Terumbu karang di dasar laut (Sumber Foto: Yayasan Konservasi Alam Nusantara)

10 Wilayah Konservasi yang Menginspirasi Album Life Music dari YKAN

25 April 2025   |   10:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Pada momen Hari Bumi 2025, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merilis Life Music—sebuah album musik yang tidak diisi oleh instrumen buatan manusia, melainkan suara-suara murni dari alam Indonesia. Mulai dari nyanyian burung cenderawasih, gemuruh ombak, hingga riuh rendah satwa.

Rekaman suara ini berasal dari lokasi-lokasi konservasi penting seperti Raja Ampat, Wakatobi, hingga Hutan Wehea. Tak hanya menyimpan pemandangan yang memesona, setiap wilayah ini juga menyuguhkan simfoni alam yang memikat.

Baca juga: Merdunya Life Music Suara Alam dari 10 Wilayah Konservasi Indonesia
 
 
10 wilayah konservasi Indonesia berikut ini, selain menyuguhkan pemandangan indah juga bisa menghasilkan suara-suara merdu. Apakah Genhype penasaran, kira-kira bagaimana nyanyian alam yang dilantunkan dari setiap lokasi tersebut. Yuk, simak apa yang menarik dari beberapa wilayah konservasi alam berikut ini. 


1. Suara Dasar Laut Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya terletak di bagian ujung Barat Laut Provinsi Papua Barat Daya. Memiliki luas 43.000 km2 dan terdiri dari empat pulau utama yaitu Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool, disamping beberapa pulau-pulau kecil lainnya seperti Ayau, Sayang, Wayag dan Kofiau.

Raja Ampat memiliki konsentrasi terbesar karang keras dan jenis ikan karang terbanyak di dunia. Raja Ampat terletak di ecoregion Papua yang menduduki peringkat teratas untuk prioritas Konservasi keanekaragaman hayati laut di Indonesia.  Selain itu, Raja Ampat juga berada di jantung pusat Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle) dan merupakan pusat keanekaragaman hayati laut tropis terkaya di dunia. 
 

2. Kicauan Cendrawasih di Hutan Raja Ampat

Selain kekayaan laut, hutan di wilayah Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menjadi tempat hidup bagi 250 jenis burung, termasuk burung Cenderawasih yang adalah burung endemic Papua. Beberapa pulau di Raja Ampat yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati tinggi untuk wisata burung adalah Pulau Waigeo, Misool, Kofiau, Batanta dan Pulau Salawati.

Pada Mei 2015, sebuah tim yang terdiri dari YKAN, Papua Bird Club dan Dr Richard Noske, Presiden Birds Queensland melakukan pengamatan burung di Pulau Misool dan Pulau Kofiau. Dalam pengamatan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Selatan, tim melihat lima jenis cenderawasih, yaitu Paradisea minor, Cicinnurus regius, Cicinnurus magnificus, Manucodia ater, dan Manucodia chalybatus.
 

3. Melodi Pagi Hutan Wehea

Bentang Alam Wehea-Kelay merupakan habitat penting bagi orang utan, termasuk Orang utan kalimantan yang merupakan jenis unggulan atau spesies andalan (flagship species) karena merupakan satu-satunya great apes dari non-human primate yang ada di Borneo.

Keberadaan ordo primata (Primates), karnivora (Carnivora), dan ungulata (Artiodactyla) ternyata paling dominan di wilayah ini. Jenis-jenis lainnya yang juga teridentifikasi adalah dari ordo Pholidota dan Chiroptera. 

Khusus untuk primata, kelompok ini memiliki peranan yang penting untuk menyebarkan biji-bijian yang ada di dalam hutan sehingga membantu regenerasi tumbuhan, terutama tumbuhan buah dan berbiji.
 

4. Suara Merdu Lahan Gambut Muara Siran

Lahan gambut di Desa Muara Siran, Kalimantan Timur adalah sumber penghidupan masyarakat. Di dalamnya terdapat danau dan hutan yang masih dijaga warga. Menariknya, gambut di Muara Siran berusia ribuan tahun. Ada yang 6 ribu tahun, juga yang masih tergolong muda berumur 100 tahun.

Hutan yang juga berada di sekitar danau adalah tempat mereka mencari kehidupan dan terus dijaga. Lokasi ini juga merupakan tempat pemijahan ikan, tempat sarang burung walet, dan tempat wisata.
 

5. Kicauan Burung Kampung Semanting

Hutan mangrove merupakan benteng alami yang melindungi kawasan pesisir dari erosi, abrasi, dan serangan gelombang besar. Selain itu, kawasan ini juga membantu manusia dalam penyediaan air bersih dan udara yang segar, serta menjadi habitat burung-burung.

Warga Kampung Teluk Semanting sepakat melindungi seluruh ekosistem mangrove untuk pengembangan ekowisata. Mereka mengembangkan produk amplang dan kerupuk, serta batik pewarna alami dari ekstraksi daun dan buah mangrove. 
 

6. Suara Aliran Sungai Kelay

Sebagai bagian tak terpisahkan dari Bentang Alam Wehea-Kelay, Sungai Kelay merupakan salah satu prioritas sumber daya alam yang perlu dijaga dan dilindungi. Fungsinya sebagai penyedia pasokan air bersih bagi kehidupan masyarakat setempat (termasuk ekonomi, sosial dan budaya).
 

7. Bisikan Merdu Danau Nyadeng

Danau Nyadeng berada di Desa Merabu, Kecamatan Kelay, Berau. Desa ini memiliki sumber daya alam yang sangat banyak, ada kawasan hutan lindung seluas 10.800 hektare, hutan produksi 12.200 hektare, dan kawasan karst yang mencapai 7.500 hektare.

Desa ini memancarkan suasana alam hutan, pegunungan karst, gua purbakala, dan sungai-sungai kecil yang jernih karena pengaruh kandungan kapur. Danau Nyadeng misalnya memiliki air berwarna hijau toska yang jernih, juga sejuk yang berasal dari pegunungan karst.
 

8. Irama Rintik Hujan Kampung Merasa

Kampung Merasa, Long Lanuk dan Suaran adalah rumah bagi masyarakat adat Dayak yang memulai penanaman kakao di awal tahun 80-an. Selain berkomitmen dalam melindungi 15.000 ha hutan alam di bawah skema perhutanan sosial, praktik wanatani kakao yang dilakukan masyarakat juga berkontribusi terhadap peningkatan lebih dari 300 ha tutupan hutan.
 

9. Melodi Hutan Desa Long Pelay

Desa Long Pelay berada di Kecamatan Kelay, Berau. Kawasan hutannya memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan yang sangat tinggi, secara umum di dominasi dari suku Dipterocarpaceae. Selain itu, juga memiliki keanekaragaman jenis pohon buah yang cukup tinggi seperti durian (Durio spp), rambutan (Nephelium spp), sukun (Artocarpus spp), Kapul (Baccaurea spp), dan mangga (Mangifera spp). 

Keberadaan jenis-jenis dari pohon buah tersebut sangat penting tidak hanya bagi penduduk setempat, tetapi juga bagi kehidupan satwa liar seperti orangutan, owa, lutung dan lain-lainnya.
 

10. Bunyi Ekosistem Laut Wakatobi

Taman Nasional Wakatobi (TNW) terletak di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Terdapat empat pulau besar yang berlokasi di TNW, yaitu Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Pulau Binongko yang membentuk nama WAKATOBI. 

Laut Wakatobi mempunyai keanekaragaman ekosistem laut yang sangat tinggi dengan beragam spesies rumput laut dari pesisir, terumbu karang, ikan, burung laut, kura-kura, cetasea, dan mangrove. Di kepulauan ini terdapat lebih dari 590 spesies ikan dan 396 jenis terumbu karang. 

Baca juga: (Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Baca Juga: 5 Fakta Penting di Balik Hari Bumi yang Diperingati 22 April
Editor:

SEBELUMNYA

Merdunya Life Music Suara Alam dari 10 Wilayah Konservasi Indonesia

BERIKUTNYA

Ketika Busana Jadi Bahasa Visual dalam Pagelaran Sabang Merauke

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: