Ilustrasi (sumber : Lazada)

E-commerce Makin Agresif Maksimalkan Peran AI

29 July 2025   |   08:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Artificial Intelligence (AI) kian berperan penting di industri e-commerce yang dinamis. Penyedia platform dituntut untuk melakukan personalisasi bagi para penggunanya yang memudahkan mereka melakukan pencarian produk, mengakses promosi, hingga menyelesaikan transaksi. 

Oleh karena itu, hadirnya Artificial Intelligence (AI) menjadi jawaban bagi penyedia platform e-commerce dalam menciptakan pengalaman belanja online yang lebih tepat guna bagi konsumen.

Baca juga: Mengenal Multi-Channel Network, Strategi Pemasaran Efektif UMKM di Era Video Commerce

Bayangkan saat sedang scrolling mencari produk impian setelah gajian, dan tiba-tiba notifikasi ponsel memunculkan informasi mengenai diskon atas produk yang baru saja dicari. Ternyata itu tidak terjadi begitu saja tetapi karena dukungan AI.

Riset Kantar dan Lazada berjudul Adopsi Artificial Intelligence (AI) dalam e-commerce di Asia Tenggara pada 2024 juga mengungkap hampir semua konsumen yang berbelanja online di Indonesia (96 persen) meyakini bahwa AI dapat memilah produk-produk yang lebih relevan dan sesuai dengan preferensi mereka.

Kendati demikian, sebanyak 49 persen mengaku bahwa ketinggalan voucher dan diskon merupakan permasalahan utama saat berbelanja online.

Riset yang sama juga mengungkap keputusan pembelian konsumen tak hanya dipengaruhi oleh kualitas produk (54 persen), tapi juga harga yang kompetitif (54 persen), dan ketersediaan voucher, diskon, atau penawaran lainnya (51 persen). 

Selain itu, 36 persen juga mengungkapkan bahwa mereka secara aktif membanding-bandingkan harga, mencari flash-sale, dan menunggu waktu promosi untuk mendapatkan harga terbaik—yang sering kali disebut juga sebagai konsumen cerdas.

Menanggapi hal tersebut, Lazadaa mengembangkan layanan berbasis AI yang tak hanya mampu memberikan rekomendasi produk yang lebih personal, tetapi juga menjawab kebutuhan konsumen akan informasi penawaran terbaru.

Bertajuk AI Lazzie, Lazada merancang asisten belanja personal berbasis AI yang mampu melayani konsumen setiap saat. Bagi konsumen cerdas yang kritis harga, AI Lazzie juga bisa digunakan untuk mencari penawaran menarik secara cepat, tanpa mereka harus mencari diskon atau voucher secara manual.

Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo mengatakan bahwa peran AI saat ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti dalam pengambilan keputusan belanja online.

"Kami melihat bagaimana konsumen semakin cerdas dalam mencari penawaran terbaik, termasuk voucher dan diskon. Pemahaman ini mendorong kami untuk terus berinvestasi pada pengembangan teknologi, termasuk AI, untuk menyajikan pengalaman belanja yang cerdas dan personal,” ujarnya.

Peran AI dalam e-commerce juga makin luas. Menurut laporan Bank DBS, di Asia Tenggara, personalisasi, logistik pintar, hingga layanan keuangan digital jadi bagian dari strategi jangka panjang. AI bukan cuma bikin belanja lebih pintar, tapi juga mendorong efisiensi dari sisi operasional bisnis.

Baca juga: 5 Kategori Produk Ini Diprediksi Laris Manis di E-Commerce

Hal ini juga diamini oleh Simon Torring, salah satu pendiri Cube, yang menyebut bahwa eCommerce saat ini tak sekadar tentang transaksi, tapi sudah mengubah gaya hidup masyarakat secara menyeluruh.

Jadi, ke depan, belanja online gak cuma soal siapa yang kasih diskon paling gede tapi soal siapa yang paling ngerti kebutuhan kita. Dan lewat AI, pengalaman belanja pun terasa makin personal, praktis, dan serba cepat tanpa kita harus banyak mikir.

SEBELUMNYA

Pemerintah Tidak Gelar Seleksi CPNS 2025, Fokus ke PPPK di Tiga Instansi

BERIKUTNYA

Menilik Peran Pendidikan Seni, Saat Mesin Bisa Jadi Seniman

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga