Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor

14 August 2025   |   10:52 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id
Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor

Astuti Owner Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)


Astuti tak pernah menyangka bahwa keputusan sederhana untuk menjual jajanan kesukaannya ternyata membawanya ke jalur wirausaha yang serius. Pada 2017, setelah resign dari pekerjaannya sebagai marketing di sebuah perusahaan otomotif, dia memutuskan merintis usaha kuliner dengan mengusung brand Cimeler.

Dia memilih untuk mengembangkan bisnis jajanan pinggir jalan yang menjadi favoritnya yaitu cilok. Akan tetapi, dia tidak ingin menjualnya begitu saja. Dia dimodifikasinya menjadi camilan yang lebih kekinian dengan isian keju lumer dan kuah yang membuat 'meler'. 

“Awalnya aku cuma jual ke karyawan-karyawan di kawasan industri dekat rumah, lewat WhatsApp. Pakai kemasan sederhana, setiap jam makan siang aku antar ke kantor-kantor. Sehari bisa 100–200 porsi,” kenang Astuti saat ditemui di sela pameran SMEXPO Pertamina 2025. 

Baca juga: Perjalanan Bisnis Rahasio Emak, Lahir dari Resep Keluarga 
 

Produk Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Roby Fathan)

Produk Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Roby Fathan)

Meski berkembang cukup pesat di awal perintisan, tetapi pandemi COVID-19 yang terjadi pada 2020 mengubah segalanya. Permintaan dari perusahaan menurun drastis, bahkan upaya membuka toko fisik berujung pada kebangkrutan.

Namun, Astuti tidak menyerah. Dia memutar otak dan mulai mengemas produknya dalam pouch atau plastik bening dan mencoba pasar baru. Langkah ini membuatnya dilirik oleh program pembinaan Jakpreneur, yang membantunya memperbaiki kemasan sehingga membuat produknya lebih menarik, mengurus legalitas usaha, hingga mendapatkan pendampingan bisnis.

"Menjadi mitra binaan membuat bisnis saya berkembang. Namun saya merasa tidak cukup sampai di situ, saya ingin bisnis ini terus membesar dan pemasarannya semakin luas," tuturnya.

Hingga akhirnya Astuti lolos sebagai peserta Pertamina UMK Academy. Pengalaman tersebut membuka wawasan terhadap pentingnya manajemen yang profesional. “Pertamina membangun mindset saya bahwa kalau mau berkembang, pengusaha harus berani menggaji orang. Jangan semua dipegang sendiri, nanti kita kelelahan dan enggak fokus mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Saran ini menjadi perubahan besar. Astuti pun mulai merekrut karyawan untuk produksi dan mengelola media sosial. Dengan pembagian tugas yang jelas, Cimeler bisa tetap berproduksi stabil meski dia fokus pada pemasaran dan inovasi.

Kini kapasitas produksi bisa mencapai 500 porsi per hari, meski masih fluktuatif, dengan jaringan 15 reseller aktif dari total lebih dari 30 reseller di berbagai daerah. 
 

Produk Cimeler terdiri dari dua menu utama yakni Cilok Kuah Meler dengan isian keju, bakso, atau telur puyuh, disajikan dengan kuah pedas dari cabai segar tanpa pengawet; dan Cilok Goreng yang disajikan dengan bumbu kacang pekat nan gurih. 

Selain itu, Cimeler tengah mengembangkan produk Cireng Kuah Keju berisi ayam suwir dengan kuah creamy gurih. Semua produk dikemas praktis dalam pouch frozen food, memudahkan konsumen untuk menikmati kapan saja. 

Kini, penjualan produknya tak hanya lewat pembeli langsung, tetapi juga melalui toko frozen food, reseller, dan pihak ketiga yang membawanya ke luar daerah. Meski ekspor resmi belum dilakukan, beberapa produk sudah dibawa ke luar negeri secara hand carry.

Astuti menargetkan ke depan Cimeler dapat menjangkau seluruh pasar Indonesia melalui jaringan reseller yang lebih luas, dan pada akhirnya menembus pasar internasional. “Jangka pendek, aku ingin Cimeler punya reseller di seluruh Indonesia. Jangka panjang, aku ingin go global,” pungkasnya. 

Perjalanan Astuti membuktikan bahwa inovasi produk harus berjalan seiring dengan pembenahan manajemen. Dari kemasan sederhana hingga profesional, dari bisnis rumahan hingga mitra binaan BUMN, dia menunjukkan bahwa jajanan sederhana pun bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. 

Cimeler merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global. 

Baca juga: Nukuma Soes Kreasikan Sus Kering dengan Rasa Unik 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Perjalanan Bisnis Rahasio Emak, Lahir dari Resep Keluarga

BERIKUTNYA

Resep Nenek Antar Bisnis MV Cookies Naik Kelas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.


Astuti Owner Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor

14 August 2025   |   10:52 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id
Perjalanan Astuti Membangun Cimeler hingga Siap Menembus Pasar Ekspor

Astuti Owner Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Robby Fathan)


Astuti tak pernah menyangka bahwa keputusan sederhana untuk menjual jajanan kesukaannya ternyata membawanya ke jalur wirausaha yang serius. Pada 2017, setelah resign dari pekerjaannya sebagai marketing di sebuah perusahaan otomotif, dia memutuskan merintis usaha kuliner dengan mengusung brand Cimeler.

Dia memilih untuk mengembangkan bisnis jajanan pinggir jalan yang menjadi favoritnya yaitu cilok. Akan tetapi, dia tidak ingin menjualnya begitu saja. Dia dimodifikasinya menjadi camilan yang lebih kekinian dengan isian keju lumer dan kuah yang membuat 'meler'. 

“Awalnya aku cuma jual ke karyawan-karyawan di kawasan industri dekat rumah, lewat WhatsApp. Pakai kemasan sederhana, setiap jam makan siang aku antar ke kantor-kantor. Sehari bisa 100–200 porsi,” kenang Astuti saat ditemui di sela pameran SMEXPO Pertamina 2025. 

Baca juga: Perjalanan Bisnis Rahasio Emak, Lahir dari Resep Keluarga 
 

Produk Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Roby Fathan)

Produk Cimeler (Sumber gambar: Hypeabis.id/Roby Fathan)

Meski berkembang cukup pesat di awal perintisan, tetapi pandemi COVID-19 yang terjadi pada 2020 mengubah segalanya. Permintaan dari perusahaan menurun drastis, bahkan upaya membuka toko fisik berujung pada kebangkrutan.

Namun, Astuti tidak menyerah. Dia memutar otak dan mulai mengemas produknya dalam pouch atau plastik bening dan mencoba pasar baru. Langkah ini membuatnya dilirik oleh program pembinaan Jakpreneur, yang membantunya memperbaiki kemasan sehingga membuat produknya lebih menarik, mengurus legalitas usaha, hingga mendapatkan pendampingan bisnis.

"Menjadi mitra binaan membuat bisnis saya berkembang. Namun saya merasa tidak cukup sampai di situ, saya ingin bisnis ini terus membesar dan pemasarannya semakin luas," tuturnya.

Hingga akhirnya Astuti lolos sebagai peserta Pertamina UMK Academy. Pengalaman tersebut membuka wawasan terhadap pentingnya manajemen yang profesional. “Pertamina membangun mindset saya bahwa kalau mau berkembang, pengusaha harus berani menggaji orang. Jangan semua dipegang sendiri, nanti kita kelelahan dan enggak fokus mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Saran ini menjadi perubahan besar. Astuti pun mulai merekrut karyawan untuk produksi dan mengelola media sosial. Dengan pembagian tugas yang jelas, Cimeler bisa tetap berproduksi stabil meski dia fokus pada pemasaran dan inovasi.

Kini kapasitas produksi bisa mencapai 500 porsi per hari, meski masih fluktuatif, dengan jaringan 15 reseller aktif dari total lebih dari 30 reseller di berbagai daerah. 
 

Produk Cimeler terdiri dari dua menu utama yakni Cilok Kuah Meler dengan isian keju, bakso, atau telur puyuh, disajikan dengan kuah pedas dari cabai segar tanpa pengawet; dan Cilok Goreng yang disajikan dengan bumbu kacang pekat nan gurih. 

Selain itu, Cimeler tengah mengembangkan produk Cireng Kuah Keju berisi ayam suwir dengan kuah creamy gurih. Semua produk dikemas praktis dalam pouch frozen food, memudahkan konsumen untuk menikmati kapan saja. 

Kini, penjualan produknya tak hanya lewat pembeli langsung, tetapi juga melalui toko frozen food, reseller, dan pihak ketiga yang membawanya ke luar daerah. Meski ekspor resmi belum dilakukan, beberapa produk sudah dibawa ke luar negeri secara hand carry.

Astuti menargetkan ke depan Cimeler dapat menjangkau seluruh pasar Indonesia melalui jaringan reseller yang lebih luas, dan pada akhirnya menembus pasar internasional. “Jangka pendek, aku ingin Cimeler punya reseller di seluruh Indonesia. Jangka panjang, aku ingin go global,” pungkasnya. 

Perjalanan Astuti membuktikan bahwa inovasi produk harus berjalan seiring dengan pembenahan manajemen. Dari kemasan sederhana hingga profesional, dari bisnis rumahan hingga mitra binaan BUMN, dia menunjukkan bahwa jajanan sederhana pun bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas. 

Cimeler merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global. 

Baca juga: Nukuma Soes Kreasikan Sus Kering dengan Rasa Unik 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Perjalanan Bisnis Rahasio Emak, Lahir dari Resep Keluarga

BERIKUTNYA

Resep Nenek Antar Bisnis MV Cookies Naik Kelas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.