Dokter gizi RS Jantung Jakarta Gracia J.M.T Winaktu (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dokter Gizi Jelaskan Mitos Makan Sayuran Hijau Bikin Asam Urat

19 July 2025   |   15:24 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Masih banyak orang yang percaya bahwa mengonsumsi sayur-sayuran hijau bisa menyebabkan asam urat kambuh atau meningkat. Akibatnya, sejumlah sayuran bergizi seperti bayam, kangkung, hingga brokoli sering kali dijauhi oleh orang dengan kadar asam urat tinggi.

Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dan termasuk ke dalam kategori mitos. Menurut dokter gizi RS Jantung Jakarta Gracia J.M.T Winaktu, sayuran hijau memang mengandung purin, senyawa alami yang dalam tubuh akan diubah menjadi asam urat. 

Namun, kadar purin dalam sayuran hijau umumnya tergolong ke dalam kategori rendah dan sedang. Oleh karena itu, konsumsi sayur hijau tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap lonjakan asam urat dalam darah.

Baca juga: 7 Sayuran Penurun Kolesterol: Bayam, Brokoli sampai Jamur

"Memang banyak orang awam itu keliru menganggap sayuran hijau itu jangan dimakan karena bikin asam urat. Padahal, sayuran hijau itu penting bagi tubuh," ungkap dokter Gracia dalam diskusi The Good, The Bad, and The Ugly Jalan Menuju Jantung Sehat Lewat Gaya Hidup Sehat dan Gizi yang Tepat di RS Jantung Jakarta, Sabtu (19/7/2025). 

Menurutnya, saat ini sudah banyak penelitian yang mengungkap bahwa konsumsi sayur hijau berpurin tidak berkaitan erat dengan risiko gout (penyakit asam urat). Hal ini tentu membantah mitos yang selama ini membuat banyak orang takut mengonsumsi sayuran hijau.

"Hal yang perlu diketahui, hampir semua bahan makanan itu sebenarnya mengandung purin. Purin ini yang nantinya jadi asam urat. Namun, selama dimakan dalam porsi yang wajar, ya tidak apa-apa," imbuhnya.
 

Sayuran (Sumber gambar: Unsplash/ Iñigo De la Maza)

Sayuran (Sumber gambar: Unsplash/ Iñigo De la Maza)


Menurut dokter, yang sebaiknya mendapat perhatian lebih justru adalah makanan yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah, unggas, jeroan, hingga kaldu dari daging. Jenis-jenis makanan ini lebih berisiko menyebabkan kadar asam urat meningkat dibandingkan sayuran hijau.

Gracia juga menekankan bahwa jika pun ada sayuran yang tinggi purin, itu justru berasal dari kelompok sayuran berwarna putih, seperti kol dan jamur. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak langsung menyalahkan semua jenis sayur sebagai pemicu asam urat tanpa memahami kandungan nutrisinya secara tepat.

Menurutnya, menghindari sayur karena takut asam urat hanyalah mitos yang tidak berdasar secara ilmiah. Sebaliknya, memperbanyak konsumsi sayuran justru akan membuat tubuh mendapat asupan nutrisi penting yang membantu menjaga keseimbangan metabolisme, termasuk dalam mengatur kadar asam urat serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Tak hanya itu, lanjutnya, sayuran hijau juga memberikan berbagai manfaat positif bagi kesehatan jantung. Kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan di dalamnya berperan penting dalam menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah. Sayuran hijau juga diketahui mampu membantu menurunkan tekanan darah, menstabilkan kadar kolesterol, serta mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

Baca juga: 5 Sayuran yang Tidak Perlu Dikupas Agar Dapat Manfaat Lebih

Beberapa jenis sayuran hijau yang dikenal baik untuk kesehatan jantung antara lain bayam, kangkung, sawi, kale, dan brokoli. Meski begitu, manfaatnya akan lebih optimal jika dibarengi dengan pola makan seimbang.

Selain memperbanyak konsumsi sayuran, menjaga kesehatan jantung juga perlu didukung dengan gaya hidup sehat, seperti rutin berolahraga, serta menghindari kebiasaan merokok dan faktor risiko lainnya.
 

SEBELUMNYA

Film Sore: Istri dari Masa Depan Tembus 1 Juta Penonton Setelah 9 Hari Tayang di Bioskop

BERIKUTNYA

Ingat 2 Hal ini Saat Orang Terdekat Mengalami Serangan Jantung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga