OUT OF NOWHERE VOL. 2 Pembukaan pameran Out of Nowhere Vol. 2 bertajuk NGE-HANG! Refleksi Mental di Semesta's Gallery, Jakarta, Sabtu (9/8/2025) (Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Semesta Gallery Gelar Pameran Out of Nowhere Vol. 2, Usung Tema NGE-HANG! Refleksi Mental

09 August 2025   |   19:26 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Semesta Gallery mengadakan pameran bertajuk Out of Nowhere Vol. 2 di Jakarta pada 9-31 Agustus 2025. Pameran yang mengundang berbagai seniman dari dalam dan luar negeri tersebut mengusung tema NGE-HANG! Refleksi Mental. 

Kurator pameran Irene Agrivina mengatakan bahwa pameran Out of Nowhere Vol. 2 mencoba memetakan gangguan mental sebagai bagian dari lanskap sosial paska-naratif. Pameran ini tidak hadir sebagai terapi, tetapi sebagai ruang visual untuk menyuarakan fragmen-fragmen kegelisahan yang tidak terwakili dalam narasi arus utama. 

Karya-karya dalam pameran ini sebagai mikro-narasi, pengalaman personal, subjektif, dan tidak selalu utuh, yang bersama-sama membentuk lanskap psikologis masyarakat digital saat ini. 

Baca juga: Semesta Gelar Diva: The Musical, Simbol Harapan & Mimpi Anak Muda 

Di tengah ketidakpastian politik, ekonomi, dan sosial global yang kian diperparah dengan kondisi iklim, konflik bersenjata, dan pandemi, manusia seperti tercerabut dari akarnya. Arus utama digitalisasi yang masif, algoritma yang tidak pernah berhenti bekerja, dan tekanan kapitalisme modern membuat realitas terasa terbelah. 

“NGE-HANG adalah metafora atas eror eksistensial yang melanda manusia modern. Melalui karya-karya ini, kita diingatkan bahwa menjadi rapuh adalah bagian dari kemanusiaan,” katanya.

Direktur Program Pameran Out of Nowhere Vol. 2, Fitra Rahardjo, mengatakan bahwa pameran Out of Nowhere Vol. 2 memiliki tema Refleksi Mental pada awal-awal. Namun, mengalami perubahan dengan menambahkan kata NGE-HANG. “Awal [Tema] Refleksi Mental. Dari situ, dipadukan antara NGE-HANG dan Refleksi Mental,” katanya. 

Dia menilai bahwa refleksi mental menjadi isu yang penting untuk diangkat lantaran kondisi dan era saat ini. Permasalahan tentang kesehatan mental, ujarnya, setara dengan isu tentang lingkungan atau bumi. 

Dia pun berharap agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan menyaksikan karya-karya dari para seniman yang terlibat di pameran Out of Nowhere Vol. 2, sekaligus merasakan apa yang dirasakan oleh para seniman. 
 

Pengunjung mengamati koleksi pada pameran Out of Nowhere Vol. 2 bertajuk NGE-HANG! Refleksi Mental di Semesta's Gallery, Jakarta, Sabtu (9/8/2025). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P )

Dalam pameran Out of Nowhere Vol. 2, ada puluhan seniman yang ikut serta dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Flores, Madura, Sumatra, dan sebagainya. Kemudian, ada juga seniman dari luar negeri, yakni Mesir juga ikut dalam pameran ini. 

Para seniman yang terlibat dalam pameran ini berbicara tentang kesehatan mental melalui karya yang beragam. Contoh, seniman asal Mesir Nayera Subaih yang menghadirkan isu tentang hubungan antara memori, trauma, dan penyembuhan lewat karya berjudul Reminiscence

Pada kesempatan yang sama, CEO Semesta Gallery, Andra Semesta mengatakan bahwa pameran Out of Nowhere memiliki spirit kreatif, eksperimental, dan juga energi yang membara untuk kesenian. “Saya percaya dari [edisi] yang pertama sampai kedua bisa membawa seni yang mendorong ekspresi,” ujarnya.

Dia percaya bahwa kesenian selalu bisa menjadi media untuk melakukan refleksi dan penyembuhan mental. Kesedihan atau keruwetan dalam kehidupan bisa diekspresikan menjadi bentuk karya yang jelas dan berwarna.  

Baca juga: Eksplorasi Kenangan dan Hujan, Ugo Untoro Gelar Pameran Tunggal di Nadi Gallery 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Dua Empat Hangatkan Sore di BRI Jazz Gunung Ijen 2025

BERIKUTNYA

Buka Pameran Out of Nowhere Vol. 2, Cosmas D. Gozali Bicara Pentingnya Isu Kesehatan Mental

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga