Para pemeran dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku (Sumber gambar: Yudi Supriyanto/Hypeabis.id)

Produser Umay Shahab Ungkap Ide Pembuatan Film Hanya Namamu Dalam Doaku

28 July 2025   |   21:18 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Film Hanya Namamu Dalam Doaku garapan rumah produksi Sinemaku Pictures akan tayang mulai 21 Agustus 2025 di bioskop. Film yang mendapatkan arahan dari sutradara Reka Wijaya itu terinspirasi dari kisah pasangan yang saling merawat satu sama lain ketika berada di Tanah Suci, Mekah.

Produser film Hanya Namamu Dalam Doaku dan Co-founder Sinemaku Pictures Umay Shahab melihat suami dan istri yang saling merawat satu sama lain meskipun berada dalam kondisi yang kurang baik di Tanah Suci saat sedang umrah. Dari situ, dia pun mendapatkan ide untuk membuat karya yang besar tentang istri yang merawat suami yang tengah sakit.

Baca juga: Artika Sari Devi Tampil Mencekam dalam Teaser Film Dia Bukan Ibu

Dia mencari tahu jenis penyakit apa yang membutuhkan perhatian lebih besar, dan menemukan Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Penyakit ini belum pernah diangkat  dalam perfilman Indonesia dan juga belum ada obat untuk menyembuhkannya. “Belulm ada terapi, metode penyembuhannya juga. Jadi, itu mungkin alasan kami [Mengangkat ALS dalam film],” katanya di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Dia menjelaskan, ALS menjadi pilihan untuk diangkat dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku di antara penyakit lainnya lantaran berkaitan dengan otot atau syaraf. Otot adalah simbol kekuatan dan maskulinitas seorang pria dan individu yang terkena ALS akan mengalami penurunan otot atau syarafnya, sehingga pada akhirnya kemampuan untuk melakukan banyak hal, seperti bekerja pun berkurang. 

Kondisi tersebut kerap membuat perubahan dalam suatu rumah tangga. Suami yang kerap menjadi tulang punggung tidak mampu lagi menjalankan peran dan kehilangan kemampuan yang dimiliki dalam banyak hal karena dapat mengalami kelumpuhan. 

Selain menyajikan cerita dari sudut pandang pria, film ini juga memperlihatkan sudut pandang istri dan anak ketika seorang suami mengalami penyakit ALS.

“Bagaimana seorang istri bisa berusaha mengatasi situasi ini dan bagaimana sebagai seorang suami pun juga bisa mengatasi situasi ketika dia lagi kehilangan apa yang menjadi simbol kekuatannya,” katanya.

Umay mengatakan riset yang dilakukan cukup panjang terkait dengan ALS sebelum melakukan produksi, yakni hampir 1,5 tahun. Selain itu, dia juga mengungkapkan bekerja sama dengan Yayasan ALS Indonesia dari proses kreatif, seperti penulisan, syuting, dan editing.

Tidak hanya itu, tim juga melibatkan dokter ahli yang kerap menangani penderita ALS sebagai bagian dalam prosesnya. Kemudian, tim juga melakukan komunikasi langsung dengan pasien-pasien ALS dan keluarga agar cerita yang disajikan dalam film bisa tervalidasi dengan lebih baik dan dipertanggungjawabkan lebih jauh kepada masyarakat.

Dia mengungkapkan bahwa sejumlah tantangan juga harus dihadapi dalam melakukan riset. Salah satu di antaranya adalah mencari jadwal yang pas saat berbincang dengan mereka mengingat kondisi pasien yang tidak boleh terlalu capai dan banyak berpikir.

Selain itu, jumlah pasien yang tidak banyak juga menjadi tantangan tersendiri. Tim sampai harus ke luar kota untuk bertemu dengan pasien. Sementara itu, secara keseluruhan, proses produksi dari awal sampai akhir memakan waktu sekitar 2 tahun.

Untuk memerankan cerita film Hanya Namamu Dalam Doaku, sejumlah aktor dan aktris senior terlibat di dalamnya, seperti Vino G. Bastian, Nirina Zubir, Dinda Kanyadewi, Ge Pamungkas, Enno Lerian, dan Slamet Rahardjo.

Bersama Prilly Latuconsina yang juga menjadi produser Hanya Namamu Dalam Doaku, Umay mengatakan pemilihan aktor dalam film ini dengan melihat kecocokan antara aktor dengan karakter yang diinginkan. Selain itu, pemilihan pemain juga dilihat berdasarkan penampilan para pemain di film-film yang pernah dimainkannya.

Baca juga: Duo Produser Pencetak Rekor Kembali Bersatu, Kolaborasi Garap Film Panggil Aku Ayah

Sementara itu, aktor Vino G. Bastian yang memerankan karakter Arga mengungkapkan agak bawel ketika menerima tawaran untuk memerankan karakter Arga. Salah satu pertanyaan yang diungkapkan adalah terkait latar belakang pemilihan ALS.

Untuk melakukan pendalaman peran, Vino juga mengungkapkan melakukan riset dan juga mengikuti berbagai seminar tentang penyakit tersebut. Dari riset dan seminar yang diikuti, dia mengetahui bahwa ALS adalah penyakit yang kompleks yang tidak hanya sekadar berbicara tentang pasien, tetapi juga tentang orang-orang di sekitarnya. 

 

SEBELUMNYA

Hari Konservasi Sedunia, Kenali Wilayah Alam yang Dilindungi di Indonesia

BERIKUTNYA

Hypereport: Tinggal di Kota Kian Sulit? Saatnya Cari Cara Baru Punya Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: