Grup Dua Empat di BRI Jazz Gunung Ijen (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dua Empat Hangatkan Sore di BRI Jazz Gunung Ijen 2025

09 August 2025   |   18:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Di bawah langit cerah Banyuwangi sore itu, suasana Amfiteater Taman Gandrung Terakota (TGT) mulai ramai dipenuhi penonton yang mencari posisi terbaik. Angin sejuk dari kaki Gunung Ijen membawa aroma yang unik bagi siapa saja yang ada di sana, sensasi yang mungkin sulit ditemukan di banyak festival musik lain. 

Tepat pukul 15.10, duo akustik Dua Empat naik ke panggung BRI Jazz Gunung Series 3: Ijen. Grup yang digawangi Alvin Ghazalie dan Misi Lesar ini langsung memulai dengan permainan gitar yang harmonis. Mereka membuka penampilannya dengan dua nomor yang masuk di dalam album barunya, yakni "From Friendship To Lovers" yang dilanjut dengan "My Funny Guy".

Dua lagu perkenalan yang seketika membuat suasana di amfiteater terasa lebih intim. Penonton yang duduk di undakan batu sebagian ikut mengangguk mengikuti irama, sebagian lagi menutup mata menikmati setiap petikan senar. "Perkenalkan kami Dua Empat. Kita senang bisa perform di Ijen. Senang bisa menghirup udara segar enggak kayak di kota," ucap Alvin. 

Baca juga: Jazz Patrol Kawitan Gemakan Musik Banyuwanyi di Jazz Gunung Ijen 
 

Grup Dua Empat di BRI Jazz Gunung Ijen (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Grup Dua Empat di BRI Jazz Gunung Ijen (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Menurut duo asal Jakarta ini, tampil di festival musik yang berada di daerah pegunungan selalu membawa intensi yang unik. Sebab, musik-musik mereka bisa didengar seraya menikmati keindahan alam dan kesejukan pegunungan. 

Pada lagu ketiga, Dua Empat membawakan satu nomor hit mereka, yakni "Isn’t It Romantic?". Lagu ini memberikan esensi romansa jazz dengan getaran bahagia dan lirik yang puitis. Para penonton pun tampak asyik menikmatinya sembari sesekali menepuk paha dengan tangannya atau menggerakkan kaki sesuai irama. 

Selanjutnya, beberapa lagu yang mereka bawakan ialah "Life Is Full Of Losses", "Siladen" di album pertama, "For A Moment", "Would You Be Mine?", "Undo", dan "Sunshine Serenade". 

Permainan gitar dalam set Dua Empat menjadi tulang punggung yang mengikat keseluruhan aransemen. Petikan senar yang ringan tapi asyik menghadirkan tekstur musik yang kaya. Sementara itu, flute menambah warna yang kontras di beberapa segmennya. Tiupan lembutnya menyapu melodi dengan nuansa jazzy yang membuat setiap lagu terasa lebih hidup dan bernuansa sinematis.
 

Grup Dua Empat di BRI Jazz Gunung Ijen (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Grup Dua Empat di BRI Jazz Gunung Ijen (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Bas betot tampil sebagai fondasi ritmis lain yang kokoh, memberi kedalaman dan groove yang membuat komposisi tetap solid. Petikan jari yang tegas nan dinamis menjaga ketegangan sekaligus memberi ruang untuk gitar dan flute bersinar.

Aksi panggung mereka memang tidak berlebihan, tapi sangat komunikatif. Sesekali, mereka menyapa penonton, menceritakan sedikit latar belakang lagu sebelum memainkannya. Hal ini menciptakan keakraban yang membuat audiens merasa dilibatkan dalam perjalanan musik mereka. 

Menutup set mereka, Dua Empat memainkan komposisi yang lebih tenang, seolah mengajak audiens kembali mendarat setelah perjalanan musikal yang intens. Nada-nada lembut itu menyatu dengan matahari yang mulai turun di Banyuwangi, tepat setelah dua nomor terakhir mereka, "Piccadilly", "Happiness Under Your Nose" selesai dibawakan.


Format Besar yang Spesial

Dua Empat (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dua Empat (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Salah satu personel Dua Empat, Misi Lesar mengatakan main di Jazz Gunung merupakan salah salah satu wishlist lama grupnya. Sebab, dirinya merasa bermain musik di alam terbuka selalu punya kesan yang berbeda. 

"Ini jadi satu experience yang menarik, tidak hanya penonton, tapi kami juga," kata Misi saat ditemui seusai tampil.

Sementara itu, Alvin Ghazalie mengatakan penampilan Dua Empat di panggung Jazz Gunung Ijen cukup spesial. Dia menyebut Dua Empat tadi tampil dengan format besar yang terdiri dari sembilan musisi, dari rhythm section, kontra bass, drum, empat horn, serta satu vokalis Marini Nainggolan. 

Dengan membawa format besar, Alvin menyebut ada beberapa penyesuaian yang dilakukan, terutama terkait dengan aransemen. Menurutnya, dia dan Misi kerap kali harus menulis lagi aransemen baru untuk menyesuaikan format. tampil yang ingin dibawakan.

Namun, dirinya senang karena format besar ini bisa sukses dibawakan. Sebab, Dua Empat termasuk jarang membawakan format besar. Akan tetapi, karena album barunya yang self titled bertajuk Dua Empat, juga menganut format yang sama.

Oleh karena itu, dia ingin apa yang didengar di studio saat rekaman juga sama dengan yang didengar saat live performance

Baca juga: Lebih Dekat dengan Lineup BRI Jazz Gunung Series 3: Ijen 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Sudah Jadi Public Domain, Nyanyikan & Putar Lagu Indonesia Raya Tak Perlu Bayar Royalti

BERIKUTNYA

Semesta Gallery Gelar Pameran Out of Nowhere Vol. 2, Usung Tema NGE-HANG! Refleksi Mental

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga