Ilustrasi penonton konser. (Sumber gambar: Mate Lakatos/Pexels)

Mengenal Post Concert Depression, Gejala & Penyebab Perasaan Sedih Usai Menonton Konser

06 August 2025   |   11:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Menonton konser memberikan euforia dan pengalaman yang berkesan, apalagi jika menonton aksi panggung dari musisi idola. Setelah semua kegembiraan itu selesai, tak sedikit orang mungkin merasa sedih dan belum bisa move on dari pengalaman konser yang begitu membekas dalam ingatan. 
 
Kondisi tersebut dikenal dengan istilah post concert depression atau PCD. Dilansir dari Medical News Today, post concert depression atau depresi pascakonser adalah perasaan sedih yang dialami seseorang setelah menonton konser terutama yang sangat dinantikan. Perasaan ini bisa bersifat sementara, tapi juga dapat menyebabkan kondisi depresi yang lebih serius. 

Baca juga: 7 Konser & Festival Musik Siap Digelar Agustus 2025 di Berbagai Daerah Indonesia 
 
Meski demikian, PCD bukanlah diagnosis medis melainkan sebutan untuk menggambarkan kondisi perasaan kecewa karena konser telah usai, sekaligus merindukan emosi menyenangkan yang dialami selama menonton pertunjukan musik. Hal itu ditambah dengan kenyataan bahwa mereka harus kembali menjalani realita kehidupan sehari-hari. 
 
Orang yang mengalami PCD mungkin akan mengalami sejumlah gejala depresi klinis. Depresi adalah penyakit mental serius yang dapat menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya dianggap menarik. Kondisi ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang serta menyebabkan gangguan emosional dan fisik. 
 
Menurut Asosiasi Psikiatri Amerika (APA), gejala-gejala depresi meliputi:
  • Merasa sedih atau kosong
  • Malas beraktivitas
  • Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • Merasa tidak berharga 
  • Merasa lelah atau kekurangan energi
  • Mengalami kesulitan tidur
  • Perubahan nafsu makan
APA mencatat bahwa setiap orang bisa mengalami gejala-gejala tersebut secara berbeda, dan intensitasnya berlangsung mulai dari ringan hingga berat. Seseorang yang mengalami PCD mungkin merasa tidak stabil segera setelah acara, tetapi perasaan ini dapat mereda dan hilang beberapa hari atau minggu setelahnya.
 
Depresi pascakonser berbeda dengan depresi klinis karena perasaan sedih biasanya bisa mereda dalam beberapa minggu. Menurut APA, seseorang didiagnosa depresi setelah mengalami gejalanya selama lebih dari 2 minggu.
 
Dilaporkan berdasarkan hasil studi tahun 2020, menunjukkan bahwa frekuensi pikiran dan perasaan negatif juga dapat membedakan depresi pascakonser dan depresi klinis. Penderita depresi klinis mungkin terus-menerus mengalami pikiran negatif dan kecemasan.
 
Sementara penderita PCD mungkin hanya mengalami perasaan tersebut sementara atau secara berkala setelah menonton konser. Peneliti mencatat bahwa orang-orang dengan PCD masih memiliki kenangan positif terhadap acara yang ditontonnya, terlepas dari rasa sedih yang masih tersisa.
 

Penyebab Post Concert Depression

PCD merupakan kondisi perasaan yang manusiawi ketika seseorang merasa sedih setelah menyaksikan acara besar yang berkesan seperti konser. Orang-orang mungkin telah menyiapkan diri sebelumnya untuk merencanakan dan menantikan pertunjukan. Setelah acara selesai, mereka mungkin merasa lesu dan tidak dapat serta merta menikmati kehidupan sehari-hari.
 
Menukil dari Healthline, saat melakukan aktivitas yang menyenangkan, seseorang memproduksi endorfin dan dopamin. Kedua zat kimia ini di otak dapat membuat seseorang merasa senang. Ketika aktivitas yang menyenangkan berakhir, orang mengalami penurunan hormon, yang dapat membuat mereka merasa sedih. 
 
Seseorang mungkin merasa ingin menghidupkan kembali pengalaman itu setelah menyadari semuanya sudah berakhir, meskipun tahu itu tidak mungkin. Sehingga mereka mungkin khawatir tidak akan pernah bisa merasakannya lagi. Ditambah, mereka segera sadar harus kembali ke rutinitas sehari-hari keesokan harinya, sehingga ada kontras yang mencolok antara kedua hal tersebut.
 
Sebuah studi pada 2021 tentang musik dan memori menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat mengaktifkan sistem mesolimbik dopaminergik. Sistem ini merupakan bagian otak yang berperan dalam respons kesejahteraan tubuh. Dengan demikian, depresi pascakonser dapat dipahami sebagai gangguan dari proses penyesuaian tersebut. 
 
Orang dengan gangguan penyesuaian ini mengalami gejala emosional dan perilaku sebagai respons terhadap peristiwa penting. Intensitas perasaan mereka mungkin tidak sebanding dengan pemicu​ stres yang sebenarnya, dan biasanya dapat diatasi dalam waktu singkat seperti 6 bulan dari acara tersebut.
 

Mengatasi & Mencegah Post Concert Depression

Konser dan festival bisa sangat intens atau melelahkan, sehingga beristirahat dapat membantu meringankan gejala PCD terutama jika kalian pulang larut malam dan tidak dapat tidur di pagi hari. Ini bukan berarti kalian harus berbaring di tempat tidur selama berhari-hari setelah konser, tapi biarkan tubuh bersantai sejenak agar merasa lebih baik.
 
Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi triptofan dan karbohidrat juga merupakan ide yang baik. Kombinasi ini dipercaya dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang memproduksi serotonin. Beberapa makanan tinggi triptofan antara lain daging tanpa lemak seperti ayam, kalkun, salmon, selai kacang, telur, dan kacang polong.
 
Membicarakan konser dengan teman atau orang terkasih yang juga menonton dapat membantu menghidupkan kembali pengalaman positif tersebut. Selain itu, jika mereka juga merasa depresi, membicarakannya dengan mereka dapat bermanfaat bagi kalian berdua. Bahkan, berbicara dengan penggemar lain secara daring atau mengunggah tentang konser tersebut di media sosial juga dapat membantu.
 
Selain itu, mendengarkan musik juga bisa membantu meringankan PCD. Streaming musik atau mendengarkannya lewat kaset atau rekaman mungkin tidak sama dengan menonton artis favorit secara langsung di konser. Namun, musik dapat memberikan dampak positif kesehatan mental, sehingga bisa jadi bagian dari penyembuhan.
 
Adapun, tidak ada cara yang pasti untuk mencegah PCD. Menyadari bahwa PCD itu ada dan bahwa beberapa orang mungkin merasa sedih atau terpuruk setelah suatu peristiwa seperti konser mungkin dapat membantu. Dengan kesadaran ini, kalian akan lebih siap untuk menghadapinya.
 
Di sisi lain, mungkin ada baiknya untuk memesan konser atau acara lain lebih awal sehingga kalian memiliki hal lain untuk dinantikan setelah konser. Termasuk, bisa juga menerapkan beberapa strategi untuk membantu mencegah atau mengelola gejala depresi yang lebih umum, seperti tidur berkualitas tinggi, aktif secara fisik, dan mengonsumsi makanan seimbang. 

Baca juga: 7 Konser K-Pop & Fan Meeting Agustus 2025, Ada D.O EXO hingga Park Bo-gum 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 
Editor:

SEBELUMNYA

Jadwal Timnas Putri Indonesia di MSIG Serenity Cup 2025, Laga Perdana Lawan Thailand

BERIKUTNYA

Yura Yunita Jatuh Hati pada Cerita Pagelaran Sabang Merauke Tahun Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga