Penyanyi Fadly, Elwin Hendrijanto dan Yura Yunita (Sumber gambar: dok Pagelaran Sabang Merauke)

Vokalis Fadly Merasa Kembali Jadi Anak Kecil saat Ulik Musik di Pagelaran Sabang Merauke

13 August 2025   |   13:45 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Vokalis Padi Reborn Fadly menyampaikan antusiasmenya menjelang tampil di Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway 2025. Dia menyebut penampilannya kali ini akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari panggung-panggung yang pernah dilakoninya selama ini. 

Menurut Fadly, salah satu keunikan dari penampilannya nanti terletak pada aransemen musik yang digarap bersama komposer kenamaan, Elwin Hendrijanto. Musik tersebut menggabungkan unsur tradisional, opera, serta sentuhan khas dari Padi Reborn yang dikenal dengan warna pop rock-nya. 

Kombinasi ini diyakininya akan menciptakan pengalaman musikal yang segar dan menggugah. "Ada keberanian menggabungkan tiga elemen besar musik, yakni tradisi, klasik, dan pop rock modern. Buat saya pribadi, ini seperti menciptakan sejarah baru dalam perjalanan karier kami,” ujar Fadly. 

Baca juga: Yura Yunita Jatuh Hati pada Cerita Pagelaran Sabang Merauke Tahun Ini 

Menurutnya, terlibat dalam project Pagelaran Sabang Merauke merupakan salah satu pengalaman yang menarik di hidupnya. Selama menggarap musik dan latihan di pagelaran ini, Fadly mengaku semangat dan gairahnya terpicu kembali.

Dirinya merasa seperti menemukan sisi polos dalam bermusik saat harus mengeksplorasi banyak unsur di pagelaran berskala besar ini. Pagelaran Sabang Merauke baginya adalah ruang eksplorasi musikal sekaligus ekspresi budaya yang langka. 

"Saya kembali lagi jadi anak kecil yang penasaran sama Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway," imbuhnya.
 

Latihan PSM 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta  (Sumber gambar: dok Pagelaran Sabang Merauke)

Latihan PSM 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta (Sumber gambar: dok Pagelaran Sabang Merauke)

Menurutnya, ketika tampil di sebuah pagelaran, yang membuatnya deg-degan bukan lagi soal menyanyi dan menjaga suara. Lebih dari itu, menurutnya, setiap dari musisi yang terlibat, termasuk penyanyi, punya peran besar untuk sama-sama menyukseskan acara. Sebab, pagelaran bukan soal menyanyi lagi, melainkan memadukan berbagai elemen seni, dari musik, tarian, visual, hingga dramaturgi. 

“Di atas panggung ini, kita bukan hanya penyanyi. Kita harus bisa menyatu dengan semua elemen pertunjukan,” jelas Fadly.

Pagelaran Sabang Merauke 2025 akan mengangkat tema Hikayat Nusantara sebagai konsep utamanya. Tema ini dipilih untuk menggali kekayaan budaya bertutur dari berbagai wilayah Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara dengan warisan cerita rakyat yang besar. 

Lewat pertunjukan yang diinisiasi oleh iForte dan BCA ini, penonton diajak menyusuri ragam kisah rakyat dari berbagai daerah. Setiap hikayat akan dihidupkan dalam bentuk kolosal dengan kombinasi musik, nyanyian, tarian, serta busana adat yang mencerminkan keunikan budaya masing-masing daerah. 

Beberapa hikayat populer yang akan diangkat antara lain Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Si Tumang, Mahadewi, hingga kisah magis Calon Arang. Cerita-cerita ini akan dituturkan dalam beberapa babak, lengkap dengan diiringi lagu-lagu khas dari daerah asal hikayat tersebut.

Tembang daerah yang akan tampil termasuk Padang Wulan dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Aceh, Butet dan Rambadia dari Sumatera Utara, Injit-Injit Semut dari Jambi, Pak Pung Pak Mustafa dari Sumatera Selatan, Pang Lipang Dang dari Lampung, serta Kambanglah Bungo dari Sumatera Barat, dan masih banyak lainnya. 

Acara ini melibatkan lebih dari 1.500 seniman, termasuk 351 penari profesional, serta sederet musisi ternama seperti Yura Yunita, grup Padi Reborn, dan Mirabeth Sonia. Keterlibatan banyak seniman lintas disiplin menjadi kekuatan utama dari pagelaran ini.
 

Latihan PSM 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta  (Sumber gambar: dok Pagelaran Sabang Merauke)

Latihan PSM 2025 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta (Sumber gambar: dok Pagelaran Sabang Merauke)

Pementasan akan diiringi oleh Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, yang juga bekerja sama dengan para musisi tradisional dari berbagai daerah. Desain kostum untuk karakter-karakter dalam cerita dikerjakan secara kolaboratif dengan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.

Para aktor dan narator seperti Indra Bekti, Zahara Christie, dan Risang Janur Wendo juga akan memeriahkan pagelaran dengan memandu alur cerita di dalamnya. Selain itu, lebih dari 75 koreografi juga siap ditampilkan, memadukan unsur tradisi, energi kontemporer, serta kreativitas dari generasi muda maupun senior. 

Sentuhan teatrikal dan elemen humor turut memperkaya pertunjukan, termasuk lewat tarian Comical Dance, Topeng Limbuk, hingga pertunjukan kostum hewan seperti macan, ayam, babi hutan, dan anjing.  Sebagai penutup, akan ada momen Kemenangan Besar, sebuah koreografi masal yang melambangkan semangat kebersamaan dan perayaan atas keberagaman Indonesia. 

Rangkaian Pagelaran Sabang Merauke dijadwalkan digelar selama dua hari, tepatnya pada 23 dan 24 Agustus 2025, di Indonesia Arena, Senayan, dengan menghadirkan empat sesi pertunjukan secara keseluruhan. 

Baca juga: Alasan Pagelaran Sabang Merauke 2025 Angkat Tema Hikayat Nusantara 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Cek Daftar Lengkap Nominasi Ballon d'Or 2025, dari Mbappe hingga Vicky López

BERIKUTNYA

Komposer Elwin Hendrijanto Ramu Nada Nusantara di Pagelaran Sabang Merauke

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga