Pameran Arsip Warisan Virgil Abloh Hadir di Paris
21 July 2025 |
14:47 WIB
Warisan kreativitas Virgil Abloh kembali mendapat sorotan besar di panggung dunia. Tahun ini, mendiang desainer sekaligus seniman multidisipliner tersebut akan dikenang melalui sebuah pameran khusus bertajuk “Virgil Abloh: The Codes” yang akan digelar di Grand Palais, Paris pada 30 September hingga 10 Oktober 2025.
Bertepatan dengan Paris Fashion Week dan mendekati tanggal ulang tahunnya, pameran ini menjadi momen reflektif sekaligus selebratif terhadap pengaruh Abloh dalam dunia mode, desain, dan budaya populer selama hampir dua dekade terakhir.
Pameran ini digagas oleh Nike dan Virgil Abloh Securities, bekerja sama dengan Virgil Abloh Archives™, dan disebut-sebut sebagai ekshibisi besar pertama di Eropa yang sepenuhnya didedikasikan untuk karya-karya sang visioner.
Baca juga: Virgil Abloh dan Visinya sebagai Desainer Penggebrak Nilai Tradisional
Tidak hanya menampilkan arsip visual, pameran ini juga mengupas gagasan, eksperimen, serta narasi pribadi yang pernah dibangun Abloh sepanjang kariernya. Kurasi dilakukan oleh Chloe Sultan dan Mahfuz Sultan, yang juga memimpin pengarsipan resmi karya Virgil Abloh.
Dengan lebih dari 20.000 arsip yang akan ditampilkan, mulai dari arsip iklan, desain pakaian, hingga kolaborasi ikonik bersama Nike dan para seniman lintas disiplin, pameran ini memberi kesempatan bagi publik untuk menyusuri jejak kreatif seorang tokoh yang pengaruhnya masih terasa meskipun telah berpulang.
Dari desain sneakers hingga arsitektur, dari karya musik hingga dokumentasi kolaborasi dengan seniman dan atlet, semua dirangkai dalam format interaktif dan imersif.
Virgil Abloh: The Codes ini tidak hanya hadir sebagai bentuk dokumentasi sejarah. Pengunjung juga dapat mengikuti serangkaian program seperti lokakarya, pertunjukan, sesi diskusi, hingga pemutaran film pendek yang merespons filosofi dan visi kreatif Abloh.
Hal ini sejalan dengan semangat sang desainer yang kerap menekankan pentingnya membuka ruang dialog, eksperimentasi, dan keterlibatan lintas disiplin dalam setiap karyanya.
Bagi Genhype yang mengikuti perkembangan budaya streetwear, arsitektur, atau seni kontemporer, pameran ini bisa menjadi kesempatan langka untuk memahami bagaimana Abloh meruntuhkan batasan antar-medium dan memperluas cakrawala mode sebagai alat komunikasi sosial.
Tidak berlebihan jika banyak yang menyebut Abloh sebagai jembatan antara budaya bawah tanah dan arus utama, seorang figur yang berhasil menyuarakan representasi dalam dunia yang sering kali eksklusif.
Lebih dari sekadar retrospektif, pameran ini tampaknya dirancang sebagai cerminan dari satu pertanyaan besar: apa yang masih mungkin dilakukan setelah Abloh? Alih-alih hanya melihat ke belakang, pameran ini juga membuka ruang untuk menafsirkan masa depan dari ide-ide yang pernah dia lahirkan.
Virgil Abloh ialah seorang perancang busana, pengusaha, seniman, dan DJ berkebangsaan Amerika Serikat yang dikenal luas karena kontribusinya yang inovatif dalam menyatukan mode mewah dengan budaya jalanan (streetwear). Lahir pada 30 September 1980 di Rockford, Illinois, dari orang tua imigran Ghana. Dia memiliki latar belakang pendidikan gelar sarjana di bidang teknik sipil dan gelar master di bidang arsitektur.
Awal karier Abloh erat kaitannya dengan Kanye West. Keduanya magang bersama di Fendi pada 2009. Abloh kemudian menjadi direktur kreatif di agensi kreatif West, Donda pada 2012, di mana dia mengerjakan berbagai proyek visual, termasuk desain tur dan sampul album.
Abloh mendapatkan nominasi Grammy untuk karyanya di album Jay-Z/West "Watch the Throne" (2011). Pada 2012, Abloh meluncurkan Pyrex Vision, perusahaan pertamanya, yang menjadi tempat eksperimen artistik untuk merepresentasikan pentingnya budaya anak muda.
Baca juga: Louis Vuitton Rilis Koleksi Virgil Abloh Spring/Summer 2022
Pada 2013, Abloh mendirikan Off-White, merek streetwear mewah yang berbasis di Milan. Off-White dengan cepat menjadi label yang sangat populer dengan ciri khasnya seperti garis diagonal putih, tanda kutip, dan ikatan zip. Merek ini berhasil menjembatani kesenjangan antara budaya jalanan dan mode kelas atas.
Maret 2018, Abloh ditunjuk sebagai direktur artistik koleksi pakaian pria Louis Vuitton, dan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang memegang posisi kunci di rumah mode mewah Prancis. Di sini, Abloh menghadirkan visi yang lebih beragam dan penuh warna, yang disambut baik oleh publik dan industri mode.
