Platform roblox yang berisi beragam konten (Sumber gambar: Roblox)

Tanggapan Psikolog Soal Bahaya Game Roblox dan Larangan dari Pemerintah

22 August 2025   |   22:26 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Platform gim populer di kalangan anak-anak bernama Roblox dinilai menyimpan risiko, karena terdapat konten yang mengandung kekerasan dan interaksi dengan orang asing. Psikolog pun menekankan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan. 

Psikolog Rahma Dianti mengatakan bahwa kekhawatiran anak-anak terpapar kekerasan lantaran platform Roblox berisi berbagai macam konten. Beberapa di antaranya mengandung kekerasan dan konten dewasa, sehingga penyalahgunaan privasi dan lainnya yang berisiko tinggi dapat membahayakan anak.

Menurutnya, Roblox adalah platform yang menjadi wadah konten buatan pengguna atau user generated. Dengan begitu, tidak semua konten yang ada sesuai untuk anak-anak. Beberapa di antaranya dapat memberikan dampak negatif.

“Terutama jika berkaitan dengan kekerasan, konten dewasa, atau interaksi sosial dengan orang-orang tidak dikenal yang berpotensi membahayakan anak-anak,” katanya. 

Baca juga: Banyak Orang Tua Resah, Meutya Minta Roblox Ikut Aturan Perlindungan Anak Indonesia  

Dia menilai, platform tersebut memang memiliki Parental Control dan Privacy Setting yang dapat digunakan oleh orang tua untuk menyaring konten yang tidak sesuai dengan usia anak dan membatasi komunikasi dengan orang tidak dikenal. Akan tetapi, fitur tersebut tidak sepenuhnya menghapuskan potensi risiko yang akan dihadapi oleh anak-anak ketika mengaksesnya.

Psikolog Klinis Rut Eli Hadadsha menilai bahwa peran pengawasan orang tua dan kontrol konten menjadi faktor utama dalam melindungi anak-anak saat mengakses platform Roblox, maupun permainan yang ada di dalamnya.

Dia juga menilai, langkah pemerintah melarang anak-anak bermain Roblox dapat dipahami sebagai upaya awal untuk mencegah paparan konten yang tidak sesuai usia. Dengan begitu, larangan itu adalah langkah yang baik, meskipun efektivitasnya masih dipertanyakan, mengingat paparan kekerasan bisa datang bukan hanya dari Roblox.

Dilansir dari laman Kementerian Komunikasi dan Digital, Menteri Meutya Hafid meminta pengembang gim Roblox memperbaiki sistemnya agar sesuai dengan aturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia. "Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” ujarnya. 

Dia meminta pengembang membatasi akses komunikasi antarpengguna anak, menyaring konten user-generated yang vulgar, dan memperjelas fitur kontrol orang tua (parental control) guna memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari konten dan interaksi yang berpotensi membahayakan di ruang digital. 

Meutya memiliki harapan Roblox dapat berperan dalam membangun ekosistem internet yang aman, bermanfaat, dan produktif. Dia pun memberikan waktu kepada pengembang untuk melakukan pembenahan dan akan melakukan evaluasi secara rutin untuk memastikan platform tersebut sesuai regulasi yang ada di Indonesia. 

Baca juga: Sule Kebobolan Rp50 Juta Gara-gara Roblox, Alarm Penting Bagi Para Orang Tua 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Info Penukaran Tiket dan Rundown LaLaLa Fest 2025, Ada Camila Cabello dan Yung Kai

BERIKUTNYA

JPPI: Beban Anggaran MBG 2026 Bisa Membuat Kualitas Pendidikan di Indonesia Jeblok

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: