Begini Respons Vendor Smartphone Soal Bebas Tarif & TKDN Produk AS ke Indonesia
25 July 2025 |
12:30 WIB
Kesepakatan dagang pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat akan berdampak langsung pada pasar smartphone di Tanah Air. Sebab, Presiden AS Donald Trump meminta produk dari negaranya bebas tarif impor dan persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat telekomunikasi dan informasi.
Merujuk laman Bakti Komdigi, perangkat telekomunikasi dan informasi juga bisa berupa smartphone dan komputer (termasuk laptop). Menurut Head of PR Asus Indonesia Muhammad Firman mengatakan, jika produk-produk AS akan masuk tanpa pajak impor, termasuk produk elektronik, tentu akan mempengaruhi persaingan pasar.
Dia menilai, persaingan akan semakin ketat. Produk-produk AS akan sangat memengaruhi peta persaingan jika mereka tidak dikenakan impor. Adapun, yang terkena dampak paling besar yakni produk-produk lokal ataupun produk global yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri. Saat ini, Asus masih melihat perkembangan kebijakan tersebut.
“Persiapan tentu kami lakukan, namun langkah yang kami pilih akan disesuaikan dengan perkembangan terkait impor nol persen dari AS,” ujar Firman kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Risiko TKDN Fleksibel Disebut Bisa Bikin Pabrik Smartphone Lokal Tutup
Di sisi lain, Samsung tetap percaya diri menghadapi dinamika pasar. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia mengatakan, hingga saat ini perusahaan terbukti mampu menyesuaikan langkah dalam memenuhi berbagai kondisi pasar.
Begitu pula merespons dinamika bisnis yang terus berkembang secara intens, termasuk rencana bebas tarif impor untuk produk AS ke Tanah Air. “Kami akan memantau perkembangan dinamika bisnis yang terjadi,” sebutnya.
Ilham menyampaikan, Samsung berkomitmen untuk menjaga rantai pasokan agar produk-produk mereka tersedia dengan harga yang kompetitif dan menawarkan pengalaman inovatif yang mudah diakses oleh konsumen. Prioritas Samsung adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan, dapat mendukung kebutuhan masyarakat dari beragam segmentasi.
Saat ini, Samsung diketahui memimpin kecerdasan buatan pada perangkat gawai melalui Galaxy AI. Ditambah dengan hadirnya lini foldable terbaru yang membawa pengalaman lebih untuk konsumen.
Dalam prioritas jangka panjang, Samsung katanya bukan hanya mempertahankan pangsa pasar, tetapi juga memimpin industri ke depan. “Dengan inovasi yang selalu kami hadirkan di ekosistem Galaxy, kami optimis akan tetap menjadi kekuatan utama di segmen premium dan membawa kepemimpinan pasar kami hingga 2025 dan seterusnya,” tambahnya.
Senior Product Manager iQOO Indonesia, Praditya Putra menyebut, terkait potensi harga merek lain lebih murah dengan adanya bebas tarif impor, menurutnya ini menjadi keuntungan bagi pasar smartphone di Indonesia. Dia menilai, kompetisi atau persaingan bukan hal negatif di industri perangkat konsumen.
Semakin banyak kompetisi, maka semakin rajin setiap brand berlomba-lomba untuk memberikan nilai lebih ke konsumen supaya mereka loyal, setia, dan tidak kabur ke merk lainnya. Akan tetapi, iQOO sangat percaya diri untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif nantinya karena infrastruktur yang dibangun sudah sangat matang di Indonesia.
Praditya menerangkan, iQOO sudah memiliki pabrik di Indonesia dan membantu pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35,98 persen, termasuk tinggi di pasar smartphone Indonesia. Layanan after-sales atau purnajual pun sudah lengkap se-Indonesia, begitu pula dengan jaringan toko online maupun offline.
“Saya rasa iQOO punya posisi yang bagus dan harus pede karena infrastruktur itu semua tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, dan juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh konsumen hanya karena faktor harga akan lebih murah,” terangnya.
Sementara itu, Andi Renreng, Marketing Director of Xiaomi Indonesia mengatakan terkait dengan potensi kebijakan bebas tarif produk dari AS ke Indonesia, pihaknya percaya bahwa setiap perubahan regulasi tentu akan membawa dinamika tersendiri di pasar.
Xiaomi, katanya, tetap fokus pada misi untuk menghadirkan inovasi melalui teknologi yang aksesibel bagi semua orang. “Dengan dukungan ekosistem AIoT kami yang terus berkembang dan terintegrasi dengan smartphone kami secara baik, kami optimis dapat terus memberikan nilai lebih bagi konsumen di Indonesia,” jelasnya.
Perusahaan melihat kepercayaan terhadap produk Xiaomi tetap kuat. Tidak hanya dari sisi smartphone, pertumbuhan lini produk AIoT juga menunjukkan respons positif dari pasar. Dengan komitmen pada inovasi dan pengalaman pengguna yang optimal ini, Xiaomi katanya yakin dapat terus bersaing dan berkembang di tengah dinamika industri teknologi.
