Ilustrasi bisnis daring. (Sumber gambar: Karolina Grabowska dari Pexels)

Ingin Jualan Laris Manis Saat Ramadan? Simak Tips Ini Yuk!

07 May 2021   |   06:47 WIB

Bulan Ramadan memicu peningkatan jumlah usaha di platform daring, tak terkecuali di media sosial atau di platform e-commerce. Perkembangan usaha ini membuat perlunya para penjual atau pegiat usaha yang perlu memikirkan strategi agar usahanya makin berkembang.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, berbagi lima tips yang bisa dilakukan agar usaha yang dirintis para pegiat bisa tetap berjalan dengan lancar dan memberdayakan serta memaksimalkan platform digital sebagai tempat berjualan.

1. Lihat tren produk
 

Ilustrasi bisnis daring. (Sumber gambar: Kampus Production dari Pexels)

Ilustrasi bisnis daring. (Sumber gambar: Kampus Production dari Pexels)
 

Tren produk yang sedang laris bisa dicari melalui bantuan situs atau fitur tertentu yang mampu melihat apa saja yang sedang ngetren di masyarakat.

Fitur dan situs ini memunculkan sejumlah kata kunci dalam pencarian situs maupun aplikasi yang biasa dicari oleh calon konsumen sebelum mereka memutuskan untuk membeli barang yang mereka cari.

Tidak hanya itu, tren juga bisa dilihat dari media sosial atau dari berbagai media seperti serial drama yang sedang digandrungi oleh masyarakat dalam periode tertentu.

2. Perbaharui tampilan toko daring
 

Ilustrasi toko daring. (Sumber gambar: Pixabay dari Pexels)

Ilustrasi toko daring. (Sumber gambar: Pixabay dari Pexels)


Toko daring di dalam platform media sosial maupun di e-commerce bisa dipercantik melalui desain tampilan media sosial, foto-foto produk yang diambil dengan teknik dan desain sedemikian rupa agar menarik calon pembeli.

Selain desain dan visual, ada pun faktor lainnya ada pada ciri khas yang ditampilkan dalam platform daring.

3. Aktivasi promo yang menarik pembeli
 

Ilustrasi diskon dalam toko daring. (Sumber gambar: Negative Space dari Pexels)

Ilustrasi diskon dalam toko daring. (Sumber gambar: Negative Space dari Pexels)


Promo merupakan salah satu faktor yang menjadi daya tarik bagi calon pembeli dan di saat yang sama juga memengaruhi keputusan pembeli ketika melihat satu barang.

Promo seperti bebas ongkos kirim, potongan ongkos kirim, dan cashback dari pembelian barang bisa meningkatkan penjualan serta menjangkau pembeli yang jauh dari domisili toko.

4. Media sosial sebagai tempat promosi
 

Ilustrasi promosi di media sosial. (Sumber gambar: cottonbro dari Pexels)

Ilustrasi promosi di media sosial. (Sumber gambar: cottonbro dari Pexels)


Media sosial bisa dimanfaatkan sebagai perpanjangan tangan antara toko daring dan calon pembeli yang cenderung aktif di media sosial.

Bentuknya bisa berupa giveaway, pengumuman kode promo, dan promosi testimoni.

5. Rancang promosi parsel Ramadan
 

Ilustrasi parsel Ramadhan (Sumber gambar: Karolina Grabowska dari Pexels)

Ilustrasi parsel Ramadhan (Sumber gambar: Karolina Grabowska dari Pexels)


Parsel Ramadan merupakan salah satu yang banyak diincar oleh individu maupun perusahaan dengan tujuan untuk menjalin hubungan baik. 

Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, strategi pembuatan parsel dari kombinasi beberapa produk bisa menjadi pilihan calon konsumen dalam mencari variasi parsel yang bisa diberikan. Parselnya bisa beragam dari yang umum seperti kombinasi makanan hingga yang unik seperti paket kamera analog.

Editor: Roni Yunianto

SEBELUMNYA

Batiksoul Guitars, Perkawinan antara Gitar & Batik

BERIKUTNYA

Rinjani, Gunung Favorit Pendaki Gunung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: