Pencinta kucing (Sumber gambar: Freepik)

Cat Lovers Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Psikologis dan Fisik Hidup Bersama Kucing

27 August 2025   |   06:00 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Hidup bersama kucing kerap menghadirkan cerita unik sekaligus menggemaskan. Ada pemilik yang terbiasa dibangunkan menjelang subuh karena si manja meminta sarapan, ada pula yang sudah hafal kursi favorit yang selalu jadi sasaran cakaran. Meski kadang merepotkan, banyak orang mengaku justru merasa lebih bahagia berkat kehadiran kucing di rumah.

Data dari Rakuten Insight Global pada 2021 mencatat, kucing merupakan hewan peliharaan paling populer di Indonesia. Sebanyak 47 persen responden mengaku memelihara kucing, menandakan betapa eratnya ikatan antara manusia dan hewan berbulu ini. Popularitasnya bahkan menggeser hewan peliharaan lain seperti anjing, burung, maupun ikan hias.

Baca Juga: 7 Tips Bikin Rumah Ramah Kucing, Genhype Sudah Tahu?

Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa manfaat yang bisa dirasakan ketika menjadi cat lovers.

 

Menambah Kualitas Hidup


Kucing mampu meningkatkan rasa nyaman, mengurangi kesepian, sekaligus menghadirkan hiburan melalui tingkah lakunya yang lucu. Tak heran, video kucing kerap mendominasi media sosial.

Bagi generasi milenial dan Gen Z, kucing bahkan sudah dianggap bagian dari keluarga. Survei pada 2024 mencatat, 82 persen pemilik hewan menganggap peliharaannya seperti anak sendiri. Hubungan dekat ini juga berpengaruh pada otak.

Interaksi dengan kucing terbukti memperbaiki suasana hati dan menstimulasi bagian otak yang terkait kesehatan psikologis. Studi lama bahkan menyebut, individu lajang yang tinggal bersama kucing sering kali lebih bahagia dibanding mereka yang tinggal bersama pasangan sekaligus kucing.

 

Mengurangi Stres


Bermain dengan kucing juga berdampak pada kondisi tubuh. Interaksi dengan hewan peliharaan dapat menurunkan kadar kortisol, yakni hormon yang berhubungan dengan stres, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Dalam sebuah penelitian, 120 pasangan diuji dengan berbagai tugas penuh tekanan. Hasilnya, pemilik kucing memiliki detak jantung dan tekanan darah lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki hewan.

Menariknya, performa mereka juga lebih baik ketika kucing berada di ruangan. Bahkan, hanya sepuluh menit berinteraksi sudah cukup untuk menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Efek ini lebih terasa pada pemilik yang sudah lama memelihara kucing.

 

Meningkatkan Relasi


Kedekatan dengan kucing bukan hanya baik untuk diri sendiri, tapi juga berpengaruh pada hubungan sosial. Ikatan dengan hewan peliharaan dapat menumbuhkan rasa empati, kebaikan, dan keterbukaan terhadap orang lain. Beberapa penelitian menemukan pemilik kucing cenderung lebih imajinatif dan penasaran, meskipun sering kali lebih introver.

Bagi orang yang memiliki kecemasan sosial, keberadaan kucing bisa menjadi dukungan emosional. Rutinitas sederhana seperti memberi makan atau bermain bersama kucing mampu memberikan rasa aman dan stabilitas emosional.

 

Dengkuran yang Bermanfaat


Salah satu hal khas dari kucing adalah suara dengkurannya. Getaran dengan frekuensi 25–150 Hertz ini diyakini membawa dampak positif. Menurut pakar, dengkuran dengan frekuensi rendah dapat menstimulasi otot dan membantu pemulihan tulang. Jadi, ketika kucing mendengkur di pangkuan, bukan hanya ia yang menenangkan diri, tapi pemilik juga bisa merasakan efeknya.

Pada akhirnya, walaupun memelihara kucing kerap penuh tantangan, ada banyak faedah yang bisa diperoleh. Dari memperbaiki suasana hati, menurunkan stres, hingga memperkuat ikatan emosional, menjadi cat lovers berarti membuka ruang lebih besar untuk hidup yang sehat dan bahagia.

Baca Juga: Ada Pakan Jadi Penyebab Kucing Tak Bisa Kencing? Begini Faktanya

SEBELUMNYA

Doomscrolling Bikin Stres, Hopescrolling Bisa Jadi Solusi Sehat di Era Digital

BERIKUTNYA

Pesona Pantai Pemuteran, Indahnya Biorock di Pulau Dewata

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga