yang lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan pembaca. 
 
"Rak-rak buku kita itu sebenarnya ngobrol, penanda-penandanya memang kita bikin menjadi semacam pemantik percakapan. Misalnya, di area self-help, kita ada [koleksi buku] untuk para pejuang korporat, atau juga rak 'Habitmu Harimaumu'. Jadi itu cara kita untuk memperkenalkan buku kembali sebenarnya," imbuhnya.
 

 

Suasana di Gramedia Jalma di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Sementara itu, Nina Andiana, Manajer Departemen Fiksi dan Anak Gramedia Pustaka Utama, menambahkan Gramedia Jalma merupakan ruang yang memperpanjang usia sebuah karya dan sekaligus menumbuhkan pengalaman literasi lintas generasi. Buku, katanya, tak hanya hadir sebagai objek di rak, tapi sebagai awal percakapan.
 
Di Jalma, karya bisa terus hidup di antara komunitas, pembaca, dan budaya yang terus bergerak. Selain itu, Jalma hadir sebagai ruang yang ramah keluarga dengan tersedianya reading pod khusus anak, yang memungkinkan literasi tumbuh sejak dini dalam suasana yang menyenangkan dan hangat. 
 
"Gramedia Jalma bukan sekadar toko buku. Ia adalah ruang hidup, tempat ide tumbuh, kolaborasi terjadi, dan keingintahuan dirawat," katanya. 

Baca juga: Menilik Sejarah Gramedia, Penerbit & Toko Buku yang Eksis selama Lima Dekade

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Spesifikasi & Harga Redmi Pad 2, Tablet Ramah Anak yang Bisa Jadi Layar Kedua

BERIKUTNYA

Kasus Infeksi Menular Seksual Mengintai Kalangan Remaja, Apa Penyebabnya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: