Pengunjung menyaksikan sejumlah karya Agung Kurniawan dalam pameran Whoever Stays Until The End Will Tell The Story di ROH Projects (sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Agenda Akhir Pekan Jakarta 7 September 2025: Pestapora, Musikal, dan Pameran Seni

06 September 2025   |   19:56 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Akhir pekan pertama September 2025 menjadi momen spesial dengan hadirnya berbagai acara seru di Jakarta dan sekitarnya, mulai dari konser musik, teater musikal, hingga festival budaya. Rangkaian agenda ini menjadi kesempatan tepat untuk menikmati hiburan sekaligus melepas penat setelah rutinitas sepanjang pekan.

Genhype yang belum memiliki agenda untuk mengisi kegiatan pada akhir pekan ini tidak perlu khawatir. Sejumlah agenda bisa dikunjungi untuk menghabiskan waktu libur akhir pekan. Bagi pecinta musik, sejumlah konser atau festival menarik hadir dengan menghadirkan musisi dalam dan luar negeri. Mereka siap menghibur dengan berbagai karya hitsnya.

Baca Juga: Harta Karun Lagu-Lagu Side B Sheila On 7 Pukau Penonton Pestapora 2025

Selain konser musik, akhir pekan ini juga ada pertunjukan teater musikal yang akan memikat dan tidak boleh dilewatkan. Di atas panggung, para seniman panggung akan tampil dengan apik dengan ceritanya yang menggugah hati.

Berikut daftar agenda akhir pekan pada 7 September 2025:

 

Pestapora 2025


Festival musik tahunan Pestapora 2025 kembali digelar dari 5–7 September 2025 di Gambir Expo & Hall D2, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Event tahun ini masih digarap oleh Boss Creator, dan siap menyajikan pengalaman musik yang segar dan penuh kejutan.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pestapora 2025 mengusung konsep unik “Bertukar Lagu”—para musisi akan membawakan lagu milik musisi lain dengan aransemen baru nan mengejutkan. Kolaborasi hits yang sudah dikonfirmasi, seperti Slank × Sal Priadi, Maliq & D’Essentials × Soneta Group, Iwan Fals × Ebiet G. Ade, serta Hindia × Bernadya, menjadi salah satu momen yang wajib disaksikan.

Yura Yunita, Sal Priadi, Raisa, Maliq & D’Essentials, Nadhif Basalamah adalah sedikit dari banyak musisi Indonesia yang akan tampil pada hari ketiga, 7 September 2025.

Festival ini menghadirkan lebih dari 230–238 penampil lintas genre dan generasi — mulai dari musisi legendaris sampai yang sedang naik daun. Suasananya makin hidup dengan kehadiran komunitas kreatif lengkap—mulai dari seni visual, karya kerajinan, hingga kuliner yang mewarnai area festival.

 

Musikal Perempuan Punya Cerita


Pertunjukan musikal Perempuan Punya Cerita dari Eki Dance Company merupakan agenda yang juga bisa menjadi pilihan pada akhir pekan ini. Pertunjukan ini berlangsung sampai Minggu, 7 September 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Musikal Perempuan Punya Cerita mengangkat tema besar tentang perjuangan hidup perempuan dalam menghadapi ketidakadilan dan tekanan sosial. Musikal ini menyajikan dua kisah fiksi yang mencerminkan realitas perempuan Indonesia. Anya, siswi remaja yang menghadapi perundungan, tekanan sosial, dan ekspektasi berlebihan dari media sosial serta lingkungan sekolah. Dan Jami, seorang ibu tunggal yang berjuang di tengah kerasnya tekanan ekonomi dan sosial demi masa depan anak perempuannya.

Kedua tokoh ini sebelumnya sempat hadir dalam versi pendek di Festival Musikal Indonesia 2023 dan 2024. Kini, versi penuh diproduksi dengan skala lebih besar, lebih dalam, berdurasi sekitar dua jam, dan dilengkapi koreografi serta musik orisinal yang emosional.

 

Pameran Whoever Stays Until The End Will Tell The Story


Genhype yang besok, Minggu, 7 September 2025 belum memiliki rencana dapat mengunjungi pameran tunggal Agung Kurniawan di ROH Galeri, Jakarta. Bertajuk Whoever Stays Until The End Will Tell The Story, pameran ini jadi panggung bagi ragam karya—mulai dari lukisan, gambar di atas kertas, instalasi trellis dari baja, hingga performatif—yang diracik sebagai cara sang seniman ‘menari melawan lupa’ lewat seni.

Pameran ini menghadirkan proyek jangka panjang Agung Kurniawan, yang dikerjakan dengan tekun selama lebih dari satu dekade. Ada dua tema besar yang digali, yakni tragedi 1965 dan Reformasi. Pameran yang berlangsung sejak 2 Agustus ini dibuka untuk umum mulai 6 Agustus dan berakhir 7 September 2025.

Agung Kurniawan adalah seniman yang lahir di Jember (1968) dan bermukim di Yogyakarta. Ia adalah seniman multidisciplinary yang mengulik trauma sosial-historis lewat seni lukis, cetak, instalasi, teater, hingga performatif. Ia memadukan cerita nyata dan imajinasi dalam memperluas konteks memori kolektif Indonesia

Baca Juga: Agenda Car Free Day 7 September 2025, dari Perpanjangan SIM sampai Pertunjukan Seni Budaya

SEBELUMNYA

Pestapora Meminta Maaf Atas Polemik Sponsor Perusahaan Tambang

BERIKUTNYA

Sineas Chand Parwez Puji Musikal Perempuan Punya Cerita di TIM, Sebut Sarat Pesan Sosial

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga