Bebek Ungkep & Aneka Sambal Sanrah Food Tembus Pasar Ekspor
14 August 2025 |
19:19 WIB
Bagi banyak orang Indonesia, makan tanpa sambal rasanya belum lengkap. Sajian pedas telah menjadi menu wajib dalam hidangan sehari-hari. Di tengah tren gaya hidup yang serba cepat, menghadirkan hidangan yang praktis disajikan sekaligus menggugah selera pun menjadi sebuah kebutuhan masyarakat modern.
Di sinilah Sanrah Food hadir dengan produk andalannya yaitu frozen bebek ungkep yang empuk dan kaya bumbu, serta aneka sambal siap saji, mulai dari sambal bawang hingga sambal kecombrang. Tanpa repot memasak berjam-jam, penggemar kuliner bisa menikmati rasa autentik dan pedas yang memanjakan lidah kapan saja.
Baca juga: Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor
Kisah Sanrah Food bermula pada 2017. Ketika itu, pemiliknya, Lina S. Rahmania hanya iseng mengisi waktu luang bersama sang suami ketika pensiun. Sebab, ketika suaminya masih bekerja, Lina pun terbilang cukup aktif dalam berbagai kegiatan bersama para ibu Darmawanita.
Berbekal resep dari sang adik yang memiliki usaha restoran bebek, Lina pun mencoba untuk mengkreasikan bebek tersebut menjadi produk makanan beku (frozen food) berupa bebek ungkep dan juga sambal bawang. Semuanya diproduksi di dapur rumahnya sendiri.
“Saya ini tidak bisa masak, tapi saya suka makan. Kebetulan adik saya punya usaha bebek. Jadi saya pakai resep dia, tidak perlu menciptakan resep sendiri,” tuturnya ditemui di sela pameran SMEXPO Pertamina 2025.
Tak disangka, respons positif dari hasil tes pasanya, membuat Lina yakin untuk mengembangkannya sebagai usaha yang lebih serius. Lantaran tidak memiliki keahlian dalam memasak, Lina pun membangun tim produksi dan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya.
Selain itu, dia juga sangat fokus dalam hal pengurusan legalitas usaha mulai dari izin BPOM hingga label halal sehingga produknya dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Awalnya saya hanya menjual ke teman-teman dan kerabat terdekat, tapi saya ingin bisnis ini dapat berkembang. Jadi saya pun mengurus semua legalitas usahanya,” ucap Lina yang sempat bekerja di perusahaan farmasi ini.
Bebek ungkep frozen dari Sanrah Food ini diolah dengan proses perebusan bumbu hingga empat jam, sehingga rasa gurih dan rempahnya meresap sempurna, sementara dagingnya tetap lembut dan mudah dilepaskan dari tulang.
“Untuk menyantapnya bebek ungkep ini, konsumen cukup memanaskannya sebentar dan siap disajikan layaknya masakan rumahan,” tuturnya.
Saat ini, aneka olahan frozen dari Sanrah Food makin berkembang. Tidak hanya bebek, tetapi juga tersedia ayam ungkep, burung puyuh, hingga chicken wings yang semuanya memiliki citara autentik berkat bumbunya yang meresap dan gurih, serta tulang yang empuk. Adapun harganya berkisar antara Rp60.000 hingga Rp125.000 per kemasan.
Selain lauk siap saji, Sanrah Food juga menyediakan pilihan sambal yang beragam. Ada sambal bawang yang pedasnya tajam, sambal kecombrang dengan aroma bunga yang khas, sambal paru mercon, sambal cumi isi yang kaya tekstur, hingga sambal ikan tuna.
Semua dikemas dalam botol atau cup praktis, siap disantap bersama nasi hangat, gorengan, atau lauk favorit lainnya. Untuk harga dari sambal yang diberi merek Hj. Lina ini dijual sekitar Rp30.000-an “Sebetulnya dasar semuanya itu adalah sambal bawang yang kemudian tinggal dikembangkan saja dengan berbagai isian lauk pauk lainnya,” tutur Lina.
Bahkan, produk sambalnya sendiri telah menembus pasar internasional, terutama varian tanpa daging, seperti sambal bawang dan sambal kecombrang. Dia menjelaskan bahwa peraturan ekspor yang ketat, membuat produk berbahan daging belum bisa masuk ke beberapa negara.
Meski begitu, sambal botolan ini sudah dipasarkan ke Malaysia dan Singapura. “Dalam waktu dekat kami akan segera masuk ke lima supermarket di Jeddah, Arab Saudi,” tuturnya.
Kesempatan Sanrah Food untuk dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri, tidak lepas dari peran serta Pertamina yang sering mengajaknya untuk ikut serta dalam pameran, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga berkesempatan mendapatkan pembeli dari berbagai Negara.
Sanrah Food sendiri merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
Di sinilah Sanrah Food hadir dengan produk andalannya yaitu frozen bebek ungkep yang empuk dan kaya bumbu, serta aneka sambal siap saji, mulai dari sambal bawang hingga sambal kecombrang. Tanpa repot memasak berjam-jam, penggemar kuliner bisa menikmati rasa autentik dan pedas yang memanjakan lidah kapan saja.
Baca juga: Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor
Kisah Sanrah Food bermula pada 2017. Ketika itu, pemiliknya, Lina S. Rahmania hanya iseng mengisi waktu luang bersama sang suami ketika pensiun. Sebab, ketika suaminya masih bekerja, Lina pun terbilang cukup aktif dalam berbagai kegiatan bersama para ibu Darmawanita.
Berbekal resep dari sang adik yang memiliki usaha restoran bebek, Lina pun mencoba untuk mengkreasikan bebek tersebut menjadi produk makanan beku (frozen food) berupa bebek ungkep dan juga sambal bawang. Semuanya diproduksi di dapur rumahnya sendiri.
“Saya ini tidak bisa masak, tapi saya suka makan. Kebetulan adik saya punya usaha bebek. Jadi saya pakai resep dia, tidak perlu menciptakan resep sendiri,” tuturnya ditemui di sela pameran SMEXPO Pertamina 2025.
Tak disangka, respons positif dari hasil tes pasanya, membuat Lina yakin untuk mengembangkannya sebagai usaha yang lebih serius. Lantaran tidak memiliki keahlian dalam memasak, Lina pun membangun tim produksi dan memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya.
Selain itu, dia juga sangat fokus dalam hal pengurusan legalitas usaha mulai dari izin BPOM hingga label halal sehingga produknya dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Awalnya saya hanya menjual ke teman-teman dan kerabat terdekat, tapi saya ingin bisnis ini dapat berkembang. Jadi saya pun mengurus semua legalitas usahanya,” ucap Lina yang sempat bekerja di perusahaan farmasi ini.
Bebek ungkep frozen dari Sanrah Food ini diolah dengan proses perebusan bumbu hingga empat jam, sehingga rasa gurih dan rempahnya meresap sempurna, sementara dagingnya tetap lembut dan mudah dilepaskan dari tulang.
“Untuk menyantapnya bebek ungkep ini, konsumen cukup memanaskannya sebentar dan siap disajikan layaknya masakan rumahan,” tuturnya.
Saat ini, aneka olahan frozen dari Sanrah Food makin berkembang. Tidak hanya bebek, tetapi juga tersedia ayam ungkep, burung puyuh, hingga chicken wings yang semuanya memiliki citara autentik berkat bumbunya yang meresap dan gurih, serta tulang yang empuk. Adapun harganya berkisar antara Rp60.000 hingga Rp125.000 per kemasan.

.
Semua dikemas dalam botol atau cup praktis, siap disantap bersama nasi hangat, gorengan, atau lauk favorit lainnya. Untuk harga dari sambal yang diberi merek Hj. Lina ini dijual sekitar Rp30.000-an “Sebetulnya dasar semuanya itu adalah sambal bawang yang kemudian tinggal dikembangkan saja dengan berbagai isian lauk pauk lainnya,” tutur Lina.
Bahkan, produk sambalnya sendiri telah menembus pasar internasional, terutama varian tanpa daging, seperti sambal bawang dan sambal kecombrang. Dia menjelaskan bahwa peraturan ekspor yang ketat, membuat produk berbahan daging belum bisa masuk ke beberapa negara.
Meski begitu, sambal botolan ini sudah dipasarkan ke Malaysia dan Singapura. “Dalam waktu dekat kami akan segera masuk ke lima supermarket di Jeddah, Arab Saudi,” tuturnya.
Kesempatan Sanrah Food untuk dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri, tidak lepas dari peran serta Pertamina yang sering mengajaknya untuk ikut serta dalam pameran, baik di dalam maupun luar negeri, sehingga berkesempatan mendapatkan pembeli dari berbagai Negara.
Sanrah Food sendiri merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.