Tampilan Roblox. (Sumber gambar: Roblox)

Banyak Orang Tua Resah, Meutya Minta Roblox Ikut Aturan Perlindungan Anak Indonesia

16 August 2025   |   08:25 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta pengembang gim Roblox untuk memperbaiki sistem dalam platformnya agar sesuai dengan aturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia. Tidak dipungkiri, gim ini terbilang populer di kalangan anak-anak. 

Meutya mengatakan muncul kekhawatiran dari kalangan orang tua dan pendidik di Indonesia mengenai paparan konten dan interaksi yang tidak layak di Roblox. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sempat mengimbau siswa untuk tidak bermain Roblox.

Baca juga: Wacana Pelarangan Gim Roblox Mulai Mengemuka, Apa Alasannya?

"Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini,” ujar Meutya dalam pernyataannya, dikutip Hypeabis.id, Jumat (15/8/2025).

Oleh karena itu, Kemkomdigi meminta Roblox membatasi akses komunikasi antar pengguna anak, menyaring konten user-generated yang vulgar, dan memperjelas fitur kontrol orang tua (parental control). Pembenahan ini katanya untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari konten dan interaksi yang berpotensi membahayakan di ruang digital.

Meutya berharap Roblox sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang sudah terdaftar sejak 2022, dapat berperan dalam membangun ekosistem internet yang aman, bermanfaat, dan produktif. Pihaknya berharap Roblox menjadi contoh bagaimana sebuah platform mengutamakan keselamatan pengguna muda.

“Sehingga ruang digital di Indonesia menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, bermain, dan berkarya,” tuturnya.

Kementerian Komdigi katanya akan memberikan waktu kepada pengembang Roblox untuk melakukan pembenahan dan evaluasi secara rutin untuk memastikan gim tersebut memenuhi regulasi yang berlaku di Indonesia. 

Psikolog Anak dan Keluarga, Pritta Tyas saat berbincang dengan Hypeabis.id beberapa waktu lalu menilai Roblox tidak layak untuk dimainkan anak-anak, terutama di bawah usia 13 tahun. Terlebih bila anak tantrum ketika dilarang bermain Roblox, orang tua harus segera menghapus aplikasinya. 

“Enggak ada toleransi. Harus uninstall. Sama lagi yang viral itu, yang anomali-anomali gitu. Bahaya itu, tetapi masih lebih bahaya Roblox,” tegas Pritta.

Dia menyarankan sebaiknya anak-anak diberikan permainan yang sesuai dengan usianya. Menurut Pritta, masih banyak permainan atau tontonan edukatif yang bisa diberikan orang tua kepada anaknya.

Sementara itu, pada Juli lalu, Roblox memperluas fitur keamanannya, terutama bagi para pengguna muda. Mulai dari verifikasi hingga kontrol orang tua, pengembang berharap agar platform ini bisa lebih aman dan sopan digunakan oleh berbagai kalangan usia. 

Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman mengatakan bahwa keamanan selalu menjadi fondasi di Roblox. Pihaknya ingin menjadi yang terdepan di dunia dalam hal keamanan dan kesopanan untuk game online. 

“Kami telah menghabiskan hampir dua dekade membangun sistem keamanan canggih, yang mendukung misi kami untuk menghubungkan satu miliar orang setiap hari dengan optimisme dan kesopanan,” ujarnya di laman resmi Roblox.

Oleh karena itu, Roblox memperkenalkan fitur Trusted Connections (Koneksi Tepercaya), Age Estimation (Estimasi Usia), Privacy Tools (Alat Privasi), dan Insights for Parents of Teens (Wawasan untuk Orang Tua Remaja.


(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

8 Acara Konser Musik Akhir Pekan Ini di Jakarta Sambut HUT ke-80 RI

BERIKUTNYA

Apa Itu Samsung Knox? Begini Fitur & Cara Kerjanya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga