Elang El Gibran (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Tantangan Elang El Gibran Bangun Akting Stillness di Film The Verdict: Keadilan

24 September 2025   |   20:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Elang El Gibran akan menunjukkan sisi akting yang berbeda dalam film terbarunya, The Verdict: Keadilan. Proyek kolaborasi antara rumah produksi Indonesia dan Korea Selatan ini akan menjadi panggung baru baginya untuk mengeksplorasi karakter kompleks yang minim dialog, tetapi penuh kedalaman emosi.

Dalam trailer resmi yang telah dirilis, Elang tampak memerankan sosok Dika Akbar dengan ekspresi yang penuh misteri. Karakternya terlihat banyak diam. Namun, diamnya itu justru menyimpan berbagai lapisan batin dan pertanyaan yang kuat di baliknya.

Tidak seperti peran-peran sebelumnya, kali ini Elang ditantang untuk menghadirkan akting berbasis keheningan atau stillness. Bagi seorang aktor, hal ini menuntut keterampilan berbeda. Sebab, penonton tetap harus bisa merasakan komunikasi meski tidak ada banyak kata yang terucap dari karakternya itu.

Kendati menantang, Elang mengakui bahwa peran ini menjadi sesuatu yang dia idamkan sejak lama. Menurutnya, ini menjadi ladang eksplorasi baru untuk lebih memperlebar range aktingnya di dunia perfilman.

“Iya, di sini saya banyak momen stillness. Tapi, itu justru jadi salah satu karakter yang saya idam-idamkan sejak lama. Menurutku, menarik aja gitu tipe akting seperti ini, jadi ya ini kayak playground aja buat aku untuk mengeksplorasinya,” ujar Elang. 

Baca juga: Film Keadilan: The Verdict Tandai Kolaborasi Reza Rahadian & Rio Dewanto Setelah 12 Tahun 

Menurutnya, akting minim dialog membuat dia harus mengolah berbagai bahasa lain agar penonton bisa mengetahui gejolak apa yang sedang dirasakan olehnya. Salah satu cara yang dilakukannya ialah dengan memaksimalkan kekuatan tubuh, gestur, serta ekspresi mikro. 

“Di sini saya minim dialog. Jadi, saya harus mainin anggota badan, ekspresi mikro, segala macam untuk bisa tetap ‘berdialog’,” tambahnya. 

Pendekatan akting semacam ini tidaklah mudah, karena tidak semua aktor mampu menyampaikan pesan melalui keheningan dan gestur semata. Sepanjang syuting, Elang pun dituntut membangun intensitas emosi dengan cara subtil, agar audiens tetap bisa merasakan konflik batin tokoh yang dia perankan.

Film The Verdict: Keadilan mengangkat kisah tentang pencarian keadilan dengan nuansa drama hukum dan intrik personal. Dalam konteks cerita itu, karakter Dika Akbar yang dimainkan Elang berfungsi sebagai poros emosional yang memberi kedalaman pada alur. 

Setelah menonton trailer-nya, publik pun kini dibuat penasaran dengan range akting seperti apa yang akan disuguhkan oleh Elang di film ini. Jika berhasil, Elang akan menempatkan dirinya di jajaran aktor yang mampu bertransformasi secara total dan tidak bergantung pada kekuatan dialog. 

Dalam film-film global, pendekatan ini sudah pernah dicoba oleh beberapa aktor dalam karakter film tertentu. Salah satu yang akan selalu diingat adalah gaya Joaquin Phoenix dalam Joker (2019). Dalam film itu, sang aktor kerap menggunakan ekspresi mikro dan bahasa tubuh halus untuk membangun atmosfer emosional yang lebih dalam dibanding kata-kata. 

Jika ditarik ke sana, langkah Elang bisa menjadi pijakan penting untuk menunjukkan bahwa aktor Indonesia pun mampu mengolah seni peran dengan standar global. Dia tidak hanya sekadar bermain di level verbal, tetapi juga merambah ranah komunikasi visual yang lebih universal.

The Verdict: Keadilan menambah daftar panjang film koproduksi lintas negara yang belakangan makin jamak dilakukan oleh sineas-sineas di Asia. Film ini sendiri dibuat dengan melibatkan rumah produksi asal Indonesia, MD Pictures, yang berkolaborasi dengan PH asal Korea Selatan, A Innikor Pictures dan JNC Media Group.
 

Film ini juga mendapat arahan dari dua sutradara lintas negara, yakni Yusron Fuadi dan Lee Chang-hee. The Verdict bercerita tentang Raka (Rio Dewanto), seorang petugas keamanan pengadilan yang jujur merasa gelisah menyaksikan hukum dimanipulasi oleh uang, koneksi, dan kebohongan. 

Hingga akhirnya, istrinya sendiri, Nina (Niken Anjani), pengacara muda yang sedang hamil menjadi korban kejahatan brutal dari anak orang kaya yang mendapat perlindungan dari seorang pengacara licik bernama Timo (Reza Rahadian). 

Terjebak dalam sistem yang korup dan sosial media yang mudah dipengaruhi, Raka perlahan kehilangan keyakinannya, hingga dia pun memutuskan untuk mengambil alih persidangan dengan pistol di tangannya. Film yang naskahnya ditulis Yoon Hyeon-ho ini akan dikemas dalam balutan drama dan thriller.

Film yang dibintangi Rio Dewanto, Reza Rahadian, Niken Anjani, Dian Nitami, Elang El Gibran, Karina Salim, Dimas Aditya, Eduward Manalu, Tyan Anugrah, Vonny Anggraini ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 November 2025.  

Baca juga: Cerita di Balik Kolaborasi Sineas Indonesia-Korea di Film Keadilan: The Verdict 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Pertukaran Karya Sastra Indonesia dan Malaysia, Upaya Diplomasi Budaya ala Gramedia

BERIKUTNYA

Bill Gates Dapat Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo, Apa Kontribusinya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga