Yura Yunita Jatuh Hati pada Cerita Pagelaran Sabang Merauke Tahun Ini
06 August 2025 |
11:57 WIB
1
Like
Like
Like
Penyanyi Yura Yunita mengaku jatuh hati dengan cerita Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway tahun ini. Hal itulah yang membuatnya untuk kedua kalinya kembali bergabung ke pentas kolosal ini, setelah penampilannya tahun lalu juga berhasil memukau penonton.
Pagelaran Sabang Merauke yang kini memasuki edisi keenam akan tampil dengan tema baru, Hikayat Nusantara. Tema ini dipilih untuk menghidupkan kembali tradisi bertutur dari berbagai daerah Indonesia, terutama yang berkaitan dengan cerita rakyat.
“Yang namanya pagelaran Sabang Merauke itu, tahun kemarin aja udah spektakuler. Tahun ini aku rasa energinya jauh lebih besar, lebih kolosal lagi. Aduh, bener-bener super excited untuk terlibat lagi,” ujar Yura.
Baca juga: Alasan Pagelaran Sabang Merauke 2025 Angkat Tema Hikayat Nusantara
Bagi Yura, bergabung kembali di panggung ini tak hanya soal tampil di acara besar, tapi juga bagian dari misi pribadinya sebagai seniman. Dirinya merasa Pagelaran Sabang Merauke menjadi ruang yang luar biasa bagi para musisi, penari, dan seniman lintas genre untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia.
Pertunjukan tahun ini, katanya, juga akan digarap lebih megah dengan tata panggung, aksi teatrikal, musik orkestra, dan tari-tarian dari berbagai wilayah Indonesia yang disajikan dengan gaya Broadway. Cerita-cerita rakyat di berbagai daerah pun akan ditampilkan dalam nuansa yang baru.
“Sebagai seniman, aku ingin terus melestarikan budaya. Bukan cuma lewat lagu daerah seperti ‘Bandung’ yang aku ciptakan di album, tapi juga lewat ruang sebesar ini. Pagelaran Sabang Merauke tuh kayak wadah besar yang nyatuin kita semua,” katanya.
Menurut Yura, yang membuat Pagelaran Sabang Merauke istimewa adalah semangat para generasi muda di baliknya. Bukan hanya pertunjukan seni biasa, tapi sebuah gerakan budaya yang mengangkat identitas nasional secara utuh.
“Menurut saya, Pagelaran Sabang Merauke ini bukan cuma pertunjukan musik. Tapi ini bagian dari perjuangan budaya. Gerakan kita untuk terus membangkitkan kecintaan akan Indonesia,” imbuhnya.
Salah satu hal yang paling disukai Yura Yunita dari Pagelaran Sabang Merauke tahun ini adalah cara cerita rakyat disajikan. Menurutnya, pendekatan yang digunakan benar-benar terasa segar dan relevan, khususnya bagi generasi muda.
“Yang aku suka juga dari cerita-cerita yang tadi sudah disampaikan, kita akan menceritakan cerita rakyat tapi dikemas dengan, yes, Gen Z people,” kata Yura sambil tertawa.
Dia merasa pendekatan ini bikin ceritanya terasa lebih dekat dan lebih relate dengan keseharian anak muda saat ini. Dalam pertunjukan nanti, cerita-cerita seperti Hikayat Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi, hingga Hikayat Calon Arang akan dibawakan dengan gaya visual dan narasi yang kekinian.
Musik, koreografi, hingga visual mapping dirancang agar bisa dinikmati lintas generasi, tanpa kehilangan nilai budaya aslinya. Yura berharap pendekatan ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk makin mencintai budaya sendiri. “Aku juga berharap dengan kemasan cerita ini, kita semua sebagai anak muda Indonesia jadi semakin cinta dengan akar budaya kita,” ucapnya.
Sebagai seniman, dia merasakan tanggung jawab besar untuk terus menyuarakan budaya Indonesia melalui karya. Yura merasa bahwa seni musik kini bisa menjadi kekuatan yang sangat besar untuk membangkitkan kecintaan kita terhadap budaya Indonesia.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway yang diinisiasi oleh iForte dan BCA ini akan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, hingga sejumlah penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, dan Mirabeth Sonia.
Mereka akan diiringi harmoni dari Jakarta Concert Orchestra, Batavaia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, serta seniman musik tradisional. Kostum karakternya juga akan dirancang dan berkolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.
Pertunjukan akan meriah dengan kehadiran narator dan aktor ternama, seperti Indra Bekti, Risang Janur Wendo, Zahara Christie. Dari sisi koreografi, pagelaran akan menampilkan lebih dari 75 koreografi yang menggambarkan perpaduan antara warisan budaya, energi kontemporer, dan kreativitas lintas generasi.
Nuansa teatrikal dan komikal turut memperkaya sajian, melalui tarian seperti Comical Dance, Topeng Limbuk, serta aksi-aksi kostum cosplay hewan, seperti macan, ayam, babi hutan, sampai anjing karnaval.
Sebagai penutup, seluruh penari dan talenta akan bersatu dalam koreografi Kemenangan Besar, sebuah simbol perayaan atas keberagaman, perjuangan, dan semangat persatuan. Pagelaran ini akan diadakan selama dua hari, yakni 23-24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan. Selama dua hari, akan ada empat pentas yang digelar.
Baca juga: Aksi Pagelaran Sabang Merauke Ala Broadway Ramaikan CFD Jakarta
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pagelaran Sabang Merauke yang kini memasuki edisi keenam akan tampil dengan tema baru, Hikayat Nusantara. Tema ini dipilih untuk menghidupkan kembali tradisi bertutur dari berbagai daerah Indonesia, terutama yang berkaitan dengan cerita rakyat.
“Yang namanya pagelaran Sabang Merauke itu, tahun kemarin aja udah spektakuler. Tahun ini aku rasa energinya jauh lebih besar, lebih kolosal lagi. Aduh, bener-bener super excited untuk terlibat lagi,” ujar Yura.
Baca juga: Alasan Pagelaran Sabang Merauke 2025 Angkat Tema Hikayat Nusantara
Bagi Yura, bergabung kembali di panggung ini tak hanya soal tampil di acara besar, tapi juga bagian dari misi pribadinya sebagai seniman. Dirinya merasa Pagelaran Sabang Merauke menjadi ruang yang luar biasa bagi para musisi, penari, dan seniman lintas genre untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia.
Pertunjukan tahun ini, katanya, juga akan digarap lebih megah dengan tata panggung, aksi teatrikal, musik orkestra, dan tari-tarian dari berbagai wilayah Indonesia yang disajikan dengan gaya Broadway. Cerita-cerita rakyat di berbagai daerah pun akan ditampilkan dalam nuansa yang baru.
“Sebagai seniman, aku ingin terus melestarikan budaya. Bukan cuma lewat lagu daerah seperti ‘Bandung’ yang aku ciptakan di album, tapi juga lewat ruang sebesar ini. Pagelaran Sabang Merauke tuh kayak wadah besar yang nyatuin kita semua,” katanya.
Menurut Yura, yang membuat Pagelaran Sabang Merauke istimewa adalah semangat para generasi muda di baliknya. Bukan hanya pertunjukan seni biasa, tapi sebuah gerakan budaya yang mengangkat identitas nasional secara utuh.
“Menurut saya, Pagelaran Sabang Merauke ini bukan cuma pertunjukan musik. Tapi ini bagian dari perjuangan budaya. Gerakan kita untuk terus membangkitkan kecintaan akan Indonesia,” imbuhnya.

Latihan Pagelaran Sabang Merauke 2025 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Cerita Rakyat yang Dikemas ala Anak Gen Z
Salah satu hal yang paling disukai Yura Yunita dari Pagelaran Sabang Merauke tahun ini adalah cara cerita rakyat disajikan. Menurutnya, pendekatan yang digunakan benar-benar terasa segar dan relevan, khususnya bagi generasi muda.“Yang aku suka juga dari cerita-cerita yang tadi sudah disampaikan, kita akan menceritakan cerita rakyat tapi dikemas dengan, yes, Gen Z people,” kata Yura sambil tertawa.
Dia merasa pendekatan ini bikin ceritanya terasa lebih dekat dan lebih relate dengan keseharian anak muda saat ini. Dalam pertunjukan nanti, cerita-cerita seperti Hikayat Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi, hingga Hikayat Calon Arang akan dibawakan dengan gaya visual dan narasi yang kekinian.
Musik, koreografi, hingga visual mapping dirancang agar bisa dinikmati lintas generasi, tanpa kehilangan nilai budaya aslinya. Yura berharap pendekatan ini bisa menjadi jembatan bagi generasi muda untuk makin mencintai budaya sendiri. “Aku juga berharap dengan kemasan cerita ini, kita semua sebagai anak muda Indonesia jadi semakin cinta dengan akar budaya kita,” ucapnya.
Sebagai seniman, dia merasakan tanggung jawab besar untuk terus menyuarakan budaya Indonesia melalui karya. Yura merasa bahwa seni musik kini bisa menjadi kekuatan yang sangat besar untuk membangkitkan kecintaan kita terhadap budaya Indonesia.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway yang diinisiasi oleh iForte dan BCA ini akan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, hingga sejumlah penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, dan Mirabeth Sonia.
Mereka akan diiringi harmoni dari Jakarta Concert Orchestra, Batavaia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, serta seniman musik tradisional. Kostum karakternya juga akan dirancang dan berkolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.
Pertunjukan akan meriah dengan kehadiran narator dan aktor ternama, seperti Indra Bekti, Risang Janur Wendo, Zahara Christie. Dari sisi koreografi, pagelaran akan menampilkan lebih dari 75 koreografi yang menggambarkan perpaduan antara warisan budaya, energi kontemporer, dan kreativitas lintas generasi.
Nuansa teatrikal dan komikal turut memperkaya sajian, melalui tarian seperti Comical Dance, Topeng Limbuk, serta aksi-aksi kostum cosplay hewan, seperti macan, ayam, babi hutan, sampai anjing karnaval.
Sebagai penutup, seluruh penari dan talenta akan bersatu dalam koreografi Kemenangan Besar, sebuah simbol perayaan atas keberagaman, perjuangan, dan semangat persatuan. Pagelaran ini akan diadakan selama dua hari, yakni 23-24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan. Selama dua hari, akan ada empat pentas yang digelar.
Baca juga: Aksi Pagelaran Sabang Merauke Ala Broadway Ramaikan CFD Jakarta
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.