Hari Alpukat Sedunia: Manfaat Alpukat untuk Diet dan Kesehatan Jantung
31 July 2025 |
15:50 WIB
Tanggal 31 Juli diperingati sebagai Hari Alpukat Sedunia. Buah berwarna hijau dengan tekstur lembut ini memang punya banyak penggemar. Alpukat yang punya rasa unik bisa dengan mudah membaur ke makanan atau minuman, asin ataupun manis.
Rasanya yang enak dan kaya akan lemak tak jenuh, banyak yang mengira buah ini bagus untuk menurunkan berat badan. Namun, ada juga yang berpikir lemak pada alpukat dapat membuat timbangan naik. Bagaimana faktanya?
Baca Juga: Manfaat Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Efek Konsumsi Jangka Panjang
Dikutip dari Healthline, 100 gram atau sekitar setengah dari satu buah alpukat mengandung nutrisi sebagai berikut.
Makanan yang tinggi lemak atau serat dapat membuat rasa kenyang tahan lama. Hal ini karena lemak dan serat bisa memperlambat pencernaan makanan ke perut. Akibatnya, kita tidak mudah merasa lapar dan frekuensi makan menjadi lebih sedikit.
Berbeda dari buah lain, alpukat tinggi akan lemak, di angka sekitar 15?ratnya. Bahkan, lebih dari setengah kalori buah ini berasal dari lemak.
Dalam lemak alpukat, mayoritas merupakan lemak tak jenuh tunggal serta sedikit komposisi lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda. Asam oleat, yang juga ditemukan di zaitun dan minyak zaitun, adalah asam lemak yang menjadi bagian besar dari isi lemak tak jenuh tunggal yang ada di alpukat.
Beberapa studi menunjukkan bahwa asam oleat memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti mengurangi inflamasi dan mengecilkan risiko penyakit jantung.
Studi lain juga menyebutkan, ada baiknya kita mengganti lemak jenuh pada konsumsi makanan sehari-hari dengan lemak tak jenuh tunggal ataupun lemak tak jenuh ganda. Lemak-lemak baik ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin, manajemen gula darah yang lebih baik, hingga menurunkan kolesterol jahat.
Fitosterol yang baik untuk kesehatan jantung juga dimiliki oleh alpukat, bahkan 20 kali lebih tinggi jumlahnya dari buah lain.
Studi mengatakan, orang yang sekitar 4-11 tahun rutin mengonsumsi alpukat punya kemungkinan 9% lebih kecil menghadapi berat badan berlebih atau obesitas. Selain itu, memakan alpukat setiap hari bisa mengurangi jumlah lemak di perut secara signifikan.
Oleh karena itu, tidak ada alasan yang perlu dikhawatirkan bahwa alpukat membuat badan melar, jika dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang padat nutrisi. Malahan, alpukat punya banyak kandungan baik yang aman jadi teman untuk program penurunan berat badan selama dikonsumsi dalam batas wajar.
Jadi, Genhype, jangan takut lagi makan alpukat pas diet, ya!
Baca Juga: Vitamin B6 Bisa Bikin Saraf Rusak? Ini Fakta dan Batas Konsumsi Amannya
Rasanya yang enak dan kaya akan lemak tak jenuh, banyak yang mengira buah ini bagus untuk menurunkan berat badan. Namun, ada juga yang berpikir lemak pada alpukat dapat membuat timbangan naik. Bagaimana faktanya?
Baca Juga: Manfaat Stevia untuk Pengidap Diabetes dan Efek Konsumsi Jangka Panjang
Dikutip dari Healthline, 100 gram atau sekitar setengah dari satu buah alpukat mengandung nutrisi sebagai berikut.
- 160 kalori
- 18% Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian Vitamin K
- 20% AKG harian Folat
- 11% AKG harian Vitamin C
- 10% AKG harian Kalium
- 14% AKG harian Vitamin E
Makanan yang tinggi lemak atau serat dapat membuat rasa kenyang tahan lama. Hal ini karena lemak dan serat bisa memperlambat pencernaan makanan ke perut. Akibatnya, kita tidak mudah merasa lapar dan frekuensi makan menjadi lebih sedikit.
Berbeda dari buah lain, alpukat tinggi akan lemak, di angka sekitar 15?ratnya. Bahkan, lebih dari setengah kalori buah ini berasal dari lemak.
Dalam lemak alpukat, mayoritas merupakan lemak tak jenuh tunggal serta sedikit komposisi lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda. Asam oleat, yang juga ditemukan di zaitun dan minyak zaitun, adalah asam lemak yang menjadi bagian besar dari isi lemak tak jenuh tunggal yang ada di alpukat.
Beberapa studi menunjukkan bahwa asam oleat memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti mengurangi inflamasi dan mengecilkan risiko penyakit jantung.
Studi lain juga menyebutkan, ada baiknya kita mengganti lemak jenuh pada konsumsi makanan sehari-hari dengan lemak tak jenuh tunggal ataupun lemak tak jenuh ganda. Lemak-lemak baik ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin, manajemen gula darah yang lebih baik, hingga menurunkan kolesterol jahat.
Fitosterol yang baik untuk kesehatan jantung juga dimiliki oleh alpukat, bahkan 20 kali lebih tinggi jumlahnya dari buah lain.
Studi mengatakan, orang yang sekitar 4-11 tahun rutin mengonsumsi alpukat punya kemungkinan 9% lebih kecil menghadapi berat badan berlebih atau obesitas. Selain itu, memakan alpukat setiap hari bisa mengurangi jumlah lemak di perut secara signifikan.
Oleh karena itu, tidak ada alasan yang perlu dikhawatirkan bahwa alpukat membuat badan melar, jika dikonsumsi sebagai bagian dari diet yang padat nutrisi. Malahan, alpukat punya banyak kandungan baik yang aman jadi teman untuk program penurunan berat badan selama dikonsumsi dalam batas wajar.
Jadi, Genhype, jangan takut lagi makan alpukat pas diet, ya!
Baca Juga: Vitamin B6 Bisa Bikin Saraf Rusak? Ini Fakta dan Batas Konsumsi Amannya
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.