Alasan Pagelaran Sabang Merauke 2025 Angkat Tema Hikayat Nusantara
04 August 2025 |
16:43 WIB
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway bakal kembali digelar. Setelah sebelumnya mengangkat tema Ibu Pertiwi dan Pahlawan Nusantara, edisi keenam tahun ini pagelaran kolosal yang diinisiasi oleh iForte dan BCA tersebut bakal menghadirkan tema baru, yakni Hikayat Nusantara.
Sutradara Rusmedie Agus mengatakan tema Hikayat Nusantara dipilih untuk mengenalkan sekaligus mempopulerkan budaya bertutur berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah salah satu gudang cerita rakyat terbesar di dunia.
Baca juga: Cek Daftar Harga & Cara Beli Tiket Presale Pagelaran Sabang Merauke 2025
Melalui Hikayat Nusantara, pihaknya akan menyajikan berbagai cerita rakyat yang diambil dari sejumlah daerah di Indonesia. Setiap cerita rakuat akan dikemas secara epik dengan musik, lagu, tarian, busana daerah, dan etnik Indonesia yang punya keunikan berbeda-beda.
"Kami akan mengemas cerita rakyat dalam bentuk yang lebih kekinian," ungkap Rusmedie di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.
Meski secara tema baru, Rusmedie menyebut Hikayat Nusantara sebenarnya masih memiliki benang merah dengan tema sebelumnya, yakni Pahlawan Nusantara. Jika penonton menyaksikan pertunjukan tahun lalu, cerita yang tersaji tahun ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari akhir babak tersebut.
Pada pertunjukan tahun lalu, dikisahkan ada anak Gen Z yang menjalani sebuah petualangan menyenangkan saat mengenal berbagai pahlawan Nusantara. Si anak ini dibantu oleh dua punakawan, yakni Petruk dan Bagong.
Di akhir cerita tersebut, Petruk dan Bagong merasa senang karena ada anak muda yang masih peduli dengan sejarah. Menurut mereka, di tangan anak muda yang mencintai kebudayaan, Indonesia akan menjadi negara yang maju. Cerita berakhir ketika mereka pun berniat untuk melapor Semar.
Rusmedie mengatakan pertunjukan tahun ini akan mengungkap bagaimana mereka akan bertemu dengan Semar. Namun, saat bertemu Semar, para karakter tersebut mendapat nasehat berharga bahwa generasi muda mesti berhati-hati karena ada berbahaya yang tengah menanti dan itu bisa merusak budaya Nusantara.
"Kita kemudian akan diajak ke petualangan baru yang menyusuri berbagai cerita rakyat di Indonesia. Benang merahnya itu," jelasnya.
Menurut sang sutradara, beberapa cerita rakyat yang akan dimunculkan ialah terkait Hikayat Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi, hingga Hikayat Calon Arang. Setiap babak juga akan diiringi dengan aneka tembang yang mewakili daerah di mana hikayat tersebut tumbuh.
Mulai dari Padang Wulan dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Aceh, Butet dan Rambadia dari Sumatera Utara, Injit-Injit Semut dari Jambi, Pak Pung Pak Mustafa dari Sumatera Selatan, Pang Lipang Dang dari Lampung, Kambanglah Bungo dari Sumatera Brat, dan masih banyak lagi.
"Melalui pementasan ini, penonton terutama generasi muda akan diingatkan kembali pada nilai-nilai luhur, sosial, dan budaya yang membentuk karakter bangsa yang kuat dan beradab," imbuhnya.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway akan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, hingga sejumlah penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, dan Mirabeth Sonia.
Mereka akan diiringi harmoni dari Jakarta Concert Orchestra, Batavaia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, serta seniman musik tradisional. Kostum karakternya juga akan dirancang dan berkolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.
Pertunjukan akan meriah dengan kehadiran narator dan aktor ternama, seperti Indra Bekti, Risang Janur Wendo, Zahara Christie. Dari sisi koreografi, pagelaran akan menampilkan lebih dari 75 koreografi yang menggambarkan perpaduan antara warisan budaya, energi kontemporer, dan kreativitas lintas generasi.
Nuansa teatrikat dan komikal turut memperkaya sajian, melalui tarian seperti Comical Dance, Topeng Limbuk, serta aksi-aksi kostum cosplay hewan, seperti macan, ayam, babi hutan, sampai anjing karnaval. Sebagai penutup, seluruh penari dan talenta akan bersatu dalam koreografi Kemenangan Besar, sebuah simbol perayaan atas keberagaman, perjuangan, dan semangat persatuan.
Pagelaran ini akan digelar selama dua hari, yakni 23-24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan. Selama dua hari, akan ada empat pentas yang digelar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sutradara Rusmedie Agus mengatakan tema Hikayat Nusantara dipilih untuk mengenalkan sekaligus mempopulerkan budaya bertutur berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah salah satu gudang cerita rakyat terbesar di dunia.
Baca juga: Cek Daftar Harga & Cara Beli Tiket Presale Pagelaran Sabang Merauke 2025
Melalui Hikayat Nusantara, pihaknya akan menyajikan berbagai cerita rakyat yang diambil dari sejumlah daerah di Indonesia. Setiap cerita rakuat akan dikemas secara epik dengan musik, lagu, tarian, busana daerah, dan etnik Indonesia yang punya keunikan berbeda-beda.
"Kami akan mengemas cerita rakyat dalam bentuk yang lebih kekinian," ungkap Rusmedie di Jakarta, Senin, 4 Agustus 2025.
Meski secara tema baru, Rusmedie menyebut Hikayat Nusantara sebenarnya masih memiliki benang merah dengan tema sebelumnya, yakni Pahlawan Nusantara. Jika penonton menyaksikan pertunjukan tahun lalu, cerita yang tersaji tahun ini bisa dibilang merupakan kelanjutan dari akhir babak tersebut.
Pada pertunjukan tahun lalu, dikisahkan ada anak Gen Z yang menjalani sebuah petualangan menyenangkan saat mengenal berbagai pahlawan Nusantara. Si anak ini dibantu oleh dua punakawan, yakni Petruk dan Bagong.
Di akhir cerita tersebut, Petruk dan Bagong merasa senang karena ada anak muda yang masih peduli dengan sejarah. Menurut mereka, di tangan anak muda yang mencintai kebudayaan, Indonesia akan menjadi negara yang maju. Cerita berakhir ketika mereka pun berniat untuk melapor Semar.
Rusmedie mengatakan pertunjukan tahun ini akan mengungkap bagaimana mereka akan bertemu dengan Semar. Namun, saat bertemu Semar, para karakter tersebut mendapat nasehat berharga bahwa generasi muda mesti berhati-hati karena ada berbahaya yang tengah menanti dan itu bisa merusak budaya Nusantara.
"Kita kemudian akan diajak ke petualangan baru yang menyusuri berbagai cerita rakyat di Indonesia. Benang merahnya itu," jelasnya.

Sutradara Rusmedie Agus (paling kanan) bersama tim Pagelaran Sabang Merauke 2025 (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)
Menurut sang sutradara, beberapa cerita rakyat yang akan dimunculkan ialah terkait Hikayat Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi, hingga Hikayat Calon Arang. Setiap babak juga akan diiringi dengan aneka tembang yang mewakili daerah di mana hikayat tersebut tumbuh.
Mulai dari Padang Wulan dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Aceh, Butet dan Rambadia dari Sumatera Utara, Injit-Injit Semut dari Jambi, Pak Pung Pak Mustafa dari Sumatera Selatan, Pang Lipang Dang dari Lampung, Kambanglah Bungo dari Sumatera Brat, dan masih banyak lagi.
"Melalui pementasan ini, penonton terutama generasi muda akan diingatkan kembali pada nilai-nilai luhur, sosial, dan budaya yang membentuk karakter bangsa yang kuat dan beradab," imbuhnya.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway akan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, hingga sejumlah penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, dan Mirabeth Sonia.
Mereka akan diiringi harmoni dari Jakarta Concert Orchestra, Batavaia Madrigal Singers, dan The Resonanz Children's Choir, serta seniman musik tradisional. Kostum karakternya juga akan dirancang dan berkolaborasi dengan Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi.
Pertunjukan akan meriah dengan kehadiran narator dan aktor ternama, seperti Indra Bekti, Risang Janur Wendo, Zahara Christie. Dari sisi koreografi, pagelaran akan menampilkan lebih dari 75 koreografi yang menggambarkan perpaduan antara warisan budaya, energi kontemporer, dan kreativitas lintas generasi.
Nuansa teatrikat dan komikal turut memperkaya sajian, melalui tarian seperti Comical Dance, Topeng Limbuk, serta aksi-aksi kostum cosplay hewan, seperti macan, ayam, babi hutan, sampai anjing karnaval. Sebagai penutup, seluruh penari dan talenta akan bersatu dalam koreografi Kemenangan Besar, sebuah simbol perayaan atas keberagaman, perjuangan, dan semangat persatuan.
Pagelaran ini akan digelar selama dua hari, yakni 23-24 Agustus 2025 di Indonesia Arena Senayan. Selama dua hari, akan ada empat pentas yang digelar.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.