Riset Populix Ungkap Gen Z dan Milenial Serius Rencanakan Keuangan dan Menabung
Generasi muda seperti Gen Z dan Milenial sering kali dianggap boros dan malas menabung, terutama jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dinilai lebih mapan secara finansial ketika mereka menginjak usia yang sama. Namun, anggapan ini tampaknya mulai tak berlaku lagi.
Sebuah laporan terbaru dari Populix berjudul Millennials & Gen Z Report: Navigating Youth Financial Habits in the Digital Age justru menunjukkan bahwa anak muda saat ini sudah memiliki kesadaran finansial yang cukup kuat, termasuk dalam hal menabung.
Baca juga: Soft Saving Jadi Rencana Finansial Gen Z yang Coba Imbangi Gaya Hidup dan Menabung
“Meskipun mayoritas menabung dengan jumlah yang tidak tentu setiap bulannya, tujuh dari sepuluh milenial dan gen Z sudah memiliki komitmen untuk menabung secara rutin. Bahkan, bagi yang tidak rutin sekalipun akan dengan sadar menyimpan uang yang tersisa di akhir bulan," kata Indah Tanip, VP of Research Populix, dikutip dari pernyataan resminya, Jumat (25/7/2025).
Apabila dijabarkan dari 77 persen responden yang mengaku rutin menabung, sekitar 23 persen menyatakan menabung dengan nominal yang sudah ditentukan setiap bulannya. Diikuti 46 persen yang menabung tiap bulan, tetapi dengan nominal yang tidak tetap. Kemudian 8 persen merasa lebih nyaman menyisihkan uang mereka secara mingguan.
Sementara itu, responden yang tidak menabung secara rutin mengaku hanya menyisihkan uang jika ada sisa di akhir bulan (17 persen). Sedangkan 4 persen mereka kebanyakan dari gen Z menyatakan baru akan menabung jika memiliki tujuan tertentu, seperti membeli barang atau berlibur.
Populix juga meneliti bagaimana generasi muda mengelola keuangan mereka. Hasilnya, hampir separuh responden mengaku langsung mengalokasikan pemasukan mereka untuk pengeluaran dan tabungan. Perencanaan yang lebih sistematis ini umumnya dilakukan oleh milenial, sementara gen Z cenderung menyisihkan nominal tertentu untuk ditabung terlebih dahulu, lalu membelanjakan sisanya.
“Namun, kami menemukan bahwa sepertiga responden tidak merencanakan keuangan mereka. Mereka cenderung mengelola keuangan sesuai kebutuhan di bulan tersebut. Hal ini bisa jadi salah satu sebab mayoritas anak muda kurang bisa berkomitmen dengan nominal uang yang mereka tabung setiap bulannya,” tambah Indah.
Populix juga meneliti tempat dan bentuk penyimpanan uang yang dipilih generasi muda. Hasilnya, mayoritas milenial menyimpan uang mereka di rekening bank konvensional. Sebaliknya, gen Z sudah cukup nyaman menyimpan dana di rekening e-wallet.
“Uniknya, kami menemukan sekitar 34 persen responden mengaku menyimpan uang dalam bentuk tunai. Perilaku ini sangat menarik untuk digali lebih dalam agar kita bisa memahami kenapa mereka menyisihkan uang tunai di rumah,” ucap Indah.
Untuk bentuk tabungan lainnya, sekitar 14 persen responden yang didominasi gen Z memilih menyimpan uang mereka dalam bentuk investasi saham, reksadana, maupun mata uang digital (kripto). Sementara itu, 12 persen lainnya memilih aset fisik seperti emas atau properti.
“Meskipun setiap generasi memiliki keunikan sendiri dalam hal cara ataupun komitmen dalam menyisihkan pendapatan, namun temuan-temuan di atas sudah cukup menegaskan masih adanya kesadaran generasi milenial dan Z untuk menabung. Harapannya temuan ini dapat mematahkan mitos-mitos negatif di masyarakat, juga mendorong usaha bersama untuk memberikan edukasi finansial bagi generasi masa depan,” tutup Indah.
Penelitian “Millennials & Gen Z Report: Navigating Youth Financial Habits in the Digital Age” dilakukan melalui survei terhadap 1.100 responden milenial dan gen Z. Responden dibagi secara proporsional berdasarkan generasi, gender, dan status pernikahan (lajang maupun menikah). Mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa, berlatar belakang ekonomi menengah ke atas, dan sudah bekerja.
Baca juga: 5 Tip Menabung Emas untuk Anak Muda, Jangan Asal Beli
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.