Harta Karun Lagu-Lagu Side B Sheila On 7 Pukau Penonton Pestapora 2025
06 September 2025 |
18:06 WIB
Band Sheila on 7 kembali mencuri perhatian di Pestapora 2025 dengan penampilannya yang berbeda. Tampil di panggu utama, Pestapora Stage, pada pukul 16.15 WIB-17.30 WIB, band asal Yogyakarta itu membawakan format Side B, sebuah konsep yang jarang mereka mainkan di panggung besar.
Di pertunjukannya kali ini, alih-alih sekadar mengumbar hits seperti “Dan” atau “Sephia”, mereka justru menggali lagu-lagu underrated yang jarang dibawakan. Namun, beberapa lagu tersebut pun sebenarnya punya tempat istimewa di hati penggemar lama.
Konsep “Side B” merujuk pada tradisi kaset dan piringan hitam, ketika lagu-lagu utama ditempatkan di Side A, sementara sisi satunya berisi karya yang lebih eksperimental, personal, atau memang tidak direncanakan menjadi single andalan. Lagu-lagu ini mungkin tidak mendapat sorotan komersial, tapi sering kali justru menjadi favorit penggemar setia karena kejujuran dan keunikannya.
Baca Juga: Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah
Menyaksikan Sheila on 7 menghidupkan kembali deretan lagu ini di panggung utama terasa seperti menemukan harta karun lama. Pertunjukan dibuka dengan sebuah lagu yang jarang sekali terdengar di konser mereka, yakni Tertatih yang membuat penonton langsung terkejut sekaligus antusias. Ini adalah lagu yang dirilis 1997 dan masuk ke dalam album self titled Sheila on 7.
Sedari awal, Sheila on 7 seakan ingin menegaskan bahwa format ini memang bukan sekadar gimmick. Pertunjukan ini seolah bentuk penghormatan pada karya-karya mereka yang terlupakan oleh arus hits industri. Sorak sorai penonton yang paham betul liriknya menandai bahwa meski “Side B”, lagu-lagu itu tetap hidup.
Lagu berikutnya yang meluncur ialah "Selamat Datang." Lagu ini masuk ke dalam album Musim yang Baik yang rilis pada 2014. Sepanjang nomor awal Sheila on 7 tampak terlihat menikmati kebebasan panggungnya kali ini.
"Sore hari ini kami tampil tidak seperti biasanya. Mudah mudahan temen temen di sini, kalau ada yang tahu lagunya bisa ikut bantu nyanyi. Namun, kalau enggak ada yang tahu lagunya, cukup dengan senyum kalian di sini saja sudah buat kami bahagia,"
Sheila mengatakan mendapatkan panggung dengan kebabasan seperti ini merupakan hal yang langka. Dia pun berterima kasih kepada Pestapora yang sudah membuat konsep Side B ini ada. Kendati demikian, Duta juga tak menampik saat ini kita tengah berada di situasi yang penuh dinamika.
"Seperti yang kita tahu dengan segala macam keadaan yang ada, Sheila on 7 datang ke sini ingin bergembira bersama kalian. Menjahit luka dengan kegembiraan sejenak, tapi semoga maknanya selamanya," tuturnya.
Band asal Yogyakarta ini memulai lagi panggungnya dengan lagu Berai. Setelahnya, beberapa nomor Side B lain, seperti Tunjukan Padaku, kejutan muncul saat lagu Terlalu singkat di-medley dengan "Don't Lock Back in Anger," "Trimakasih Bijaksana," "Untuk Perempuan" hingga "Temani Aku."
"Wah, enggak kerasa ya, cepet juga udah di jam segini. Lagu berikutnya, untuk kalian yang sudah jauh-jauh ternyata harus mengulang lagi dari awal. Ini Bait Pertama," ucapnya
Sepanjang pertunjukan, penonton terhibur dengan lagu-lagu Sheila on 7 yang mungkin tak biasa, tetapi sebenarnya cukup familiar. Sang vokalis, Duta seperti biasa juga tampil dengan gaya khasnya, sederhana, santai, dan penuh karisma. Dia tak banyak bicara, tapi setiap gestur kecilnya terasa mengikat audiens.
Eross hingga Aishameglio pun bermain dengan penuh semangat, menghadirkan warna musik yang seru diikuti. Sheila on 7 memperlihatkan bahwa mereka bukan sekadar kumpulan lagu hits, melainkan musisi dengan katalog luas yang sarat eksplorasi. Lagu-lagu “underrated” yang dimainkan memperlihatkan sisi lain musikalitas mereka, yang lebih berani, lebih personal, dan kadang lebih emosional. Penonton pun seakan diajak melihat Sheila on 7 dari perspektif yang berbeda.
Suasana di panggung pun terasa unik. Alih-alih sing along massal di sepanjang lagu, banyak momen di mana penonton memilih mendengarkan dengan khidmat, lalu memberi tepuk tangan panjang di akhir lagu. Itu menjadi bukti bahwa Side B bukan sekadar nostalgia, tetapi pengalaman mendengar ulang dengan kualitas yang lebih mendalam.
"Gimana teman-teman Sheila on 7 B Side seru juga enggak? Mudah-mudahan ya," imbuhnya.
Duta melanjutkan penampilannya dengan membawakan sejumlah lagu lain sebelum menutup konser, termasuk "Pe De," "Just for My Mom," "Lia Lia Lia," "Jalan Terus," "Pagi yang Menakjubkan," dan "Ibu Linda." Penonton terus disuguhkan rangkaian lagu yang beragam hingga akhir penampilan band ini.
Sheila on 7 adalah band asal Yogyakarta yang berdiri sejak 1996 dan beranggotakan Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass), serta Brian (drum). Band ini telah lama menjadi salah satu ikon musik Indonesia berkat konsistensi mereka dalam menghadirkan karya-karya yang mampu melekat kuat di hati pendengar lintas generasi.
Rekam jejak perjalanan mereka dipenuhi dengan album-album legendaris seperti Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), hingga 07 Des (2002), yang melahirkan hits abadi seperti “Dan”, “Sephia”, dan “Melompat Lebih Tinggi”. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi soundtrack remaja di era 2000-an, tetapi juga tetap hidup hingga kini, membuktikan kekuatan karya mereka dalam melewati waktu.
Sepanjang kariernya, berbagai prestasi telah diraih band ini. Dimulai dari penjualan album yang menembus jutaan kopi di era kejayaan fisik, penghargaan musik bergengsi dalam dan luar negeri, hingga keberhasilan mereka mempertahankan eksistensi di tengah perubahan industri. Kehadiran mereka di berbagai festival besar selalu dinanti, membuktikan status Sheila on 7 bukan sekadar band nostalgia, melainkan legenda hidup yang masih relevan hingga kini.
Baca Juga: Sukatani hingga .Feast Batal Tampil, Pestapora Lepas Freeport sebagai Sponsor
Di pertunjukannya kali ini, alih-alih sekadar mengumbar hits seperti “Dan” atau “Sephia”, mereka justru menggali lagu-lagu underrated yang jarang dibawakan. Namun, beberapa lagu tersebut pun sebenarnya punya tempat istimewa di hati penggemar lama.
Konsep “Side B” merujuk pada tradisi kaset dan piringan hitam, ketika lagu-lagu utama ditempatkan di Side A, sementara sisi satunya berisi karya yang lebih eksperimental, personal, atau memang tidak direncanakan menjadi single andalan. Lagu-lagu ini mungkin tidak mendapat sorotan komersial, tapi sering kali justru menjadi favorit penggemar setia karena kejujuran dan keunikannya.
Baca Juga: Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah
Menyaksikan Sheila on 7 menghidupkan kembali deretan lagu ini di panggung utama terasa seperti menemukan harta karun lama. Pertunjukan dibuka dengan sebuah lagu yang jarang sekali terdengar di konser mereka, yakni Tertatih yang membuat penonton langsung terkejut sekaligus antusias. Ini adalah lagu yang dirilis 1997 dan masuk ke dalam album self titled Sheila on 7.
Sedari awal, Sheila on 7 seakan ingin menegaskan bahwa format ini memang bukan sekadar gimmick. Pertunjukan ini seolah bentuk penghormatan pada karya-karya mereka yang terlupakan oleh arus hits industri. Sorak sorai penonton yang paham betul liriknya menandai bahwa meski “Side B”, lagu-lagu itu tetap hidup.
Lagu berikutnya yang meluncur ialah "Selamat Datang." Lagu ini masuk ke dalam album Musim yang Baik yang rilis pada 2014. Sepanjang nomor awal Sheila on 7 tampak terlihat menikmati kebebasan panggungnya kali ini.

Grup Musik Sheila On 7 tampil pada hari kedua Pestapora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). Dalam penampilannya grup musik asal Jogja tersebut membawa sejumlah lagu seperti Just For My Mom, Lia Lia Lia dan Memori Baik. (Sumber Gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
"Sore hari ini kami tampil tidak seperti biasanya. Mudah mudahan temen temen di sini, kalau ada yang tahu lagunya bisa ikut bantu nyanyi. Namun, kalau enggak ada yang tahu lagunya, cukup dengan senyum kalian di sini saja sudah buat kami bahagia,"
Sheila mengatakan mendapatkan panggung dengan kebabasan seperti ini merupakan hal yang langka. Dia pun berterima kasih kepada Pestapora yang sudah membuat konsep Side B ini ada. Kendati demikian, Duta juga tak menampik saat ini kita tengah berada di situasi yang penuh dinamika.
"Seperti yang kita tahu dengan segala macam keadaan yang ada, Sheila on 7 datang ke sini ingin bergembira bersama kalian. Menjahit luka dengan kegembiraan sejenak, tapi semoga maknanya selamanya," tuturnya.
Band asal Yogyakarta ini memulai lagi panggungnya dengan lagu Berai. Setelahnya, beberapa nomor Side B lain, seperti Tunjukan Padaku, kejutan muncul saat lagu Terlalu singkat di-medley dengan "Don't Lock Back in Anger," "Trimakasih Bijaksana," "Untuk Perempuan" hingga "Temani Aku."

Sheila On 7 tampil pada hari kedua Pestapora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). (Sumber Gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
"Wah, enggak kerasa ya, cepet juga udah di jam segini. Lagu berikutnya, untuk kalian yang sudah jauh-jauh ternyata harus mengulang lagi dari awal. Ini Bait Pertama," ucapnya
Sepanjang pertunjukan, penonton terhibur dengan lagu-lagu Sheila on 7 yang mungkin tak biasa, tetapi sebenarnya cukup familiar. Sang vokalis, Duta seperti biasa juga tampil dengan gaya khasnya, sederhana, santai, dan penuh karisma. Dia tak banyak bicara, tapi setiap gestur kecilnya terasa mengikat audiens.
Eross hingga Aishameglio pun bermain dengan penuh semangat, menghadirkan warna musik yang seru diikuti. Sheila on 7 memperlihatkan bahwa mereka bukan sekadar kumpulan lagu hits, melainkan musisi dengan katalog luas yang sarat eksplorasi. Lagu-lagu “underrated” yang dimainkan memperlihatkan sisi lain musikalitas mereka, yang lebih berani, lebih personal, dan kadang lebih emosional. Penonton pun seakan diajak melihat Sheila on 7 dari perspektif yang berbeda.
Suasana di panggung pun terasa unik. Alih-alih sing along massal di sepanjang lagu, banyak momen di mana penonton memilih mendengarkan dengan khidmat, lalu memberi tepuk tangan panjang di akhir lagu. Itu menjadi bukti bahwa Side B bukan sekadar nostalgia, tetapi pengalaman mendengar ulang dengan kualitas yang lebih mendalam.
"Gimana teman-teman Sheila on 7 B Side seru juga enggak? Mudah-mudahan ya," imbuhnya.
Duta melanjutkan penampilannya dengan membawakan sejumlah lagu lain sebelum menutup konser, termasuk "Pe De," "Just for My Mom," "Lia Lia Lia," "Jalan Terus," "Pagi yang Menakjubkan," dan "Ibu Linda." Penonton terus disuguhkan rangkaian lagu yang beragam hingga akhir penampilan band ini.
Sheila on 7 adalah band asal Yogyakarta yang berdiri sejak 1996 dan beranggotakan Duta (vokal), Eross (gitar), Adam (bass), serta Brian (drum). Band ini telah lama menjadi salah satu ikon musik Indonesia berkat konsistensi mereka dalam menghadirkan karya-karya yang mampu melekat kuat di hati pendengar lintas generasi.
Rekam jejak perjalanan mereka dipenuhi dengan album-album legendaris seperti Sheila on 7 (1999), Kisah Klasik untuk Masa Depan (2000), hingga 07 Des (2002), yang melahirkan hits abadi seperti “Dan”, “Sephia”, dan “Melompat Lebih Tinggi”. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi soundtrack remaja di era 2000-an, tetapi juga tetap hidup hingga kini, membuktikan kekuatan karya mereka dalam melewati waktu.
Sepanjang kariernya, berbagai prestasi telah diraih band ini. Dimulai dari penjualan album yang menembus jutaan kopi di era kejayaan fisik, penghargaan musik bergengsi dalam dan luar negeri, hingga keberhasilan mereka mempertahankan eksistensi di tengah perubahan industri. Kehadiran mereka di berbagai festival besar selalu dinanti, membuktikan status Sheila on 7 bukan sekadar band nostalgia, melainkan legenda hidup yang masih relevan hingga kini.
Baca Juga: Sukatani hingga .Feast Batal Tampil, Pestapora Lepas Freeport sebagai Sponsor
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.