Baca juga: Vendor Smartphone Siap Perluas Migrasi eSIM, Begini Catatannya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Merujuk laman Bakti Komdigi, perangkat telekomunikasi dan informasi juga bisa berupa smartphone dan komputer (termasuk laptop). Menurut Head of PR Asus Indonesia Muhammad Firman mengatakan, jika produk-produk AS akan masuk tanpa pajak impor, termasuk produk elektronik, tentu akan mempengaruhi persaingan pasar.
Dia menilai, persaingan akan semakin ketat. Produk-produk AS akan sangat memengaruhi peta persaingan jika mereka tidak dikenakan impor. Adapun, yang terkena dampak paling besar yakni produk-produk lokal ataupun produk global yang diproduksi atau dirakit di dalam negeri. Saat ini, Asus masih melihat perkembangan kebijakan tersebut.
“Persiapan tentu kami lakukan, namun langkah yang kami pilih akan disesuaikan dengan perkembangan terkait impor nol persen dari AS,” ujar Firman kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Risiko TKDN Fleksibel Disebut Bisa Bikin Pabrik Smartphone Lokal Tutup
Di sisi lain, Samsung tetap percaya diri menghadapi dinamika pasar. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia mengatakan, hingga saat ini perusahaan terbukti mampu menyesuaikan langkah dalam memenuhi berbagai kondisi pasar.
Begitu pula merespons dinamika bisnis yang terus berkembang secara intens, termasuk rencana bebas tarif impor untuk produk AS ke Tanah Air. “Kami akan memantau perkembangan dinamika bisnis yang terjadi,” sebutnya.
Ilham menyampaikan, Samsung berkomitmen untuk menjaga rantai pasokan agar produk-produk mereka tersedia dengan harga yang kompetitif dan menawarkan pengalaman inovatif yang mudah diakses oleh konsumen. Prioritas Samsung adalah memastikan bahwa setiap inovasi yang dihadirkan, dapat mendukung kebutuhan masyarakat dari beragam segmentasi.
Saat ini, Samsung diketahui memimpin kecerdasan buatan pada perangkat gawai melalui Galaxy AI. Ditambah dengan hadirnya lini foldable terbaru yang membawa pengalaman lebih untuk konsumen.
Dalam prioritas jangka panjang, Samsung katanya bukan hanya mempertahankan pangsa pasar, tetapi juga memimpin industri ke depan. “Dengan inovasi yang selalu kami hadirkan di ekosistem Galaxy, kami optimis akan tetap menjadi kekuatan utama di segmen premium dan membawa kepemimpinan pasar kami hingga 2025 dan seterusnya,” tambahnya.
Senior Product Manager iQOO Indonesia, Praditya Putra menyebut, terkait potensi harga merek lain lebih murah dengan adanya bebas tarif impor, menurutnya ini menjadi keuntungan bagi pasar smartphone di Indonesia. Dia menilai, kompetisi atau persaingan bukan hal negatif di industri perangkat konsumen.
Semakin banyak kompetisi, maka semakin rajin setiap brand berlomba-lomba untuk memberikan nilai lebih ke konsumen supaya mereka loyal, setia, dan tidak kabur ke merk lainnya. Akan tetapi, iQOO sangat percaya diri untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif nantinya karena infrastruktur yang dibangun sudah sangat matang di Indonesia.
Praditya menerangkan, iQOO sudah memiliki pabrik di Indonesia dan membantu pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35,98 persen, termasuk tinggi di pasar smartphone Indonesia. Layanan after-sales atau purnajual pun sudah lengkap se-Indonesia, begitu pula dengan jaringan toko online maupun offline.
“Saya rasa iQOO punya posisi yang bagus dan harus pede karena infrastruktur itu semua tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, dan juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh konsumen hanya karena faktor harga akan lebih murah,” terangnya.
Sementara itu, Andi Renreng, Marketing Director of Xiaomi Indonesia mengatakan terkait dengan potensi kebijakan bebas tarif produk dari AS ke Indonesia, pihaknya percaya bahwa setiap perubahan regulasi tentu akan membawa dinamika tersendiri di pasar.
Xiaomi, katanya, tetap fokus pada misi untuk menghadirkan inovasi melalui teknologi yang aksesibel bagi semua orang. “Dengan dukungan ekosistem AIoT kami yang terus berkembang dan terintegrasi dengan smartphone kami secara baik, kami optimis dapat terus memberikan nilai lebih bagi konsumen di Indonesia,” jelasnya.
Perusahaan melihat kepercayaan terhadap produk Xiaomi tetap kuat. Tidak hanya dari sisi smartphone, pertumbuhan lini produk AIoT juga menunjukkan respons positif dari pasar. Dengan komitmen pada inovasi dan pengalaman pengguna yang optimal ini, Xiaomi katanya yakin dapat terus bersaing dan berkembang di tengah dinamika industri teknologi.
Baca juga: Vendor Smartphone Siap Perluas Migrasi eSIM, Begini Catatannya
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.