Pestapora Meminta Maaf Atas Polemik Sponsor Perusahaan Tambang
06 September 2025 |
19:02 WIB
Setelah mendapat kecaman dari publik dan terkena imbas mundurnya para musisi yang tampil, manajemen Pestapora—pertunjukkan musik Indonesia yang diselenggarakan oleh Boss Creator—akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi untuk meminta maaf atas keputusan menjalin kerja sama dengan PT Freeport Indonesia sebagai salah satu sponsor tahun ini.
Manajemen menyadari keputusan tersebut telah melukai dan menimbulkan kerugian serta dampak yang tidak semestinya bagi banyak pihak, termasuk talent, brand, komunitas, vendor, audiens, partners, dan seluruh tim yang terlibat.
Pihak manajemen juga menyadari bahwa keputusan ini tidak seharusnya terjadi yang kemudian menimbulkan kontroversi yang meluas. Menurut mereka, pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Pestapora.
Baca Juga: (Update Berkala) Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah
Ke depannya, pihaknya akan lebih berkomitmen untuk melibatkan partner secara intensif dalam perencanaan dan pembahasan awal. Dengan demikian, festival dapat berjalan dengan lebih transparan dan selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas musik.
"Kami belajar banyak atas kejadian ini dan ke depannya kami akan melibatkan para partner untuk membicarakan detil acara dalam penyelenggaraan Pestapora," tulis mereka.
Namun, di tengah situasi ini, Pestapora juga tetap menyampaikan apresiasi kepada musisi dan stakeholder terkait yang tetap mendukung jalannya festival. Dukungan ini menjadi semangat bagi timnya untuk terus belajar dan memperbaiki tata kelola serta komunikasi dalam penyelenggaraan acara.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti beberapa komunitas dan mitranya, seperti EAR House, Paguyuban Crowd Surf, Yes No Klub, dan Whiteboard Journal yang memilih memanfaatkan ruang festivalnya sebagai platform edukasi. Mereka kini mengangkat isu perusakan alam dan represi yang terjadi di Papua serta membuka peluang donasi untuk masyarakat terdampak, menunjukkan langkah progresif yang patut diapresias.
Sebelumnya, dalam sebuah video pernyataan, Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, juga menyampaikan permohonan maaf atas mundurnya sejumlah penampil akibat isu kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Dia menegaskan bahwa tidak ada dana yang mengalir dari Freeport kepada festival, dan segala tanggung jawab atas pemutusan kerja sama sepenuhnya berada di pihak Pestapora.
Kiki menambahkan bahwa ke depan festival akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan akan lebih aktif menampung masukan dari berbagai pihak. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @pestapora pada Sabtu, 6 September 2025.
Ramainya sorotan terhadap Pestapora muncul di media sosial setelah video yang diunggah di Instagram resmi festival menyebutkan keterlibatan Freeport, hanya sehari sebelum festival dimulai. Pada hari pertama acara, terlihat pula pawai dengan banner bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” yang dibawa oleh sekelompok marching band perusahaan tambang tersebut.
Kontroversi ini membuat sejumlah musisi memutuskan mundur dari festival, baik untuk hari kedua maupun ketiga. Nama-nama seperti Sukatani, Negatifa, Rrag, Rekah, Ornament, hingha Durga, menyatakan batal tampil.
Kemudian, The Panturas yang sebelumnya sempat kebingungan dan berniat tampil dengan perasaan bersalah, kini juga telah memilih mundur total. Band folk Banda Neira juga membatalkan penampilannya di hari kedua melalui Instagram, sembari meminta maaf kepada penonton yang sudah menunggu. Puluhan band lain pun mengambil sikap serupa sebagai bentuk protes.
Baca Juga: Harta Karun Lagu-Lagu Side B Sheila On 7 Pukau Penonton Pestapora 2025
Manajemen menyadari keputusan tersebut telah melukai dan menimbulkan kerugian serta dampak yang tidak semestinya bagi banyak pihak, termasuk talent, brand, komunitas, vendor, audiens, partners, dan seluruh tim yang terlibat.
Pihak manajemen juga menyadari bahwa keputusan ini tidak seharusnya terjadi yang kemudian menimbulkan kontroversi yang meluas. Menurut mereka, pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi Pestapora.
Baca Juga: (Update Berkala) Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah
Ke depannya, pihaknya akan lebih berkomitmen untuk melibatkan partner secara intensif dalam perencanaan dan pembahasan awal. Dengan demikian, festival dapat berjalan dengan lebih transparan dan selaras dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh komunitas musik.
"Kami belajar banyak atas kejadian ini dan ke depannya kami akan melibatkan para partner untuk membicarakan detil acara dalam penyelenggaraan Pestapora," tulis mereka.
Namun, di tengah situasi ini, Pestapora juga tetap menyampaikan apresiasi kepada musisi dan stakeholder terkait yang tetap mendukung jalannya festival. Dukungan ini menjadi semangat bagi timnya untuk terus belajar dan memperbaiki tata kelola serta komunikasi dalam penyelenggaraan acara.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti beberapa komunitas dan mitranya, seperti EAR House, Paguyuban Crowd Surf, Yes No Klub, dan Whiteboard Journal yang memilih memanfaatkan ruang festivalnya sebagai platform edukasi. Mereka kini mengangkat isu perusakan alam dan represi yang terjadi di Papua serta membuka peluang donasi untuk masyarakat terdampak, menunjukkan langkah progresif yang patut diapresias.
Sebelumnya, dalam sebuah video pernyataan, Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, juga menyampaikan permohonan maaf atas mundurnya sejumlah penampil akibat isu kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Dia menegaskan bahwa tidak ada dana yang mengalir dari Freeport kepada festival, dan segala tanggung jawab atas pemutusan kerja sama sepenuhnya berada di pihak Pestapora.
Kiki menambahkan bahwa ke depan festival akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan dan akan lebih aktif menampung masukan dari berbagai pihak. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi @pestapora pada Sabtu, 6 September 2025.
Ramainya sorotan terhadap Pestapora muncul di media sosial setelah video yang diunggah di Instagram resmi festival menyebutkan keterlibatan Freeport, hanya sehari sebelum festival dimulai. Pada hari pertama acara, terlihat pula pawai dengan banner bertuliskan “Tembaga ikutan berpestapora” yang dibawa oleh sekelompok marching band perusahaan tambang tersebut.
Kontroversi ini membuat sejumlah musisi memutuskan mundur dari festival, baik untuk hari kedua maupun ketiga. Nama-nama seperti Sukatani, Negatifa, Rrag, Rekah, Ornament, hingha Durga, menyatakan batal tampil.
Kemudian, The Panturas yang sebelumnya sempat kebingungan dan berniat tampil dengan perasaan bersalah, kini juga telah memilih mundur total. Band folk Banda Neira juga membatalkan penampilannya di hari kedua melalui Instagram, sembari meminta maaf kepada penonton yang sudah menunggu. Puluhan band lain pun mengambil sikap serupa sebagai bentuk protes.
Baca Juga: Harta Karun Lagu-Lagu Side B Sheila On 7 Pukau Penonton Pestapora 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.