Virgil Abloh meninggal dunia pada 28 November 2021, pada usia 41 tahun, setelah berjuang melawan kanker langka yang disebut angiosarkoma jantung selama lebih dari 2 tahun. Dia memilih untuk merahasiakan perjuangannya melawan penyakit tersebut.
Bertepatan dengan Paris Fashion Week dan mendekati tanggal ulang tahunnya, pameran ini menjadi momen reflektif sekaligus selebratif terhadap pengaruh Abloh dalam dunia mode, desain, dan budaya populer selama hampir dua dekade terakhir.
Pameran ini digagas oleh Nike dan Virgil Abloh Securities, bekerja sama dengan Virgil Abloh Archives™, dan disebut-sebut sebagai ekshibisi besar pertama di Eropa yang sepenuhnya didedikasikan untuk karya-karya sang visioner.
Baca juga: Virgil Abloh dan Visinya sebagai Desainer Penggebrak Nilai Tradisional
Tidak hanya menampilkan arsip visual, pameran ini juga mengupas gagasan, eksperimen, serta narasi pribadi yang pernah dibangun Abloh sepanjang kariernya. Kurasi dilakukan oleh Chloe Sultan dan Mahfuz Sultan, yang juga memimpin pengarsipan resmi karya Virgil Abloh.
Dengan lebih dari 20.000 arsip yang akan ditampilkan, mulai dari arsip iklan, desain pakaian, hingga kolaborasi ikonik bersama Nike dan para seniman lintas disiplin, pameran ini memberi kesempatan bagi publik untuk menyusuri jejak kreatif seorang tokoh yang pengaruhnya masih terasa meskipun telah berpulang.
Dari desain sneakers hingga arsitektur, dari karya musik hingga dokumentasi kolaborasi dengan seniman dan atlet, semua dirangkai dalam format interaktif dan imersif.
Virgil Abloh: The Codes ini tidak hanya hadir sebagai bentuk dokumentasi sejarah. Pengunjung juga dapat mengikuti serangkaian program seperti lokakarya, pertunjukan, sesi diskusi, hingga pemutaran film pendek yang merespons filosofi dan visi kreatif Abloh.
Hal ini sejalan dengan semangat sang desainer yang kerap menekankan pentingnya membuka ruang dialog, eksperimentasi, dan keterlibatan lintas disiplin dalam setiap karyanya.
Bagi Genhype yang mengikuti perkembangan budaya streetwear, arsitektur, atau seni kontemporer, pameran ini bisa menjadi kesempatan langka untuk memahami bagaimana Abloh meruntuhkan batasan antar-medium dan memperluas cakrawala mode sebagai alat komunikasi sosial.
Tidak berlebihan jika banyak yang menyebut Abloh sebagai jembatan antara budaya bawah tanah dan arus utama, seorang figur yang berhasil menyuarakan representasi dalam dunia yang sering kali eksklusif.
Lebih dari sekadar retrospektif, pameran ini tampaknya dirancang sebagai cerminan dari satu pertanyaan besar: apa yang masih mungkin dilakukan setelah Abloh? Alih-alih hanya melihat ke belakang, pameran ini juga membuka ruang untuk menafsirkan masa depan dari ide-ide yang pernah dia lahirkan.
Profil Virgil Abloh
Virgil Abloh ialah seorang perancang busana, pengusaha, seniman, dan DJ berkebangsaan Amerika Serikat yang dikenal luas karena kontribusinya yang inovatif dalam menyatukan mode mewah dengan budaya jalanan (streetwear). Lahir pada 30 September 1980 di Rockford, Illinois, dari orang tua imigran Ghana. Dia memiliki latar belakang pendidikan gelar sarjana di bidang teknik sipil dan gelar master di bidang arsitektur.Awal karier Abloh erat kaitannya dengan Kanye West. Keduanya magang bersama di Fendi pada 2009. Abloh kemudian menjadi direktur kreatif di agensi kreatif West, Donda pada 2012, di mana dia mengerjakan berbagai proyek visual, termasuk desain tur dan sampul album.
Abloh mendapatkan nominasi Grammy untuk karyanya di album Jay-Z/West "Watch the Throne" (2011). Pada 2012, Abloh meluncurkan Pyrex Vision, perusahaan pertamanya, yang menjadi tempat eksperimen artistik untuk merepresentasikan pentingnya budaya anak muda.
Baca juga: Louis Vuitton Rilis Koleksi Virgil Abloh Spring/Summer 2022
Pada 2013, Abloh mendirikan Off-White, merek streetwear mewah yang berbasis di Milan. Off-White dengan cepat menjadi label yang sangat populer dengan ciri khasnya seperti garis diagonal putih, tanda kutip, dan ikatan zip. Merek ini berhasil menjembatani kesenjangan antara budaya jalanan dan mode kelas atas.
Maret 2018, Abloh ditunjuk sebagai direktur artistik koleksi pakaian pria Louis Vuitton, dan menjadi orang Afrika-Amerika pertama yang memegang posisi kunci di rumah mode mewah Prancis. Di sini, Abloh menghadirkan visi yang lebih beragam dan penuh warna, yang disambut baik oleh publik dan industri mode.
Virgil Abloh meninggal dunia pada 28 November 2021, pada usia 41 tahun, setelah berjuang melawan kanker langka yang disebut angiosarkoma jantung selama lebih dari 2 tahun. Dia memilih untuk merahasiakan perjuangannya melawan penyakit tersebut.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.