Still photo film Lyora: Penantian Buah Hati (Sumber gambar: IMDb)

Cerita Sutradara Pritagita Visualisasikan Proses Bayi Tabung di Film Lyora: Penantian Buah Hati

01 August 2025   |   19:35 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara Pritagita Arianegara memastikan setiap adegan prosesi bayi tabung dalam film Lyora: Penantian Buah Hati ditampilkan dengan akurat sesuai prosedur medis. Sebelum adegan itu digarap, dia telah terlebih dahulu melakukan riset bersama tim produksi.

Prita mengaku lebih dari lima kali mendatangi fasilitas layanan kesehatan untuk memahami secara menyeluruh proses transfer embrio, yang menjadi bagian penting dalam cerita film. Dirinya juga banyak berkonsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) yang menangani program bayi tabung.

Baca juga: Film Lyora: Penantian Buah Hati Angkat Isu Infertilitas Lewat Riset Mendalam

Prita menyebut adegan bayi tabung merupakan salah satu scene penting di filmnya. Oleh karena itu, dia ingin adegan tersebut tergambarkan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang memang dijalani di dunia medis.

"Saya banyak mengobrol dengan dokter yang menangani langsung untuk bisa menggambarkan adegan lebih akurat," kata Prita.

Namun, saat proses riset dilakukan, Prita menemukan banyak tantangan. Sebab, tahapan-tahapan prosesnya sangat terstruktur dan dipenuhi dengan detail teknis yang kompleks.

Salah satu hal penting yang dia pelajari adalah posisi pasien yang harus tetap berbaring selama prosedur berlangsung. Tak hanya itu, kondisi pencahayaan juga menjadi bagian penting dalam proses. Ruang tindakan harus dalam keadaan gelap atau lampu dimatikan untuk menjaga suasana dan kondisi ideal saat proses transfer embrio dilakukan oleh tim medis.

Selain aspek teknis tersebut, Pritagita juga mencermati protokol pra-transfer yang dianggap menarik dan belum banyak diketahui publik. Sebelum prosedur dimulai, dokter akan membacakan informasi secara verbal kepada pasien dan pasangannya, mulai dari nama pasien hingga metode yang digunakan—untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam setiap tahap.

Setelah pembacaan informasi, biasanya ada jeda singkat yang diisi dengan doa atau harapan dari pasangan. Kemudian, proses dilanjutkan dengan verifikasi teknis oleh tim laboratorium yang berada di ruangan sebelah, untuk memastikan bahwa embrio benar-benar sudah dipindahkan ke dalam rahim. 

“Prosesi bayi tabung ini memang kompleks,” ujarnya.

Namun, kompleksitas tersebut justru menjadi tantangan tersendiri saat diterjemahkan ke dalam film. Pritagita menyadari bahwa jika semua tahapan medis ditampilkan secara lengkap dalam beberapa adegan, filmnya bisa terasa seperti video tutorial alih-alih drama naratif.

“Kami mencoba mencari titik tengah. Jadi, saya juga berdikusi dengan dokter sebelum melakukan itu,” jelas Pritagita.

Pada akhirnya, Pritagita memutuskan bahwa prosedur medis yang ditampilkan secara utuh hanya ditayangkan pada adegan percobaan pertama. Sementara itu, untuk percobaan-percobaan selanjutnya, hanya bagian-bagian inti yang dianggap paling penting yang disertakan dalam film.

Lyora: Penantian Buah Hati merupakan film produksi Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment. Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, film ini mengisahkan perjuangan sepasang suami istri dalam mengatasi masalah infertilitas.

Cerita di film ini akan berfokus pada kehidupan Meutya dan Fajrie, pasangan suami istri yang berhasil dalam karier masing-masing. Di balik kehidupan yang tampak ideal, mereka menyimpan harapan besar untuk memiliki anak sebagai pelengkap keluarga. 

Namun, harapan itu tidak mudah terwujud. Saban hari, mereka selalu dihantui pertanyaan seperti “kapan punya anak?” yang datang dari lingkungan sekitar menjadi tekanan tersendiri dan memicu konflik batin.

Pasangan ini kemudian mencoba berbagai cara untuk mewujudkan impian tersebut, mulai dari metode alternatif yang banyak diyakini masyarakat hingga prosedur medis seperti program bayi tabung. Dalam perjalanannya, pasangan ini dihadapkan pada berbagai ujian, termasuk kegagalan dan kehilangan. 

Film yang dibintangi Marsha Timothy, Darius Sinathrya, Widyawati, Olga Lydia, Hannah Al Rashid ini direncanakan tayang pada 7 Agustus 2025.

Baca juga: Aktris Marsha Timothy Sebut Film Lyora: Penantian Buah Hati Bukan Karya Biopik

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Hypereport: Saat Kepemilikan Tempat Tinggal di Tengah Kota Makin Tak Masuk Akal

BERIKUTNYA

Kebiasaan Multitasking Sebabkan Stres, Bagaimana Cara Mengubahnya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga