Ilustrasi Piala Citra FFI (Sumber gambar: Laman FFI)

FFI 2025 Usung Skema Penjurian dengan Pola Baru

12 September 2025   |   08:03 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Festival Film Indonesia (FFI) hadir dengan sejumlah pembaruan tahun ini, salah satunya terkait mekanisme penjurian. Format anyar ini pun diharapkan mampu menjadi solusi sekaligus langkah adaptif untuk merespons dinamika industri film yang terus berkembang.

Skema penjurian tahun ini mengalami perubahan setelah Komite FFI menerima berbagai masukan penting dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar tahun lalu. Forum tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan industri perfilman yang juga sekaligus menjadi ajang evaluasi atas penyelenggaraan FFI sebelumnya.

Salah satu hasil penting dari pertemuan itu adalah perubahan struktur penjurian. Tahun ini, prosesnya diawali dengan Tahap Rekomendasi oleh Akademi Citra, dilanjutkan Tahap Nominasi oleh asosiasi perfilman, lalu ditutup dengan Tahap Pemenang berdasarkan keputusan Dewan Juri Akhir. 

Baca juga: 25 Besar Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2025 Resmi Diumumkan

Perlu dicatat, pada penyelenggaraan sebelumnya Tahap Rekomendasi dikerjakan oleh asosiasi profesi perfilman, sementara proses nominasi berada di tangan Akademi Citra. Tahun ini, mekanisme tersebut dibalik.

Kemudian, untuk memastikan kualitas seleksi, Komite FFI 2025 juga menunjuk tiga profesional dari industri film sebagai Tim Seleksi Awal. Mereka bertugas mendampingi Bidang Penjurian FFI dalam proses penyaringan awal karya yang masuk. 

Adapun, ketiga profesional tersebut adalah Ifan Adriansyah Ismail yang dikenal sebagai penulis skenario, Nauval Yazid yang berpengalaman sebagai direktur festival dan programmer film, serta Vivian Idris yang berperan sebagai promotor manajemen talenta nasional untuk film. 

Ketua Bidang Penjurian FFI 2025, Budi Irawanto, menyampaikan bahwa saat ini Festival Film Indonesia telah memasuki tahap penting menjelang malam penganugerahan. Setelah penutupan pendaftaran karya pada 31 Agustus 2025, rangkaian proses penjurian resmi dimulai pada 9 September 2025.

Pada tahapan awal tersebut, tim seleksi menyeleksi dan menetapkan sejumlah judul yang dianggap terbaik. Hasilnya, ada 25 film cerita panjang yang berhasil lolos ke daftar 25 besar dan berhak melanjutkan ke proses berikutnya.

Deretan film yang masuk daftar adalah 1 Kakak 7 Ponakan, 2nd Miracle in Cell No.7, Angkara Murka, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Dia Bukan Ibu, Gowok, Home Sweet Loan, Jumbo, Kitab Sijjin dan Illiyyin, Komang, My Annoying Brother, Panggil Aku Ayah, Pangku, Panji Tengkorak, Pengepungan di Bukit Duri, Perang Kota, Qodrat 2, Rangga & Cinta, Siapa Dia, Singsot: Siulan Kematian, SORE: Istri dari Masa Depan, Tale of the Land, Tebusan Dosa, The Shadow Strays, dan Tinggal Meninggal.

"Melalui proses penilaian yang ketat dan cermat, 25 film yang lolos tahap seleksi awal ini mencerminkan keragaman genre, tematik, dan artistik serta menunjukkan capaian teknis yang mengagumkan," ungkap Budi.
 

Setelah Seleksi Awal rampung, proses penjurian masuk ke Tahap Rekomendasi yang kini ditangani oleh Akademi Citra. Akademi Citra merupakan kumpulan para sineas peraih Piala Citra, yang diberikan otoritas untuk menyeleksi film-film unggulan. Untuk FFI 2025, tercatat sebanyak 85 anggota sudah menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam proses tersebut. 

Peran Akademi Citra sangat krusial karena mereka menyusun daftar rekomendasi Film Cerita Panjang yang nantinya akan menjadi dasar seleksi berikutnya. Kehadiran para pemenang Piala Citra di forum penjurian diharapkan memberi standar tinggi bagi kualitas karya yang dipilih.

Seperti tahun sebelumnya, penjurian FFI 2025 kembali dilaksanakan secara daring. Proses ini difasilitasi melalui Ruang Penayangan FFI, sebuah platform khusus hasil kerja sama Komite FFI 2025 dengan Bioskop Online. Akses ke platform tersebut terbatas hanya untuk anggota Akademi Citra dan perwakilan asosiasi perfilman yang telah ditunjuk.

Setelah rekomendasi selesai, tahapan berikutnya adalah Nominasi yang ditentukan asosiasi-asosiasi perfilman. Puncak proses penjurian ada pada tahap terakhir, yaitu penentuan pemenang oleh Dewan Juri Akhir yang akan memberikan keputusan final.

Sebagai catatan, tahun ini FFI menerima jumlah karya yang cukup besar, yakni 794 judul. Rinciannya meliputi 130 film cerita panjang dan 664 film non cerita panjang. Dari kategori non cerita panjang, terdapat 272 film cerita pendek, 4 film animasi panjang, 72 film animasi pendek, 13 film dokumenter panjang, 102 film dokumenter pendek, serta 201 kritik film. 

Pengumuman Daftar Nominasi FFI 2025 dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Oktober 2025. Sementara itu, malam puncak penghargaan Piala Citra FFI 2025 akan digelar pada November 2025. 

Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Juri FFI Pastikan Animasi Bisa Masuk Kategori Film Cerita Panjang Terbaik

BERIKUTNYA

Siapa Larry Ellison? Sempat Salip Elon Musk Jadi Orang Terkaya Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga