Para produser Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment dan Pemain film Lyora: Penantian Buah Hati (Sumber gambar: Poplicist)

Film Lyora: Penantian Buah Hati Angkat Isu Infertilitas Lewat Riset Mendalam

01 August 2025   |   15:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Rumah produksi Jarasta Enterprise, Paragon Pictures, dan Ideosource Entertainment tak lama lagi akan merilis film drama terbarunya bertajuk Lyora: Penantian Buah Hati. Film ini akan mengisahkan perjuangan sepasang suami istri dalam mengatasi masalah infertilitas. 

Infertilitas adalah kondisi ketika pasangan suami istri sulit mendapatkan momongan. Dalam kondisi seperti ini, pihak perempuan kerap kali yang disalahkan. Akan tetapi, film ini berupaya menghindari stigmatisasi dan menampilkan perspektif berbeda bahwa masalah kesuburan bisa berasal dari baik pihak perempuan maupun laki-laki. 

Produser Virgie Baker mengatakan bahwa infertilitas masih sangat tabu dibicarakan di Indonesia. Padahal, isu ini mungkin bisa jadi sangat dekat dengan kehidupan banyak orang. Dia berharap dengan mengangkat isu ini melalui film, hal-hal yang tadinya tabu jadi lebih mudah untuk didiskusikan. 

Namun, dirinya menyadari, proses membuat film dengan tema infertilitas tidaklah mudah. Lantaran topiknya masih dianggap sensitif, berbagai isu yang diangkat perlu ditangani dengan penuh kehati-hatian. Virgie menjelaskan bahwa tim produksi melakukan riset secara cermat untuk memastikan tidak menyinggung atau melukai perasaan siapa pun yang pernah atau sedang mengalami kondisi serupa. 

Baca juga: Film Lyora: Penantian Buah Hati Rilis Official Poster dan Trailer 

Menurutnya, film ini tidak dibuat untuk menyalahkan siapa pun, melainkan menyoroti perjuangan sepasang kekasih dalam meraih impian memiliki anak. Dengan pendekatan yang lembut dan penuh empati, film ini diharapkan dapat menjadi pelukan hangat bagi para pejuang garis dua.

"Perempuan merasa kerap menjadi bahan perbincangan ketika dalam sebuah keluarga mereka belum memiliki momongan. Film ini ingin mengajak semua penonton Indonesia untuk bisa lebih berempati," kata Virgie Baker. 

Virgie mengungkapkan bahwa film ini diadaptasi dari buku berjudul Lyora: Keajaiban yang Dinanti karya Fenty Effendy, yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid, bersama suaminya, Fajrie, dalam upaya mendapatkan keturunan. 

Meski begitu, Virgie menegaskan bahwa film ini bukanlah biopik. Fokus ceritanya tidak hanya pada satu sosok, melainkan ditujukan untuk mewakili dan merangkum pengalaman banyak perempuan di Indonesia yang menghadapi perjuangan serupa. 

Penulis naskah Lyora: Penantian Buah Hati, Titien Wattimena, menjelaskan bahwa riset dilakukan dengan menggali dan memahami perasaan dari berbagai sisi, baik mereka yang telah berhasil memiliki anak maupun mereka yang masih berada dalam proses perjuangan. 

Dari riset tersebut, Titien kemudian menemukan satu benang merah menarik. Menurutnya, para pejuang garis biru selalu punya tantangan yang berbeda, tetapi mereka selalu berupaya menjaga harapan, keyakinan, dan mimpi untuk tetap memiliki anak. 

“Kami sangat berhati-hati supaya tidak ada satu pun pasangan yang tersakiti ketika menonton film ini karena kita fokus ke perjuangannya, perjalanannya," imbuhnya. 

Fokus utama film ini, menurut Titien, bukan terletak pada hasil akhir, melainkan pada proses perjuangan yang dijalani pasangan dalam menghadapi infertilitas. Baginya, nilai utama cerita justru selalu terletak pada perjalanan emosional dan psikologis yang dilalui tokoh-tokohnya, bukan pada apakah mereka berhasil memiliki anak atau tidak. 

Dalam naskahnya, Titien merangkai berbagai dinamika yang kerap dihadapi pasangan. Mulai dari stigma sosial yang kuat, kepercayaan terhadap pengobatan alternatif, upaya medis yang ditempuh, hingga pentingnya dukungan dari lingkungan sekitar. Semua elemen ini dirancang untuk menggambarkan kompleksitas dan realitas perjuangan dalam menghadapi isu infertilitas. 
 

Film Lyora: Penantian Buah Hati menceritakan kisah Meutya dan Fajrie, pasangan suami istri yang berhasil dalam karier masing-masing. Di balik kehidupan yang tampak ideal, mereka menyimpan harapan besar untuk memiliki anak sebagai pelengkap keluarga. 

Namun, harapan itu tidak mudah terwujud. Saban hari, mereka selalu dihantui pertanyaan seperti “kapan punya anak?” yang datang dari lingkungan sekitar menjadi tekanan tersendiri dan memicu konflik batin. 

Pasangan ini lalu mencoba berbagai cara untuk mewujudkan impian tersebut, mulai dari metode alternatif yang banyak diyakini masyarakat hingga prosedur medis seperti program bayi tabung. Dalam perjalanannya, pasangan ini dihadapkan pada berbagai ujian, termasuk kegagalan dan kehilangan. 

Salah satu momen paling berat terjadi ketika Meutya mengalami keguguran, yang hampir membuatnya menyerah. Meski begitu, Fajrie terus memberikan dukungan penuh, mendampingi istrinya dalam setiap langkah perjuangan mereka. Ketulusan hati pasangan ini dalam mempunyai momongan akan menjadi satu sajian menarik sepanjang film.

Film Lyora: Penantian Buah Hati bakal tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025. 

Baca juga: Aktris Marsha Timothy Sebut Film Lyora: Penantian Buah Hati Bukan Karya Biopik 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Trailer dan Poster Film Love Untangled Rilis, Tampilkan Kisah Cinta Remaja yang Ceria

BERIKUTNYA

Lee Jung-jae & Lim Ji-yeon Bintangi Rom-Com Nice to Not Meet You di Prime Video

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: