Hari Konservasi Sedunia, Kenali Wilayah Alam yang Dilindungi di Indonesia
28 July 2025 |
21:55 WIB
Secara etimologi, bermakna pemeliharaan dan pelindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pelestarian. Oleh karena itu, konservasi bermakna lebih dari sekadar mempertahankan keindahan alam, tetapi juga mempertahankan keseimbangan ekosistem yang sangat berpengaruh bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.
Dilansir dari National Geographic, konservasi diperlukan karena manusia telah mengeksploitasi banyak sekali bagian bumi dan sumber daya alami sehingga menimbulkan polusi, kerusakan habitat, dan perubahan iklim. Konservasi tidak hanya melindungi habitat serta hewan dan tumbuhan di dalamnya, tetapi juga dapat membantu masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.
Baca juga: 10 Wilayah Konservasi yang Menginspirasi Album Life Music dari YKAN
Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat kaya. Menurut Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, flora Indonesia menempati urutan terbesar ke-7 dalam spesies tumbuhan berbunga yang mencapai 20 ribu spesies dan 40%-nya adalah tumbuhan endemik Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga menempati keberagaman fauna terkaya nomor dua, menyusul Brazil. Menurut Indonesian Journal of Conservation, Indonesia memiliki 12% mamalia, 16% reptil, dan 17% burung yang ada di dunia. Indonesia juga terkenal memiliki keanekaragaman ekosistem pesisir.
Meskipun demikian, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan tingkat keterancaman dan kepunahan spesies tumbuhan tertinggi di dunia. Ratusan spesies tanaman dinyatakan langka dan puluhan pohon terancam punah.
Tak hanya spesies tumbuhan, secara keseluruhan juga Indonesia dinilai sebagai negara dengan penurunan keanekaragaman yang tinggi. Banyak spesies mamalia dan burung yang terancam punah.
Oleh karenanya, Indonesia telah membuat kawasan-kawasan konservasi untuk melindungi spesies-spesies tersebut, beberapa di antaranya dapat dikunjungi.
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu hutan hujan tropis yang paling kaya di Asia Tenggara. Secara administratif, wilayah konservasi ini terletak di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatra Utara. Kawasan ini ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO pada tahun 2004. Namun, pada tahun 2011 lalu, Taman Nasional Gunung Leuser ini terdaftar sebagai salah satu kawasan yang terancam.
Kawasan ini merupakan rumah bagi 4 ribu spesies tumbuhan, sekitar 380 spesies burung, serta lebih dari 84 spesies mamalia. Apabila berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser, Genhype akan bertemu dengan Rafflesia arnoldii, bunga bangkai raksasa, serta pohon meranti. Selain itu, Genhype juga dapat menemui orangutan sumatra, harimau sumatra, serta gajah sumatra di kawasan ini.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai World Heritage Site. Hutan hujan tropis terluas di dataran Jawa ini terletak di paparan Sunda, mencakupi semenanjung Ujung Kulon hingga cagar alam Krakatau.
Di dalam kawasan konservasi ini, Genhype bisa menemukan berbagai kekayaan hayati yang terancam punah, termasuk badak jawa. Selain kekayaan hayati, kawasan ini juga menawarkan keindahan alam dan daya tarik geologis, seperti Geopark Ujung Kulon yang mengambil tema jejak tsunami Krakatau.
Taman Nasional Way Kambas terletak di Lampung. Di dalam kawasan ini, terdapat beberapa ekosistem hutan, seperti hutan mangrove, rawa dan dataran rendah tanah kering. Selain itu, di sini juga dapat ditemukan daerah padang rumput luas karena pernah terjadi kebakaran hutan.
Taman Nasional Way Kambas memiliki berbagai jenis flora yang bergantung pada ekosistem yang mereka tempati. Tak hanya flora, fauna yang ada dalam kawasan ini juga beraneka ragam. Kawasan ini terkenal akan perlindungannya terhadap salah satu spesies gajah terbesar di Indonesia, yakni gajah Sumatera.
Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980 dan telah diakui UNESCO sejak tahun 1991. Kawasan ini terletak di Nusa Tenggara Timur, terdiri atas tiga pulau, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Taman Nasional Komodo terdiri atas ekosistem bakau, hutan hujan, padang lamun, hutan kuasi awan, sabana, laut dalam, hingga terumbu karang.
Seperti namanya, Taman Nasional Komodo tentu melindungi spesies endemik yang khas, yakni biawak komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia. Selain itu, satwa kunci dari kawasan ini adalah kakatua kecil berjambul kuning yang jumlahnya stabil dari tahun ke tahun di Taman Nasional Komodo.
Taman Nasional Bunaken terletak di Sulawesi Utara. Kawasan ini terkenal akan keindahan lautnya yang kaya akan terumbu karang. Selain melindungi terumbu karang, kawasan ini juga melindungi berbagai spesies ikan, penyu, hingga mamalia laut.
Bagi Genhype yang suka berenang, mungkin akan cocok mengunjungi taman ini. Di sini, Genhype bisa snorkeling atau menyelam sembari mengenali dan menikmati kekayaan laut Bunaken.
Dilansir dari National Geographic, konservasi diperlukan karena manusia telah mengeksploitasi banyak sekali bagian bumi dan sumber daya alami sehingga menimbulkan polusi, kerusakan habitat, dan perubahan iklim. Konservasi tidak hanya melindungi habitat serta hewan dan tumbuhan di dalamnya, tetapi juga dapat membantu masyarakat yang bergantung pada sumber daya tersebut.
Baca juga: 10 Wilayah Konservasi yang Menginspirasi Album Life Music dari YKAN
Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat kaya. Menurut Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, flora Indonesia menempati urutan terbesar ke-7 dalam spesies tumbuhan berbunga yang mencapai 20 ribu spesies dan 40%-nya adalah tumbuhan endemik Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga menempati keberagaman fauna terkaya nomor dua, menyusul Brazil. Menurut Indonesian Journal of Conservation, Indonesia memiliki 12% mamalia, 16% reptil, dan 17% burung yang ada di dunia. Indonesia juga terkenal memiliki keanekaragaman ekosistem pesisir.
Meskipun demikian, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara dengan tingkat keterancaman dan kepunahan spesies tumbuhan tertinggi di dunia. Ratusan spesies tanaman dinyatakan langka dan puluhan pohon terancam punah.
Tak hanya spesies tumbuhan, secara keseluruhan juga Indonesia dinilai sebagai negara dengan penurunan keanekaragaman yang tinggi. Banyak spesies mamalia dan burung yang terancam punah.
Oleh karenanya, Indonesia telah membuat kawasan-kawasan konservasi untuk melindungi spesies-spesies tersebut, beberapa di antaranya dapat dikunjungi.
1. Taman Nasional Gunung Leuser
Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu hutan hujan tropis yang paling kaya di Asia Tenggara. Secara administratif, wilayah konservasi ini terletak di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatra Utara. Kawasan ini ditetapkan sebagai World Heritage Site oleh UNESCO pada tahun 2004. Namun, pada tahun 2011 lalu, Taman Nasional Gunung Leuser ini terdaftar sebagai salah satu kawasan yang terancam.Kawasan ini merupakan rumah bagi 4 ribu spesies tumbuhan, sekitar 380 spesies burung, serta lebih dari 84 spesies mamalia. Apabila berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser, Genhype akan bertemu dengan Rafflesia arnoldii, bunga bangkai raksasa, serta pohon meranti. Selain itu, Genhype juga dapat menemui orangutan sumatra, harimau sumatra, serta gajah sumatra di kawasan ini.
2. Taman Nasional Ujung Kulon
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu kawasan konservasi tertua di Indonesia. Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai World Heritage Site. Hutan hujan tropis terluas di dataran Jawa ini terletak di paparan Sunda, mencakupi semenanjung Ujung Kulon hingga cagar alam Krakatau.Di dalam kawasan konservasi ini, Genhype bisa menemukan berbagai kekayaan hayati yang terancam punah, termasuk badak jawa. Selain kekayaan hayati, kawasan ini juga menawarkan keindahan alam dan daya tarik geologis, seperti Geopark Ujung Kulon yang mengambil tema jejak tsunami Krakatau.
3. Taman Nasional Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas terletak di Lampung. Di dalam kawasan ini, terdapat beberapa ekosistem hutan, seperti hutan mangrove, rawa dan dataran rendah tanah kering. Selain itu, di sini juga dapat ditemukan daerah padang rumput luas karena pernah terjadi kebakaran hutan. Taman Nasional Way Kambas memiliki berbagai jenis flora yang bergantung pada ekosistem yang mereka tempati. Tak hanya flora, fauna yang ada dalam kawasan ini juga beraneka ragam. Kawasan ini terkenal akan perlindungannya terhadap salah satu spesies gajah terbesar di Indonesia, yakni gajah Sumatera.
4. Taman Nasional Komodo
Taman Nasional Komodo didirikan pada tahun 1980 dan telah diakui UNESCO sejak tahun 1991. Kawasan ini terletak di Nusa Tenggara Timur, terdiri atas tiga pulau, yakni Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Taman Nasional Komodo terdiri atas ekosistem bakau, hutan hujan, padang lamun, hutan kuasi awan, sabana, laut dalam, hingga terumbu karang.Seperti namanya, Taman Nasional Komodo tentu melindungi spesies endemik yang khas, yakni biawak komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia. Selain itu, satwa kunci dari kawasan ini adalah kakatua kecil berjambul kuning yang jumlahnya stabil dari tahun ke tahun di Taman Nasional Komodo.
5. Taman Nasional Bunaken
Taman Nasional Bunaken terletak di Sulawesi Utara. Kawasan ini terkenal akan keindahan lautnya yang kaya akan terumbu karang. Selain melindungi terumbu karang, kawasan ini juga melindungi berbagai spesies ikan, penyu, hingga mamalia laut.Bagi Genhype yang suka berenang, mungkin akan cocok mengunjungi taman ini. Di sini, Genhype bisa snorkeling atau menyelam sembari mengenali dan menikmati kekayaan laut Bunaken.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.