Jakarta Fashion & Food Festival 2025 Bakal Hadirkan Koleksi Desainer Asia hingga Eropa
22 July 2025 |
21:30 WIB
Jakarta Fashion and Food Festival (JF3) 2025 telah memasuki 21 tahun penyelenggaraannya. Pada tahun ini, acara tersebut dihelat di dua tempat dan lokasi yang berbeda, pada 24-27 Juli di Summarecon Mall Kelapa Gading dan 30 Juli-2 Agustus di Summarecon Mall Serpong.
Mengusung tema "Recrafted: A New Vision", JF3 2025 dimaknai sebagai sebuah perayaan transformasi yang mendobrak batasan kreativitas dan keahlian, sekaligus menata kembali warisan budaya sebagai kekuatan besar untuk masa depan.
Pekan mode dan gaya hidup ini akan menghadirkan lebih dari 45 desainer, serta jenama lokal dan mancanegara yang akan menampilkan koleksi busana teranyarnya.
Nama-nama terkemuka dari merek fesyen lokal misalnya seperti Howard Laurent, Hartono Gan, Sofie, Ernesto Abram, hingga LAKON Indonesia. Mereka akan berbagi panggung dengan desainer muda berbakat dan brand seperti Metamorph by Zack, Be Spoke, Brilianto, hingga Future Loundry.
Baca juga: Tren Fashion 2025: Tone Warna Hangat, Gaya Maksimalis, dan Konsep Sustainable
JF3 tahun ini juga memperluas jangkauannya dengan menghadirkan jenama-jenama internasional, memperkuat posisinya sebagai ajang diplomasi budaya melalui mode. Desainer asal Prancis, Victor Clavelly, dengan rekam jejaknya yang pernah bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Beyoncé dan FKA Twigs, akan berkolaborasi dengan LAKON Indonesia bersama desainer Héloïse Bouchot.
Desainer muda Prancis lainnya yang turut hadir termasuk Solène Lescouët, Ornella Jude Ferrari, dan Louise Marcaud. Presentasi mode dari jenama Prancis dan Indonesia akan memperlihatkan keindahan garis mode Eropa yang berpadu dengan tekstil Nusantara.
Pekan mode ini juga akan menghadirkan institusi seperti École Duperré Paris dan WSN, penyelenggara Paris Trade Show yang menjadikan JF3 sebagai bagian dari diplomasi budaya yang bernilai strategis.
Selain dengan jenama Eropa, panggung mode JF3 juga menampilkan karya busana desainer-desainer Asia. Bekerjasama dengan AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase), akan hadir desainer dari Vietnam, Laos, dan Thailand.
Untuk pertama kalinya, JF3 juga menggandeng tiga desainer dari Korea Selatan, yakni Chung Hoon-choi, Lee Joon-bok, dan Baek Ju-hee, yang membawa semangat inovasi streetwear Asia yang kini tengah mendominasi panggung global.
Sementara itu, Code Street by DRP Jakarta, festival streetwear asal Prancis yang kini memasuki edisi kedua, akan diselenggarakan di Summarecon Mall Serpong dari 30 Juli hingga 10 Agustus 2025.
Tak sampai di sana, regenerasi pelaku mode juga menjadi fokus penting dalam edisi tahun ini. Ditandai dengan peluncuran Future Fashion Award, program yang memberikan dukungan finansial dan mentorship intensif bagi dua brand muda terpilih. Didampingi langsung oleh LAKON Indonesia, para pemenang akan mendapat akses untuk mengembangkan sistem produksi dan bisnis yang berkelanjutan.
Ada juga program PINTU Incubator, hasil kerja sama JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui IFI (Institut français Indonésie) yang telah memasuki tahun keempatnya, menjembatani potensi muda menuju dunia industri profesional.
Baca juga: Paris Men’s Fashion Week 2026: Perayaan Identitas dan Elegansi Pria Modern
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengusung tema "Recrafted: A New Vision", JF3 2025 dimaknai sebagai sebuah perayaan transformasi yang mendobrak batasan kreativitas dan keahlian, sekaligus menata kembali warisan budaya sebagai kekuatan besar untuk masa depan.
Pekan mode dan gaya hidup ini akan menghadirkan lebih dari 45 desainer, serta jenama lokal dan mancanegara yang akan menampilkan koleksi busana teranyarnya.
Nama-nama terkemuka dari merek fesyen lokal misalnya seperti Howard Laurent, Hartono Gan, Sofie, Ernesto Abram, hingga LAKON Indonesia. Mereka akan berbagi panggung dengan desainer muda berbakat dan brand seperti Metamorph by Zack, Be Spoke, Brilianto, hingga Future Loundry.
Baca juga: Tren Fashion 2025: Tone Warna Hangat, Gaya Maksimalis, dan Konsep Sustainable
JF3 tahun ini juga memperluas jangkauannya dengan menghadirkan jenama-jenama internasional, memperkuat posisinya sebagai ajang diplomasi budaya melalui mode. Desainer asal Prancis, Victor Clavelly, dengan rekam jejaknya yang pernah bekerja sama dengan nama-nama besar seperti Beyoncé dan FKA Twigs, akan berkolaborasi dengan LAKON Indonesia bersama desainer Héloïse Bouchot.
Desainer muda Prancis lainnya yang turut hadir termasuk Solène Lescouët, Ornella Jude Ferrari, dan Louise Marcaud. Presentasi mode dari jenama Prancis dan Indonesia akan memperlihatkan keindahan garis mode Eropa yang berpadu dengan tekstil Nusantara.
Pekan mode ini juga akan menghadirkan institusi seperti École Duperré Paris dan WSN, penyelenggara Paris Trade Show yang menjadikan JF3 sebagai bagian dari diplomasi budaya yang bernilai strategis.
Selain dengan jenama Eropa, panggung mode JF3 juga menampilkan karya busana desainer-desainer Asia. Bekerjasama dengan AFDS (ASEAN Fashion Designers Showcase), akan hadir desainer dari Vietnam, Laos, dan Thailand.
Untuk pertama kalinya, JF3 juga menggandeng tiga desainer dari Korea Selatan, yakni Chung Hoon-choi, Lee Joon-bok, dan Baek Ju-hee, yang membawa semangat inovasi streetwear Asia yang kini tengah mendominasi panggung global.
Festival Streetwear sampai Program Regenerasi Pelaku Mode
Selain menghadirkan peragaan busana, JF3 kembali menggelar Niwasana by Fashion Village di Summarecon Mall Kelapa Gading pada 24 Juli-3 Agustus 2025, menampilkan lebih dari 50 brand terkurasi dari kategori ethnic apparel, modern wear, hingga aksesori perhiasan.Sementara itu, Code Street by DRP Jakarta, festival streetwear asal Prancis yang kini memasuki edisi kedua, akan diselenggarakan di Summarecon Mall Serpong dari 30 Juli hingga 10 Agustus 2025.
Tak sampai di sana, regenerasi pelaku mode juga menjadi fokus penting dalam edisi tahun ini. Ditandai dengan peluncuran Future Fashion Award, program yang memberikan dukungan finansial dan mentorship intensif bagi dua brand muda terpilih. Didampingi langsung oleh LAKON Indonesia, para pemenang akan mendapat akses untuk mengembangkan sistem produksi dan bisnis yang berkelanjutan.
Ada juga program PINTU Incubator, hasil kerja sama JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Prancis melalui IFI (Institut français Indonésie) yang telah memasuki tahun keempatnya, menjembatani potensi muda menuju dunia industri profesional.
Baca juga: Paris Men’s Fashion Week 2026: Perayaan Identitas dan Elegansi Pria Modern
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.