Siapa Larry Ellison? Sempat Salip Elon Musk Jadi Orang Terkaya Dunia
12 September 2025 |
06:33 WIB
Nama Larry Ellison belakangan tengah menjadi sorotan. Pria berusia 81 tahun itu sempat menggeser posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Hal ini terjadi setelah kekayaan Ellison dilaporkan naik hingga US$393 miliar pada Rabu (10/9/2025) pagi, menyalip harta Elon Musk yang berada di angka US$385 miliar.
Kenaikan kekayaan Ellison ini disebabkan oleh saham Oracle, perusahaan yang didirikan olehnya, meroket lebih dari 34 persen. Lonjakan tersebut pun membuat kekayaan Ellison meningkat tajam secara mendadak.
Namun, harga saham Oracle kembali turun pada penutupan perdagangan di hari yang sama. Oleh karena itu, Elon Musk pun kembali menjadi orang terkaya di dunia. Sebelum sempat dikalahkan Ellison, posisi Elon Musk benar-benar tak tergantikan. Dia menyandang gelar orang terkaya di dunia selama hampir satu tahun penuh.
Dia bahkan diproyeksikan menerima paket gaji lebih dari US$ 1 triliun, jika berhasil mencapai daftar target ambisius Tesla selama dekade selanjutnya. Namun, pembuat mobil listrik itu memang tengah bergulat dengan kegelisahan investor atas pencabutan inisiatif kendaraan listrik pada era pemerintahan Donald Trump.
Baca juga: Taylor Swift jadi Musisi Wanita Terkaya di Dunia Versi Forbes, Geser Posisi Rihanna
Sementara itu, saham Oracle baru-baru ini terdorong oleh meningkatnya permintaan pada infrastruktur pusat data. Oracle merupakan perusahaan yang menyediakan infrastruktur kunci untuk memenuhi kebutuhan daya komputasi yang sangat besar dari perusahaan AI.
Produk utama perusahaan ini adalah Oracle Database, sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola informasi secara efisien. Oracle menawarkan berbagai layanan dan platform komputasi awan, termasuk Oracle Cloud Infrastructure (OCI).
Secara posisi industri, saat ini Oracle merupakan salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia berdasarkan pendapatan dan kapitalisasi pasar, dan menjadi pemain utama dalam industri teknologi. Oleh karena itu, perusahaan ini pun diprediksi akan mengalami pertumbuhan cepat ke depan.
Kesuksesan besar yang diraih Oracle tak bisa dilepaskan dari sosok Larry Ellison. Dia merupakan salah satu pendiri perusahaan ini dan telah menekuni dunia teknologi serta bisnis sejak usia muda.
Meski tidak menyelesaikan studinya di University of Illinois dan University of Chicago, Ellison kemudian hijrah ke California pada era 1960-an untuk mengejar karier. Setelah pindah, Ellison sempat bekerja di sejumlah perusahaan teknologi.
Salah satunya adalah Ampex Corporation, sebuah perusahaan elektronik yang mengembangkan perangkat rekaman data untuk pemerintah Amerika Serikat. Di Ampex, Ellison berperan dalam sebuah proyek penting untuk CIA yang diberi nama kode “Oracle”.
Nama proyek inilah yang kelak menginspirasi penamaan perusahaan yang dia dirikan. Selain itu, dia juga sempat bergabung dengan Amdahl Corporation, produsen komputer mainframe yang kompatibel dengan IBM, sehingga memperluas pengalaman teknisnya di bidang perangkat keras dan sistem komputer besar.
Puncak langkah pentingnya terjadi pada 1977, ketika Ellison bersama sejumlah rekannya mendirikan Oracle Corporation. Perusahaan ini sejak awal berfokus pada pengembangan database dan aplikasi perangkat lunak untuk kebutuhan korporasi besar.
Ellison memimpin Oracle sebagai CEO hingga 2014. Setelah itu, dia beralih menjadi Chairman sekaligus Chief Technology Officer, tetap memegang peran penting dalam menentukan arah dan strategi perusahaan.
Dia kini dikenal sebagai figur utama dalam membentuk arah perusahaan perangkat lunak ini menjadi pemimpin global. Ellison dikenal karena visinya dalam teknologi, termasuk pengembangan sistem basis data yang menjadi inti bisnis Oracle dan sekarang mengawasi pengembangan dalam komputasi awan dan kecerdasan buatan.
Di bawah kepemimpinannya, Oracle mengubah cara perusahaan mengelola data dan infrastruktur TI mereka. Oracle juga tumbuh melalui akuisisi strategis perusahaan perangkat lunak lain, sebuah strategi yang juga berada di bawah pengawasan Ellison.
Baca juga: 5 Fakta Menarik CEO Nvidia Jensen Huang, Anak Rantau yang Jadi Orang Terkaya Ke-9 di Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kenaikan kekayaan Ellison ini disebabkan oleh saham Oracle, perusahaan yang didirikan olehnya, meroket lebih dari 34 persen. Lonjakan tersebut pun membuat kekayaan Ellison meningkat tajam secara mendadak.
Namun, harga saham Oracle kembali turun pada penutupan perdagangan di hari yang sama. Oleh karena itu, Elon Musk pun kembali menjadi orang terkaya di dunia. Sebelum sempat dikalahkan Ellison, posisi Elon Musk benar-benar tak tergantikan. Dia menyandang gelar orang terkaya di dunia selama hampir satu tahun penuh.
Dia bahkan diproyeksikan menerima paket gaji lebih dari US$ 1 triliun, jika berhasil mencapai daftar target ambisius Tesla selama dekade selanjutnya. Namun, pembuat mobil listrik itu memang tengah bergulat dengan kegelisahan investor atas pencabutan inisiatif kendaraan listrik pada era pemerintahan Donald Trump.
Baca juga: Taylor Swift jadi Musisi Wanita Terkaya di Dunia Versi Forbes, Geser Posisi Rihanna
Sementara itu, saham Oracle baru-baru ini terdorong oleh meningkatnya permintaan pada infrastruktur pusat data. Oracle merupakan perusahaan yang menyediakan infrastruktur kunci untuk memenuhi kebutuhan daya komputasi yang sangat besar dari perusahaan AI.
Produk utama perusahaan ini adalah Oracle Database, sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola informasi secara efisien. Oracle menawarkan berbagai layanan dan platform komputasi awan, termasuk Oracle Cloud Infrastructure (OCI).
Secara posisi industri, saat ini Oracle merupakan salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia berdasarkan pendapatan dan kapitalisasi pasar, dan menjadi pemain utama dalam industri teknologi. Oleh karena itu, perusahaan ini pun diprediksi akan mengalami pertumbuhan cepat ke depan.
Kesuksesan besar yang diraih Oracle tak bisa dilepaskan dari sosok Larry Ellison. Dia merupakan salah satu pendiri perusahaan ini dan telah menekuni dunia teknologi serta bisnis sejak usia muda.
Meski tidak menyelesaikan studinya di University of Illinois dan University of Chicago, Ellison kemudian hijrah ke California pada era 1960-an untuk mengejar karier. Setelah pindah, Ellison sempat bekerja di sejumlah perusahaan teknologi.
Salah satunya adalah Ampex Corporation, sebuah perusahaan elektronik yang mengembangkan perangkat rekaman data untuk pemerintah Amerika Serikat. Di Ampex, Ellison berperan dalam sebuah proyek penting untuk CIA yang diberi nama kode “Oracle”.
Nama proyek inilah yang kelak menginspirasi penamaan perusahaan yang dia dirikan. Selain itu, dia juga sempat bergabung dengan Amdahl Corporation, produsen komputer mainframe yang kompatibel dengan IBM, sehingga memperluas pengalaman teknisnya di bidang perangkat keras dan sistem komputer besar.
Puncak langkah pentingnya terjadi pada 1977, ketika Ellison bersama sejumlah rekannya mendirikan Oracle Corporation. Perusahaan ini sejak awal berfokus pada pengembangan database dan aplikasi perangkat lunak untuk kebutuhan korporasi besar.
Ellison memimpin Oracle sebagai CEO hingga 2014. Setelah itu, dia beralih menjadi Chairman sekaligus Chief Technology Officer, tetap memegang peran penting dalam menentukan arah dan strategi perusahaan.
Dia kini dikenal sebagai figur utama dalam membentuk arah perusahaan perangkat lunak ini menjadi pemimpin global. Ellison dikenal karena visinya dalam teknologi, termasuk pengembangan sistem basis data yang menjadi inti bisnis Oracle dan sekarang mengawasi pengembangan dalam komputasi awan dan kecerdasan buatan.
Di bawah kepemimpinannya, Oracle mengubah cara perusahaan mengelola data dan infrastruktur TI mereka. Oracle juga tumbuh melalui akuisisi strategis perusahaan perangkat lunak lain, sebuah strategi yang juga berada di bawah pengawasan Ellison.
Baca juga: 5 Fakta Menarik CEO Nvidia Jensen Huang, Anak Rantau yang Jadi Orang Terkaya Ke-9 di Dunia
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.