Parfum Makin Diburu, Pasar Wewangian di E-Commerce Tembus Rp1,4 Triliun
07 August 2025 |
22:00 WIB
Di tengah ketidakpastian ekonomi, tren konsumsi produk kecantikan justru menunjukkan arah yang optimis. Salah satu kategori yang mengalami lonjakan minat signifikan adalah parfum. Di Indonesia, parfum tak lagi dipandang sebagai barang pelengkap, melainkan bagian dari gaya hidup.
Industri parfum nasional saat ini tengah menunjukkan performa yang kuat. Menurut proyeksi Euromonitor, pertumbuhan industri parfum di Indonesia diperkirakan mencapai 7-8 persen per tahun hingga 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan global yang berada di kisaran 6-7 persen.
Baca juga: Perfume Pop Market Kembali Hadir, Soroti Tren dan Industri Parfum Lokal
Hal ini sejalan dengan semakin maraknya brand parfum lokal maupun internasional yang hadir di pasar Indonesia baik melalui toko fisik maupun kanal digital.
Platform e-commerce menjadi salah satu jalur utama penjualan produk wewangian. Berdasarkan laporan dari Compas Market Insight Dashboard 2024, nilai penjualan parfum dan produk wewangian di e-commerce Indonesia telah menyentuh angka Rp1,4 triliun. Angka ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia makin percaya diri berbelanja parfum secara online dengan mempertimbangkan aspek keaslian produk, harga yang bersaing, serta kemudahan akses.
Lonjakan minat ini mendorong sejumlah platform e-commerce untuk memperkuat kanal produk kecantikannya. Salah satu yang merespons tren ini adalah Lazada yang menghadirkan beragam pilihan parfum melalui kanal khusus bertajuk LazBeauty.
Kanal ini menyajikan berbagai koleksi parfum dari brand-brand ternama baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan tujuan mendekatkan merek kepada konsumen digital sekaligus memperluas pasar parfum secara nasional.
Penguatan kanal parfum ini tidak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat terutama generasi muda urban yang makin menyadari pentingnya aroma sebagai elemen penunjang penampilan.
Beauty Category Lead Lazada Indonesia Laurensia Anindita Dwiputri mengatakan, bukan sekadar kebutuhan estetika, penggunaan parfum kini dilihat sebagai bagian dari ekspresi diri.
“Parfum kini menjadi elemen penting dalam tren gaya hidup modern,” ujar Laurensia.
Selain soal estetika dan gaya hidup, peningkatan penjualan parfum juga ditopang oleh berbagai momentum diskon seperti yang berlangsung pada kampanye 8.8 mendatang.
Momen seperti ini sering dimanfaatkan konsumen untuk memburu produk impian dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk kategori parfum, skincare, hingga makeup.
Meski begitu, tingginya minat terhadap produk parfum juga menuntut platform untuk menjaga kepercayaan konsumen terutama terkait keaslian produk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kanal-kanal dikembangkan untuk mengkurasi produk sekaligus memberikan jaminan keamanan dan keaslian kepada pembeli.
Pertumbuhan positif sektor parfum mencerminkan perubahan pola konsumsi yang makin berbasis pengalaman dan identitas personal. Di tengah tren ini, katanya, pelaku industri dituntut terus berinovasi dalam menjangkau konsumen secara digital tanpa mengabaikan kualitas dan nilai keaslian produk.
Selain itu ekosistem e-commerce yang makin matang juga bisa memberi peluang besar mendukung masa depan industri parfum di Indonesia yang diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: Tren Parfum 2025 di Indonesia, Inovasi dengan Aroma Lokal yang Khas
Industri parfum nasional saat ini tengah menunjukkan performa yang kuat. Menurut proyeksi Euromonitor, pertumbuhan industri parfum di Indonesia diperkirakan mencapai 7-8 persen per tahun hingga 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan global yang berada di kisaran 6-7 persen.
Baca juga: Perfume Pop Market Kembali Hadir, Soroti Tren dan Industri Parfum Lokal
Hal ini sejalan dengan semakin maraknya brand parfum lokal maupun internasional yang hadir di pasar Indonesia baik melalui toko fisik maupun kanal digital.
Platform e-commerce menjadi salah satu jalur utama penjualan produk wewangian. Berdasarkan laporan dari Compas Market Insight Dashboard 2024, nilai penjualan parfum dan produk wewangian di e-commerce Indonesia telah menyentuh angka Rp1,4 triliun. Angka ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia makin percaya diri berbelanja parfum secara online dengan mempertimbangkan aspek keaslian produk, harga yang bersaing, serta kemudahan akses.
Lonjakan minat ini mendorong sejumlah platform e-commerce untuk memperkuat kanal produk kecantikannya. Salah satu yang merespons tren ini adalah Lazada yang menghadirkan beragam pilihan parfum melalui kanal khusus bertajuk LazBeauty.
Kanal ini menyajikan berbagai koleksi parfum dari brand-brand ternama baik dari dalam negeri maupun luar negeri dengan tujuan mendekatkan merek kepada konsumen digital sekaligus memperluas pasar parfum secara nasional.
Penguatan kanal parfum ini tidak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat terutama generasi muda urban yang makin menyadari pentingnya aroma sebagai elemen penunjang penampilan.
Beauty Category Lead Lazada Indonesia Laurensia Anindita Dwiputri mengatakan, bukan sekadar kebutuhan estetika, penggunaan parfum kini dilihat sebagai bagian dari ekspresi diri.
“Parfum kini menjadi elemen penting dalam tren gaya hidup modern,” ujar Laurensia.
Selain soal estetika dan gaya hidup, peningkatan penjualan parfum juga ditopang oleh berbagai momentum diskon seperti yang berlangsung pada kampanye 8.8 mendatang.
Momen seperti ini sering dimanfaatkan konsumen untuk memburu produk impian dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk kategori parfum, skincare, hingga makeup.
Meski begitu, tingginya minat terhadap produk parfum juga menuntut platform untuk menjaga kepercayaan konsumen terutama terkait keaslian produk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kanal-kanal dikembangkan untuk mengkurasi produk sekaligus memberikan jaminan keamanan dan keaslian kepada pembeli.
Pertumbuhan positif sektor parfum mencerminkan perubahan pola konsumsi yang makin berbasis pengalaman dan identitas personal. Di tengah tren ini, katanya, pelaku industri dituntut terus berinovasi dalam menjangkau konsumen secara digital tanpa mengabaikan kualitas dan nilai keaslian produk.
Selain itu ekosistem e-commerce yang makin matang juga bisa memberi peluang besar mendukung masa depan industri parfum di Indonesia yang diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga: Tren Parfum 2025 di Indonesia, Inovasi dengan Aroma Lokal yang Khas
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.