Lawan Stigma Lewat Fesyen, TYGA Hadirkan Koleksi UNSTIGMATIZED
26 July 2025 |
06:00 WIB
Label fesyen lokal TYGA membuka perjalanan di dunia mode dengan merilis koleksi perdananya bertajuk UNSTIGMATIZED yang dirancang dengan kualitas dan craftsmanship. Koleksi ini tidak hanya menawarkan busana kasual, tapi juga membawa pesan kuat soal stigma sosial yang sering ditempelkan pada seseorang berdasarkan usia, gender, bahkan pilihan gaya hidup.
“Kami ingin mengajak semua kalangan mulai dari generasi muda hingga yang lebih senior untuk tampil nyaman dengan gaya kasual yang elevated,” ujar Niccolas Lim, Creative Director TYGA.
Baca juga: Ramai Wastra sampai Ragam Bunga dalam Koleksi Desainer di JF3 2025
Berbeda dari kebanyakan label yang mengejar tren, TYGA justru hadir dengan pendekatan yang jujur dan terbuka, membawa semangat self authenticity. Melalui potongan-potongan pakaian berwarna netral dan siluet longgar, TYGA ingin menyampaikan bahwa pakaian seharusnya tidak membatasi siapa pun untuk jadi dirinya sendiri.
Sesuai namanya, koleksi ini hadir untuk mereka yang tak terpengaruh dengan penilaian orang tentang gaya, cara membawa diri, hingga cara menjalani hidup. Seperti adanya seorang pria yang bisa menjahit atau oran tua yang bisa bermain game, seolah membawa pesa bahwa pakaian tidak lagi mewakili satu generasi tertentu.
Di dalam kampanye visualnya, wajah para model sengaja disensor dengan kotak oranye, bukan untuk menyembunyikan, tapi justru untuk menghapus label sosial yang sering melekat tanpa alasan.
“Kita ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa memakai apa pun. Tidak perlu merasa harus terlihat muda atau maskulin, atau feminin, hanya karena pakaian tertentu,” jelasnya.
Material yang digunakan pun mencerminkan pesan tersebut seperti bahan katun tebal yang diberi sentuhan washed look agar terlihat alami dan tidak ‘diatur’. Beberapa bagian bahkan menonjolkan detail jahitan yang sengaja dibiarkan terlihat kasar, sebagai simbol kejujuran dan keterbukaan.
Warna-warna yang dihadirkan didominasi tone netral dan earthy dengan siluet yang longgar tetapi tetap memiliki struktur. Koleksi terbaru ini akan dirilis secara bertahap dalam 15 edisi special yang masing-masing desainnya memiliki narasi tentang kejujuran terhadap iri sendiri dan terbebas dari penilaian sosial
Sejalan dengan koleski UNSTIGMATIZED, TYGA juga memperkenalkan konsep fiktif City of TYGA, dunia imajiner tempat orang bebas mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi. Konsep ini menjadi benang merah dari semua look yang ditampilkan.
Bagi konsumen yang membeli dalam nominal tertentu akan mendapatkan undangan menjadi bagian dari komunitas citizens of TYGA berupa paspor eksklusif sebagai penanda telah menjadi Citizen of TYGA.
Baca juga: Si.Se.Sa. Hadirkan Koleksi Syar'i dengan Nuansa Etnik Modern di IN2MOTIONFEST 2025
Passpor ini digunakan untuk mengoleksi post stamps yang bisa didapatkan jika membeli produk TYGA baik di toko maupun online. Yang lebih menarik, terdapat satu limited edition stamp yang jika berhasil didapatkan, maka bisa ditukarkan dengan special item dari TYGA.
TYGA hadir sebagai alternatif di tengah tren fesyen yang kadang terlalu menekan citra ideal. Mereka menawarkan ruang untuk jadi autentik apa adanya. Koleksi ini bukan soal tampil menonjol, tapi soal merasa nyaman dan jujur dengan diri sendiri.
“Kami ingin mengajak semua kalangan mulai dari generasi muda hingga yang lebih senior untuk tampil nyaman dengan gaya kasual yang elevated,” ujar Niccolas Lim, Creative Director TYGA.
Baca juga: Ramai Wastra sampai Ragam Bunga dalam Koleksi Desainer di JF3 2025
Berbeda dari kebanyakan label yang mengejar tren, TYGA justru hadir dengan pendekatan yang jujur dan terbuka, membawa semangat self authenticity. Melalui potongan-potongan pakaian berwarna netral dan siluet longgar, TYGA ingin menyampaikan bahwa pakaian seharusnya tidak membatasi siapa pun untuk jadi dirinya sendiri.
Sesuai namanya, koleksi ini hadir untuk mereka yang tak terpengaruh dengan penilaian orang tentang gaya, cara membawa diri, hingga cara menjalani hidup. Seperti adanya seorang pria yang bisa menjahit atau oran tua yang bisa bermain game, seolah membawa pesa bahwa pakaian tidak lagi mewakili satu generasi tertentu.
Di dalam kampanye visualnya, wajah para model sengaja disensor dengan kotak oranye, bukan untuk menyembunyikan, tapi justru untuk menghapus label sosial yang sering melekat tanpa alasan.
“Kita ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa memakai apa pun. Tidak perlu merasa harus terlihat muda atau maskulin, atau feminin, hanya karena pakaian tertentu,” jelasnya.
Material yang digunakan pun mencerminkan pesan tersebut seperti bahan katun tebal yang diberi sentuhan washed look agar terlihat alami dan tidak ‘diatur’. Beberapa bagian bahkan menonjolkan detail jahitan yang sengaja dibiarkan terlihat kasar, sebagai simbol kejujuran dan keterbukaan.
Warna-warna yang dihadirkan didominasi tone netral dan earthy dengan siluet yang longgar tetapi tetap memiliki struktur. Koleksi terbaru ini akan dirilis secara bertahap dalam 15 edisi special yang masing-masing desainnya memiliki narasi tentang kejujuran terhadap iri sendiri dan terbebas dari penilaian sosial
Sejalan dengan koleski UNSTIGMATIZED, TYGA juga memperkenalkan konsep fiktif City of TYGA, dunia imajiner tempat orang bebas mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi. Konsep ini menjadi benang merah dari semua look yang ditampilkan.
Bagi konsumen yang membeli dalam nominal tertentu akan mendapatkan undangan menjadi bagian dari komunitas citizens of TYGA berupa paspor eksklusif sebagai penanda telah menjadi Citizen of TYGA.
Baca juga: Si.Se.Sa. Hadirkan Koleksi Syar'i dengan Nuansa Etnik Modern di IN2MOTIONFEST 2025
Passpor ini digunakan untuk mengoleksi post stamps yang bisa didapatkan jika membeli produk TYGA baik di toko maupun online. Yang lebih menarik, terdapat satu limited edition stamp yang jika berhasil didapatkan, maka bisa ditukarkan dengan special item dari TYGA.
TYGA hadir sebagai alternatif di tengah tren fesyen yang kadang terlalu menekan citra ideal. Mereka menawarkan ruang untuk jadi autentik apa adanya. Koleksi ini bukan soal tampil menonjol, tapi soal merasa nyaman dan jujur dengan diri sendiri.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.