Tropical Paradise Takeover. (Sumber foto: Buttonscarves)

Strategi Buttonscarves Bangun Brand Lewat Pendekatan Komunitas

08 August 2025   |   10:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Di tengah persaingan industri fesyen yang makin ketat dan serba digital, Buttonscarves memilih pendekatan berbeda dalam mengembangkan brandnya. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun pengalaman yang terhubung dengan komunitasnya, khususnya komunitas loyal mereka yang dikenal sebagai BS Lady. 
 
Salah satu bentuk paling nyata dari strategi ini hadir dalam rangkaian Tropical Paradise Takeover, yang berlangsung sepanjang Agustus 2025 di Urban Forest, Cipete. Dengan mengusung tema hutan tropis yang imersif, Tropical Paradise Takeover bukan sekadar pop-up store

Baca juga: Produknya Banyak Dicontek, Begini Strategi Pemilik Buttonscarves Hadapi Kasus Plagiarisme
 
"Ini adalah ruang interaksi, eksplorasi visual, dan momen kolektif yang dirancang untuk mendekatkan brand dengan komunitas," ujar Linda Anggrea, Creative Director Buttonscarves.

Buttonscarves menyulap Urban Forest menjadi ruang estetik yang penuh warna dengan instalasi kinetik, spot foto tematik, area aktivitas, dan bahkan menu khusus dari restoran Semasa Dulu.
 
“Dengan mengangkat tema forest, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya estetik, tapi juga emosional, di mana komunitas bisa merasa terhubung dan pulang membawa lebih dari sekadar produk, tapi juga cerita,” ujarnya. 
 
Linda mengakui bahwa peran BS Lady, komunitas pengguna setia Buttonscarves sangat sentral dalam berbagai aktivasi brand. Dalam momen seperti Tropical Paradise Takeover, komunitas ini tidak hanya hadir sebagai konsumen, tetapi juga aktor utama dalam membentuk atmosfer acara mulai dari pembuat konten, penyebar cerita, dan penggerak interaksi di lapangan dan media sosial.
 
 
Menurutnya, aktivitas yang digelar sepanjang Agustus ini dirancang untuk mempererat koneksi emosional antara brand dan komunitasnya. Baik dalam bentuk gathering, sesi eksklusif bersama brand ambassador, maupun konten interaktif, Buttonscarves memosisikan BS Lady sebagai mitra dalam membangun narasi dan loyalitas jangka panjang.
 
Momentum ini sekaligus menjadi peluncuran koleksi terbaru mereka yakni Forestis Series. Terdiri dari scarf, prayer robe, dan twilly dalam palet warna Mocha, koleksi ini hanya tersedia di Pop-Up Store Urban Forest Cipete.

Strategi eksklusivitas ini memperkuat nuansa “pengalaman terbatas” yang tak bisa didapatkan di toko atau kanal online lainnya. Diakui oleh Linda, melalui pendekatan ini, brand Buttonscarves dapat menciptakan rasa memiliki bagi komunitas sekaligus juga membangun urgensi dan keinginan untuk hadir langsung di lokasi.

"Bagi komunitas BS Lady, momen ini bukan hanya tentang berbelanja koleksi baru, melainkan merayakan identitas bersama, di tempat yang dirancang khusus untuk mereka,” jelasnya.
 
Strategi yang dilakukan Buttonscarves melalui Tropical Paradise Takeover menunjukkan bahwa nilai ekonomi dari komunitas tidak hanya berasal dari transaksi langsung, tetapi dari hubungan jangka panjang, penguatan word of mouth, hingga keterlibatan dalam kampanye digital.
 
Dengan lebih dari 1 juta pengikut aktif dan kehadiran di lebih dari 50 gerai di Asia, Buttonscarves berhasil menjadikan komunitas sebagai aset strategis. Dari Jakarta hingga Dubai, mereka membuktikan bahwa membangun brand experience yang berakar pada keterlibatan komunitas mampu memperluas jangkauan tanpa kehilangan kedekatan emosional.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Daftar 7 Pertunjukan di DITP 2025, dari Grup Teater asal Bali hingga Vietnam

BERIKUTNYA

Lukisan Legendaris Henk Ngantung Siap Sambut HUT RI ke-80 di Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga