Ilustrasi anak bermain mobile game. (Sumber foto: Freepik)

Sule Kebobolan Rp50 Juta Gara-gara Roblox, Alarm Penting Bagi Para Orang Tua

02 August 2025   |   06:00 WIB
Image
Nirmala Aninda Manajer Konten Hypeabis.id

Tak pernah terpikir oleh komedian Sule bahwa rasa percaya kepada anak bisa berujung pada kehilangan uang dalam jumlah besar. Belum lama ini, dia menceritakan kejadian mengejutkan, tagihan kartu kreditnya mendadak membengkak hingga Rp50 juta akibat pembelian dalam game yang dilakukan oleh anaknya.

Game itu bukan sembarang game, melainkan Roblox, platform yang digandrungi jutaan anak di seluruh dunia karena memungkinkan mereka berinteraksi, bermain, bahkan menciptakan dunia virtual sendiri.

Baca juga: Roblox Luncurkan 4 Fitur Keamanan Baru, Verifikasi Usia Hingga Kontrol Orang Tua

Masalahnya bukan pada game itu semata, melainkan pada celah yang muncul saat sistem pembayaran digital terhubung langsung ke akun anak tanpa lapisan pengamanan yang memadai. Dalam kasus Sule, sang anak—kemungkinan besar tanpa niat buruk—melakukan pembelian dalam jumlah besar menggunakan kartu kredit milik orang tuanya yang terhubung otomatis ke akun game.

Ini bukan kejadian pertama yang menimpa orang tua di era digital, tapi tetap menjadi pengingat keras bahwa pengawasan digital sudah bukan lagi soal “boleh atau tidak boleh bermain,” melainkan tentang menciptakan batasan dan kontrol yang cerdas.

Roblox sendiri memang bukan sekadar permainan. Ini adalah platform luas yang berisi ribuan mini games yang bisa diakses anak-anak dengan bebas. Sistem di dalamnya memungkinkan pengguna membeli mata uang virtual bernama Robux, yang bisa digunakan untuk membeli berbagai item, karakter, hingga akses ke game eksklusif.
 
@rctimegaentertainment Kang Sule Kecolongan 50 Juta Gara Gara Roblox!! #dahsyatnya2025 #sule #ashanty ♬ suara asli - rctimegaentertainment

Jika akun anak tidak dilengkapi pengaturan kontrol orang tua dan metode pembayaran tidak dibatasi, maka risiko seperti yang dialami Sule bisa terjadi kapan saja, bahkan dalam hitungan jam.

Sayangnya, banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami bagaimana cara kerja game-game ini. Beberapa menganggap game hanyalah hiburan polos. Padahal di balik tampilan lucu dan gameplay menyenangkan, tersimpan sistem monetisasi yang bisa sangat agresif, bahkan tidak ramah anak jika tidak diawasi dengan ketat. Dan ketika itu terjadi, bukan hanya keuangan orang tua yang terdampak, tapi juga hubungan kepercayaan di dalam keluarga bisa ikut terguncang.

Kasus Sule seharusnya menjadi pintu masuk bagi para orang tua untuk lebih sadar akan pentingnya pengawasan digital yang aktif dan terinformasi. Alih-alih hanya melarang atau menyita perangkat, langkah yang jauh lebih efektif adalah memahami bagaimana cara kerja game yang dimainkan anak, mengaktifkan pengaturan parental control, serta membiasakan komunikasi terbuka soal nilai uang dan tanggung jawab digital.

Misalnya, jangan pernah menautkan kartu kredit langsung ke akun anak. Gunakan saldo terbatas, seperti voucher atau gift card, agar pengeluaran bisa dikontrol. Aktifkan pula fitur verifikasi pembelian di platform seperti Google Play atau App Store, sehingga setiap transaksi tetap dalam kendali orang tua.

Yang tak kalah penting, ajak anak bicara. Tidak semua anak memahami bahwa Robux setara dengan uang asli. Dalam benak mereka, yang terlihat hanyalah avatar keren, rumah virtual, atau akses ke permainan yang sedang tren di sekolah.

Di sinilah peran orang tua sebagai pendamping digital menjadi sangat penting, bukan untuk memata-matai, melainkan untuk membimbing. Anak-anak yang diberi ruang berdiskusi akan jauh lebih terbuka menerima batasan daripada yang hanya dilarang tanpa penjelasan.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan permainan daring, peran orang tua harus ikut bertransformasi. Kasus kehilangan uang karena game bukan hal baru, tapi bisa dicegah jika ada kesadaran dan literasi digital yang memadai di rumah.

Baca juga: Bahaya Adiksi Roblox, Psikolog Sarankan Hal Ini

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Hari Libur Nasional

BERIKUTNYA

Bukan Cuma Estetik Ini 7 Manfaat Merawat Tanaman di Dalam Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: