Asal Usul Nama-Nama Bulan Purnama: Dari Wolf Moon hingga Blue Moon
07 August 2025 |
21:30 WIB
Bulan purnama akan terbit di akhir pekan kedua Agustus. Fase bulan pada bulan Agustus ini dinamakan sebagai Sturgeon Moon. Sturgeon Moon akan mencapai fase bulan purnamanya di tanggal 9 Agustus nanti. Fenomena bulan terbit nantinya akan sangat mengesankan untuk diamati.
Sebab bulan akan bercahaya terang dan langit akan benar-benar gelap setelah matahari terbenam. Pada Agustus, bulan purnama berada rendah di langit selatan, seperti yang terlihat dari belahan bumi utara. Bulan yang berada jauh di ekuator selatan akan terbit dari sudut yang dangkal menuju horizon langit. Bulan yang telah terbit akan berada di sana dalam waktu yang lebih singkat.
Baca juga: Saksikan Fenomena Bulan Purnama Terbesar di 2024 Hunter’s Supermoon, Cek Jadwalnya
Lalu, sebenarnya apa arti dari Sturgeon Moon itu?
Sturgeon Moon merupakan salah satu julukan untuk bulan yang dibuat oleh penduduk asli Amerika terdahulu. Mereka memberikan nama ini untuk menghitung siklus fase bulan sebagai pertanda waktu dalam budaya dan kehidupan mereka. Sturgeon Moon sendiri diambil dari ikan-ikan yang bermunculan di bulan ini.
Penduduk Amerika menghitung bulan purnama sebagai pencatatan waktu dan pendeteksi musim. Julukan yang diberikan pun mengacu pada tanda-tanda alam. Julukan-julukan ini kemudian berkembang di masa penduduk Amerika Kolonial dan kini menjadi bagian dari budaya populer. Berikut adalah julukan-julukan bulan dan artinya.
Wolf Moon (Januari)
Julukan untuk bulan purnama di Januari mengacu pada serigala yang melolong kelaparan karena makanan yang langka di tengah musim dingin. Beberapa penduduk memanggil bulan ini sebagai Snow Moon, tetapi sebagian besar menyebut Wolf Moon.
Snow Moon (Februari)
Hujan salju yang lebat menyelimuti Amerika Utara biasanya terjadi pada Februari yang akhirnya membuat bulan purnama saat ini disebut Snow Moon. Beberapa penduduk memanggil bulan ini dengan sebutan Bear Moon atau Eagle Moon. Ada juga yang menyebut Hungry Moon karena sulit menemukan makanan di bulan ini.
Worm Moon (Maret)
Bulan ini dinamai berdasarkan jejak-jejak cacing yang muncul di tanah setelah salju mencair. Para cacing mulai bermunculan dari tempat persembunyian musim dingin menuju permukaan. Ada juga yang menyebut bulan ini sebagai Sore Eyes Moon karena sinar matahari yang menyilaukan bertemu dengan salju. Selain itu, ada juga penduduk yang menyebut Sugar Moon karena getah pohon maple yang mengalir.
Pink Moon (April)
Nama Pink Moon diambil dari nama spesies bunga liar yang mekar di bulan ini. Selain itu, binatang yang kembali berdatangan dari tempat persembunyian membuat bulan ini disebut sebagai Moon When the Ducks Come Back di beberapa tempat.
Flower Moon (Mei)
Bunga-bunga yang bermekaran dan melimpah serta tumbuhan lain yang berkembang di awal musim semi membuat banyak budaya menyebut bulan Mei sebagai Flower Moon. Ada juga yang menyebutnya sebagai Planting Moon sebagai tanda untuk mulai menanam benih tanaman.
Strawberry Moon (Juni)
Asal muasal penamaan bulan ini adalah panen stroberi di Amerika Utara pada bulan Juni. Beberapa ada yang menyebutnya sebagai Berries Ripen Moon atau Blooming Moon. Dalam beberapa budaya lain, bulan ini juga disebut sebagai Hot Moon karena merupakan awal dari musim panas.
Buck Moon (Juli)
Rusa jantan merontokkan tanduknya tiap tahun dan akan menumbuhkan tanduk kembali di bulan Juli sehingga fase bulan saat ini disebut sebagai Buck Moon. Ada pula budaya yang menyebut bulan ini sebagai Thunder Moon karena adanya badai musim panas.
Sturgeon Moon (Agustus)
Nelayan di Amerika Utara menyebut bulan purnama bulan Agustus sebagai Sturgeon Moon karena spesies tersebut muncul dalam jumlah besar selama bulan ini. Bulan ini juga disebut Harvest Moon oleh beberapa penduduk.
Corn Moon (September)
Disebut sebagai Corn Moon karena masa panen di musim panas. Pada saat ini, Bulan tampak sangat terang dan terbit lebih awal, memungkinkan para petani untuk terus memanen hingga malam.
Hunter’s Moon (Oktober)
Pada bulan ini, orang-orang mulai berburu rusa atau rubah yang gemuk setelah musim panas dan tidak dapat bersembunyi di ladang yang kosong. Hunter’s Moon juga sangat terang dan panjang di langit sehingga memungkinkan pemburu untuk mengintai mangsa di malam hari.
Beaver Moon (November)
Konon katanya, penduduk asli Amerika memasang perangkap berang-berang pada bulan ini sehingga dinamai Beaver Moon. Namun, beberapa sumber lain juga mengatakan bahwa nama ini didasari oleh aktivitas berang-berang yang mulai membangun bendungan musim dingin.
Cold Moon (Desember)
Musim dingin yang mulai datang dan menyelimuti Amerika di bulan Desember membuatnya dijuluki sebagai musim dingin. Ada juga yang menyebut bulan ini sebagai Long Night Moon.
Blue Moon
Pernah dengar istilah "Once in a Blue Moon"? Istilah tersebut berasal dari kemunculan Blue Moon yang sangat jarang terjadi. Bulan menyelesaikan 12 siklus penuh fase-fasenya dalam waktu sekitar 354 hari, yang artinya kurang 11 hari dari 1 tahun kalender. Maka dari itu, muncullah bulan purnama ke-13 setiap dua setengah tahun atau lebih, yang disebut dengan Blue Moon.
Sebab bulan akan bercahaya terang dan langit akan benar-benar gelap setelah matahari terbenam. Pada Agustus, bulan purnama berada rendah di langit selatan, seperti yang terlihat dari belahan bumi utara. Bulan yang berada jauh di ekuator selatan akan terbit dari sudut yang dangkal menuju horizon langit. Bulan yang telah terbit akan berada di sana dalam waktu yang lebih singkat.
Baca juga: Saksikan Fenomena Bulan Purnama Terbesar di 2024 Hunter’s Supermoon, Cek Jadwalnya
Lalu, sebenarnya apa arti dari Sturgeon Moon itu?
Sturgeon Moon merupakan salah satu julukan untuk bulan yang dibuat oleh penduduk asli Amerika terdahulu. Mereka memberikan nama ini untuk menghitung siklus fase bulan sebagai pertanda waktu dalam budaya dan kehidupan mereka. Sturgeon Moon sendiri diambil dari ikan-ikan yang bermunculan di bulan ini.
Penduduk Amerika menghitung bulan purnama sebagai pencatatan waktu dan pendeteksi musim. Julukan yang diberikan pun mengacu pada tanda-tanda alam. Julukan-julukan ini kemudian berkembang di masa penduduk Amerika Kolonial dan kini menjadi bagian dari budaya populer. Berikut adalah julukan-julukan bulan dan artinya.
Wolf Moon (Januari)
Julukan untuk bulan purnama di Januari mengacu pada serigala yang melolong kelaparan karena makanan yang langka di tengah musim dingin. Beberapa penduduk memanggil bulan ini sebagai Snow Moon, tetapi sebagian besar menyebut Wolf Moon.
Snow Moon (Februari)
Hujan salju yang lebat menyelimuti Amerika Utara biasanya terjadi pada Februari yang akhirnya membuat bulan purnama saat ini disebut Snow Moon. Beberapa penduduk memanggil bulan ini dengan sebutan Bear Moon atau Eagle Moon. Ada juga yang menyebut Hungry Moon karena sulit menemukan makanan di bulan ini.
Worm Moon (Maret)
Bulan ini dinamai berdasarkan jejak-jejak cacing yang muncul di tanah setelah salju mencair. Para cacing mulai bermunculan dari tempat persembunyian musim dingin menuju permukaan. Ada juga yang menyebut bulan ini sebagai Sore Eyes Moon karena sinar matahari yang menyilaukan bertemu dengan salju. Selain itu, ada juga penduduk yang menyebut Sugar Moon karena getah pohon maple yang mengalir.
Pink Moon (April)
Nama Pink Moon diambil dari nama spesies bunga liar yang mekar di bulan ini. Selain itu, binatang yang kembali berdatangan dari tempat persembunyian membuat bulan ini disebut sebagai Moon When the Ducks Come Back di beberapa tempat.
Flower Moon (Mei)
Bunga-bunga yang bermekaran dan melimpah serta tumbuhan lain yang berkembang di awal musim semi membuat banyak budaya menyebut bulan Mei sebagai Flower Moon. Ada juga yang menyebutnya sebagai Planting Moon sebagai tanda untuk mulai menanam benih tanaman.
Strawberry Moon (Juni)
Asal muasal penamaan bulan ini adalah panen stroberi di Amerika Utara pada bulan Juni. Beberapa ada yang menyebutnya sebagai Berries Ripen Moon atau Blooming Moon. Dalam beberapa budaya lain, bulan ini juga disebut sebagai Hot Moon karena merupakan awal dari musim panas.
Buck Moon (Juli)
Rusa jantan merontokkan tanduknya tiap tahun dan akan menumbuhkan tanduk kembali di bulan Juli sehingga fase bulan saat ini disebut sebagai Buck Moon. Ada pula budaya yang menyebut bulan ini sebagai Thunder Moon karena adanya badai musim panas.
Sturgeon Moon (Agustus)
Nelayan di Amerika Utara menyebut bulan purnama bulan Agustus sebagai Sturgeon Moon karena spesies tersebut muncul dalam jumlah besar selama bulan ini. Bulan ini juga disebut Harvest Moon oleh beberapa penduduk.
Corn Moon (September)
Disebut sebagai Corn Moon karena masa panen di musim panas. Pada saat ini, Bulan tampak sangat terang dan terbit lebih awal, memungkinkan para petani untuk terus memanen hingga malam.
Hunter’s Moon (Oktober)
Pada bulan ini, orang-orang mulai berburu rusa atau rubah yang gemuk setelah musim panas dan tidak dapat bersembunyi di ladang yang kosong. Hunter’s Moon juga sangat terang dan panjang di langit sehingga memungkinkan pemburu untuk mengintai mangsa di malam hari.
Beaver Moon (November)
Konon katanya, penduduk asli Amerika memasang perangkap berang-berang pada bulan ini sehingga dinamai Beaver Moon. Namun, beberapa sumber lain juga mengatakan bahwa nama ini didasari oleh aktivitas berang-berang yang mulai membangun bendungan musim dingin.
Cold Moon (Desember)
Musim dingin yang mulai datang dan menyelimuti Amerika di bulan Desember membuatnya dijuluki sebagai musim dingin. Ada juga yang menyebut bulan ini sebagai Long Night Moon.
Blue Moon
Pernah dengar istilah "Once in a Blue Moon"? Istilah tersebut berasal dari kemunculan Blue Moon yang sangat jarang terjadi. Bulan menyelesaikan 12 siklus penuh fase-fasenya dalam waktu sekitar 354 hari, yang artinya kurang 11 hari dari 1 tahun kalender. Maka dari itu, muncullah bulan purnama ke-13 setiap dua setengah tahun atau lebih, yang disebut dengan Blue Moon.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.